Update Gempa NTT Minggu 23 Agustus, 91 Meninggal 1.286 Terluka
Hingga Minggu, 23 Agustus 2026, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi bahwa jumlah korban jiwa akibat Gempa NTT Minggu 23 Agustus telah
Gempa NTT Minggu 23 Agustus: 91 Jiwa Tewas dan 1.286 Orang Luka per Data BNPB
Jurnalnaya.com – Hingga Minggu, 23 Agustus 2026, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi bahwa jumlah korban jiwa akibat Gempa NTT Minggu 23 Agustus telah mencapai 91 orang, naik empat jiwa dibandingkan laporan sehari sebelumnya. Selain itu, tercatat 1.286 warga mengalami luka-luka di tujuh kabupaten terdampak di Nusa Tenggara Timur. Angka-angka tersebut merupakan pembaruan resmi yang dirilis pada pukul 18.16 WIB.
Pernyataan Resmi dan Duka BNPB
Pembaruan data disampaikan oleh Berton SP Pandjaitan, Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, dalam konferensi pers penanganan bencana. Sebelum membacakan rincian korban, ia menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga yang kehilangan anggota.
“Sebelum saya membacakan atau menyampaikan korban meninggal dan luka-luka, kami tetap menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya warga yang terdampak gempa bumi, baik secara langsung maupun tidak langsung akibat gempa maupun gempa susulan.”
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa setiap angka dalam laporan BNPB mewakili nyawa manusia yang harus dihormati, sekaligus menjadi dasar koordinasi lintas instansi untuk tahap pemulihan berikutnya.
Sebaran Korban Tewas per Kabupaten
Data per pukul 16.00 WIB memperlihatkan distribusi korban jiwa di tujuh kabupaten. Manggarai mencatat angka tertinggi dengan 32 jiwa, diikuti Manggarai Timur (31 jiwa), Nagekeo (14 jiwa), Sikka (6 jiwa), Ngada (5 jiwa), Ende (2 jiwa), dan Manggarai Barat (1 jiwa). Pola sebaran ini menunjukkan bahwa wilayah dengan kepadatan permukiman dan struktur bangunan rentan menjadi titik paling terdampak.
Dari sisi kelompok usia, 39 korban tergolong lanjut usia, 35 orang dewasa, 12 anak-anak dan remaja, empat batita, serta satu balita. Terkait penyebab kematian, sekitar 51 persen dipicu dampak langsung gempa—seperti tertimpa puing bangunan—sedangkan 49 persen merupakan akibat tidak langsung, termasuk komplikasi medis dan kesulitan akses evakuasi.
Angka Luka dan Prioritas Medis
Di luar korban jiwa, BNPB merekam 1.286 orang luka-luka. Manggarai Timur menempati posisi tertinggi dengan 643 orang terluka, sementara Manggarai Barat menyusul dengan 504 orang. Konsentrasi luka yang tinggi di kedua wilayah tersebut menuntut penguatan kapasitas rumah sakit daerah, pengiriman tim medis tambahan, serta distribusi logistik obat dan darah secara berkelanjutan.
Respons penanganan mencakup pembukaan jalur evakuasi, pendirian posko pengungsian, distribusi air bersih dan makanan, serta pemantauan gempa susulan melalui jaringan sensor BMKG. Koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, dan organisasi kemanusiaan menjadi tulang punggung operasi di lapangan.
FAQ: Informasi Praktis untuk Warga Terdampak
Bagaimana cara melaporkan kondisi keluarga yang belum diketahui keberadaannya? Warga dapat menghubungi posko pengungsian terdekat atau menghubungi call center BNPB di nomor 119. Menyebutkan nama lengkap, alamat terakhir, dan nomor telepon yang bisa dihubungi akan mempercepat proses pencocokan data.
Apakah ada jadwal pembaruan data korban berikutnya? BNPB merilis pembaruan berkala sepanjang masa tanggap darurat. Warga disarankan memantau kanal resmi BNPB dan pemerintah daerah NTT untuk informasi terkini mengenai Gempa NTT Minggu 23 Agustus serta perkembangan penanganan, termasuk lokasi pengungsian dan distribusi bantuan.
Apa yang perlu disiapkan saat berada di pengungsian? Bawa dokumen identitas, obat rutin, pakaian ganti, dan air minum. Ikuti instruksi petugas, hindari kembali ke bangunan yang retak, dan laporkan kebutuhan khusus—seperti kursi roda atau susu bayi—kepada petugas posko agar dapat difasilitasi segera.
