Skip to content
Royal desk
Oktober 15, 2026 JurnalNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
News

Hujan Deras Picu Banjir Parah di Nagoya Jepang, 2 Juta Warga Dievakuasi

Mark Williams - jurnalnaya.com 4 mins read

Hujan ekstrem yang mengguyur Prefektur Aichi selama dua hari memicu banjir luas di Nagoya, Jepang. Sekitar dua juta penduduk mendapat perintah evakuasi ketika

Hujan Deras Picu Banjir Parah di Nagoya Jepang, 2 Juta Warga Dievakuasi

Banjir Besar Landa Nagoya, Jutaan Penduduk Diminta Mengungsi

Jurnalnaya.com – Hujan ekstrem yang mengguyur Prefektur Aichi selama dua hari memicu banjir luas di Nagoya, Jepang. Sekitar dua juta penduduk mendapat perintah evakuasi ketika genangan menyebar ke berbagai kawasan dan ancaman luapan sungai meningkat.

Situasi darurat ini terjadi setelah Nagoya mencatat curah hujan luar biasa sebesar 104,5 milimeter dalam satu jam pada Selasa. Angka tersebut menjadi curah hujan per jam tertinggi yang pernah tercatat di wilayah itu.

Catatan hujan tersebut direkam Observatorium Meteorologi Nagoya dalam rentang waktu 15.53 hingga 16.53 waktu setempat. Intensitas hujan yang sangat tinggi dalam waktu singkat membuat saluran air dan sejumlah ruas jalan tidak mampu menampung aliran air dengan cepat.

Genangan Menyasar Pusat Kota

Banjir tidak hanya terjadi di area pinggiran. Sejumlah titik di pusat Nagoya turut terdampak, termasuk distrik Sakae yang dikenal sebagai salah satu kawasan ramai di kota tersebut. Di beberapa jalan, tinggi air mencapai lutut orang dewasa sehingga pergerakan warga dan kendaraan terganggu.

Kondisi jalan yang terendam membuat aktivitas harian warga terhambat. Kawasan perkotaan dengan lalu lintas padat menjadi lebih sulit dilalui ketika air menggenang, terutama pada periode sibuk ketika banyak orang sedang dalam perjalanan pulang atau menuju tempat kerja.

Gangguan juga meluas ke sistem transportasi umum. Layanan kereta api, bus, serta moda angkutan lain dihentikan pada jam sibuk. Jaringan JR, Meitetsu, dan Nagoya Municipal Subway termasuk layanan yang terdampak oleh cuaca buruk dan banjir.

Penghentian layanan transportasi membuat sebagian penumpang tidak dapat langsung kembali ke rumah. Untuk membantu warga yang tertahan, tempat-tempat penampungan sementara dibuka di sekitar Stasiun Nagoya serta sejumlah lokasi lain di kota itu.

Peringatan Tertinggi untuk Sungai Shonai

Badan Meteorologi Jepang menerbitkan peringatan banjir khusus Level 5 bagi Sungai Shonai. Level ini merupakan tingkat peringatan tertinggi dan menunjukkan risiko bencana yang sangat besar bagi wilayah di sekitarnya.

Peringatan Level 5 menjadi sinyal bahwa warga perlu segera memprioritaskan keselamatan, mengikuti arahan evakuasi, dan menghindari lokasi yang berpotensi berbahaya. Dalam kondisi hujan deras, kawasan dekat sungai, jalan rendah, terowongan, serta jalur bawah tanah dapat berubah menjadi titik berisiko dalam waktu singkat.

Biro Pengembangan Regional Chubu menyatakan dua dari 15 jalur bawah tanah yang dikelola pemerintah prefektur telah terendam. Banjir di jalur semacam ini dapat memperburuk gangguan mobilitas karena air berpotensi terkumpul lebih cepat di area yang berada di bawah permukaan jalan.

Hingga perkembangan terakhir, belum ada informasi mengenai korban jiwa akibat banjir di Nagoya dan wilayah terdampak lainnya di Prefektur Aichi.

Rekor Hujan dalam Satu Jam

Curah hujan 104,5 milimeter per jam di Nagoya melampaui rekor sebelumnya di Tokai, Jepang. Rekor lama tercatat sebesar 97 milimeter pada 11 September 2000.

Perbedaan angka tersebut memperlihatkan besarnya volume hujan yang jatuh dalam periode sangat singkat. Hujan dengan pola seperti ini dapat meningkatkan tekanan pada drainase kota, sungai, dan infrastruktur transportasi, khususnya ketika hujan sudah berlangsung selama beberapa hari.

Wilayah terdampak masih menghadapi kemungkinan hujan lanjutan. Hingga pukul 18.00 pada Rabu, sejumlah area diperkirakan menerima tambahan hujan sampai 200 milimeter. Dalam 24 jam berikutnya hingga pukul 18.00 Kamis, hujan tambahan hingga 80 milimeter juga berpotensi turun.

Tambahan curah hujan menjadi perhatian penting karena tanah dan saluran air telah menerima banyak air dari hujan sebelumnya. Jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi, genangan dapat bertambah luas dan risiko banjir dapat meningkat di lokasi yang sebelumnya belum terdampak parah.

Ancaman Linear Rainband

Ahli meteorologi juga mengingatkan kemungkinan terbentuknya linear rainband. Fenomena ini berupa pita hujan memanjang yang dapat bergerak perlahan atau bertahan di satu wilayah, sehingga hujan deras terus terkonsentrasi pada area tertentu.

Apabila pola tersebut muncul, curah hujan setempat dapat kembali melonjak. Dampaknya tidak terbatas pada banjir perkotaan, tetapi juga dapat meningkatkan potensi berbagai bencana hidrometeorologi lain yang berkaitan dengan hujan lebat dan aliran air.

Otoritas Jepang meminta warga di daerah yang terdampak untuk mematuhi instruksi evakuasi dan terus memperhatikan perubahan kondisi cuaca. Warga juga perlu mempertimbangkan keselamatan perjalanan, terutama ketika layanan transportasi terganggu dan sejumlah jalan masih tergenang.

Bagi penduduk yang belum dapat pulang akibat penghentian angkutan umum atau kondisi jalan, fasilitas penampungan sementara menjadi tempat penting untuk menunggu situasi membaik. Perkembangan cuaca dalam beberapa waktu ke depan akan menentukan seberapa cepat aktivitas di Nagoya dapat kembali berjalan normal.

Frequently Asked Questions

What is Hujan Deras Picu Banjir Parah di Nagoya?

Hujan Deras Picu Banjir Parah di Nagoya is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Hujan Deras Picu Banjir Parah di Nagoya matter?

Hujan Deras Picu Banjir Parah di Nagoya matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a reply