Skip to content
Royal desk
Oktober 15, 2026 JurnalNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
News

Hari Ke-7 Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda: 18 Kapal dan 1 Helikopter Dikerahkan

Charles Davis - jurnalnaya.com 4 mins read

Operasi pencarian terhadap delapan warga yang hilang kontak saat berlayar menuju kawasan Gunung Anak Krakatau terus diperluas di perairan Selat Sunda. Pada

Hari Ke-7 Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda: 18 Kapal dan 1 Helikopter Dikerahkan

Pencarian Delapan Orang di Selat Sunda Memasuki Hari Ketujuh

Jurnalnaya.com – Operasi pencarian terhadap delapan warga yang hilang kontak saat berlayar menuju kawasan Gunung Anak Krakatau terus diperluas di perairan Selat Sunda. Pada hari ketujuh operasi, Senin, 14 September 2026, Basarnas mengerahkan total 18 kapal dan satu helikopter untuk menyisir area yang mencapai 6.649 nautical mile persegi.

Delapan orang yang dicari terdiri atas lima jurnalis serta tiga awak kapal. Mereka berangkat menggunakan kapal cepat dari Dermaga Pegedongan di Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin, 7 September 2026, sekitar pukul 14.00 WIB. Tujuan perjalanan mereka adalah kawasan Gunung Anak Krakatau.

Skala pencarian yang besar mencerminkan luasnya wilayah perairan yang harus dijangkau tim gabungan. Selain penyisiran di laut dan dari udara, pencarian juga diarahkan ke sejumlah garis pantai serta pulau-pulau di sekitar Gunung Anak Krakatau.

Sektor X Menjadi Fokus Penyisiran Ulang

Kepala Sub-Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Banten, Rizky Dwianto, menyatakan bahwa Sektor X mendapat perhatian khusus pada operasi hari ketujuh. Langkah ini diambil karena sektor tersebut memiliki sejumlah temuan selama kegiatan pencarian pada hari ketiga hingga hari keenam.

“Di Sektor X terdapat beberapa temuan dari hari ketiga sampai keenam, sehingga akan dilakukan penyisiran ulang secara lebih fokus. Karena itu alut diperbanyak di wilayah tersebut,” jelas Rizky di Pandeglang, Banten, Senin, 14 September 2026.

Sektor X memiliki cakupan 831 NM persegi. Sejumlah unsur laut yang ditugaskan di wilayah ini meliputi KN SAR Tetuka, RIB 02 Banten, KRI Leuser, RBB Pulau Peucang, KP 2016, KP 2013, KP 1003, KP 1012, KP 1010, KP 1007, dan KP URC-Rhan.

Penempatan lebih banyak alat utama di sektor tersebut ditujukan agar penyisiran dapat dilakukan secara lebih rapat. Dalam operasi pencarian di laut, pengulangan penyisiran pada area yang dianggap penting diperlukan untuk memperbesar peluang menemukan petunjuk baru maupun keberadaan orang yang masih dicari.

Pembagian Area Laut dan Udara

Selain Sektor X, tim SAR membagi cakupan operasi ke beberapa sektor lain. Sektor W seluas 1.167 NM persegi disisir menggunakan KRI Lepu, KAL Anyer, serta KN SAR Antasena. Kemudian, Sektor U dengan luas 481 NM persegi menjadi wilayah operasi KP Sanjaya.

Sektor Y mencakup 413 NM persegi dan ditangani RIB 02 SAR Lampung. Pembagian wilayah ini memungkinkan berbagai unsur pencarian bergerak secara terarah di area yang berbeda, sekaligus menjangkau perairan Selat Sunda yang luas.

Untuk pemantauan dari udara, tim menyiapkan Sektor H dengan luas 2.063 NM persegi. Helikopter Dolphin HR-3604 milik Basarnas direncanakan melakukan pencarian di sektor tersebut. Pengamatan udara menjadi bagian penting karena dapat membantu memantau area laut yang lebih lebar dalam waktu singkat.

“Luas area pencarian di arus permukaan air hari ini mencapai 4.586 NM persegi, sedangkan area pencarian melalui udara seluas 2.063 NM persegi,” papar Rizky.

Dengan pembagian tersebut, operasi di permukaan air mencakup 4.586 NM persegi. Jika digabungkan dengan sektor pencarian udara, luas keseluruhan area yang menjadi sasaran tim SAR mencapai 6.649 NM persegi pada hari ketujuh.

Pesisir Carita hingga Anyer Turut Dipantau

Pencarian tidak hanya dilakukan di tengah perairan. Tim SAR juga mengantisipasi penyisiran melalui jalur darat di sepanjang pesisir, mulai dari Pantai Carita sampai Pantai Anyer. Area pantai menjadi bagian dari perhatian karena kondisi arus dan gelombang dapat memengaruhi arah pergerakan di laut.

Penyisiran darat juga tetap dilakukan di sejumlah pulau yang berada di sekitar Gunung Anak Krakatau, yakni Pulau Sertung, Pulau Rakata Besar, dan Pulau Panjang. Pelibatan area pulau dan pesisir memperluas cakupan upaya pencarian terhadap seluruh delapan orang tersebut.

“Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas peluang menemukan keberadaan delapan warga yang hingga kini masih dalam pencarian,” ungkap Rizky.

Selat Sunda merupakan kawasan perairan yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatra. Dalam operasi seperti ini, pencarian harus mempertimbangkan kondisi laut, cuaca, arah angin, serta pergerakan gelombang. Faktor-faktor tersebut menjadi bagian penting dalam penentuan area penyisiran setiap hari.

Cuaca Berawan dan Gelombang Hingga 2,5 Meter

Informasi cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menunjukkan kondisi berawan di wilayah operasi pada Senin, 14 September 2026. Angin diperkirakan bertiup dari tenggara dengan kecepatan sekitar 5 hingga 20 knot.

Tinggi gelombang berada pada kisaran 0,5 sampai 2,5 meter, dengan arah pergerakan gelombang dari atau menuju timur laut. Kondisi ini menjadi salah satu pertimbangan bagi tim yang bertugas di laut maupun unsur udara dalam menjalankan operasi.

Aktivitas Gunung Anak Krakatau juga terus diperhatikan. Informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyebut status gunung tersebut masih Level III atau Siaga. Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda erupsi kembali.

Lima Jurnalis dan Tiga Awak Kapal Masih Dicari

Lima jurnalis yang berada dalam kapal cepat tersebut adalah M. Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu, serta Donal Husni yang bekerja sebagai jurnalis lepas.

Tiga orang lainnya merupakan Warta sebagai nakhoda kapal, Surakman selaku Anak Buah Kapal atau ABK, dan Heriyanto sebagai pemandu. Hingga hari ketujuh operasi, seluruhnya masih dalam pencarian.

Operasi SAR terus diarahkan ke laut, udara, pesisir, dan pulau-pulau sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau. Fokus penyisiran ulang di Sektor X, ditambah pengerahan kapal serta helikopter di sektor lain, menjadi upaya untuk menjaga jangkauan pencarian tetap luas sekaligus menindaklanjuti setiap temuan yang telah diperoleh tim di lapangan.

Frequently Asked Questions

What is Hari Ke 7 Pencarian 5 Jurnalis?

Hari Ke 7 Pencarian 5 Jurnalis is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Hari Ke 7 Pencarian 5 Jurnalis matter?

Hari Ke 7 Pencarian 5 Jurnalis matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a reply