Skip to content
Royal desk
Oktober 15, 2026 JurnalNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
News

DKI Buka Beasiswa S-2 dan S-3 Luar Negeri bagi Warga Jakarta

Lisa Thomas - jurnalnaya.com 4 mins read

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka peluang pendidikan magister dan doktoral di luar negeri bagi warga Jakarta melalui program Beasiswa Jakarta Unggul

DKI Buka Beasiswa S-2 dan S-3 Luar Negeri bagi Warga Jakarta

Jakarta Siapkan Beasiswa Pascasarjana ke Kampus Luar Negeri

Jurnalnaya.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka peluang pendidikan magister dan doktoral di luar negeri bagi warga Jakarta melalui program Beasiswa Jakarta Unggul. Program ini memiliki dasar hukum setelah Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menandatangani Peraturan Gubernur Nomor 20 Tahun 2026.

Regulasi tersebut tidak hanya mengatur skema beasiswa pascasarjana, tetapi juga menjadi bagian dari pembenahan tata kelola bantuan pendidikan di Jakarta. Kartu Jakarta Pintar Plus dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul turut diperkuat agar penyalurannya semakin sesuai dengan kebutuhan penerima.

“Regulasi ini menjadi landasan pembentukan program beasiswa yang dikenal publik sebagai LPDP Jakarta atau Beasiswa Jakarta Unggul, sekaligus memperkuat tata kelola Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) agar lebih tepat sasaran dan tepat manfaat,” kata Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik Chico Hakim dalam keterangan tertulis, Selasa, 15 September 2026.

Seleksi Dilaksanakan Bersama LPDP Pusat

Program ini dirancang untuk membuka jalan bagi warga Jakarta yang ingin melanjutkan studi S-2 maupun S-3 di perguruan tinggi luar negeri. Pelaksanaan seleksinya dilakukan bersama LPDP Pusat, sementara Pemprov DKI Jakarta tetap menentukan arah penerimaan yang relevan dengan kebutuhan pembangunan sumber daya manusia di ibu kota.

Peran pemerintah daerah mencakup penetapan calon penerima, pilihan bidang studi, serta kampus tujuan. Penentuan tersebut diarahkan agar pendidikan para penerima dapat mendukung kebutuhan Jakarta sebagai kota global, termasuk melalui pengembangan keahlian di bidang-bidang yang dibutuhkan daerah.

“Mekanisme seleksi dijalankan bersama LPDP Pusat, sementara Pemprov DKI menentukan penerima, bidang studi, dan destinasi yang selaras dengan kebutuhan sumber daya manusia Jakarta sebagai kota global,” ujar Chico.

Skema ini memberi kesempatan khusus bagi alumni Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul untuk menempuh pendidikan lanjutan. Dengan demikian, bantuan pendidikan yang sebelumnya mendukung mahasiswa pada jenjang sarjana dapat menjadi pijakan untuk melanjutkan studi hingga magister atau doktoral.

Biaya Studi hingga Riset Ditanggung

Beasiswa Jakarta Unggul mencakup pembiayaan penuh untuk pendidikan. Dukungan yang disiapkan tidak terbatas pada biaya kuliah, melainkan juga kebutuhan personal selama masa studi di luar negeri.

Komponen pembiayaan mencakup biaya hidup, tunjangan buku, asuransi kesehatan, pengurusan visa, serta dana yang berkaitan dengan penelitian tesis atau disertasi. Penerima juga memperoleh dukungan untuk publikasi jurnal, yang menjadi salah satu kebutuhan penting terutama bagi mahasiswa program doktoral.

Untuk studi magister, pembiayaan tersedia paling lama dua tahun. Sementara itu, mahasiswa doktoral dapat memperoleh dukungan hingga lima tahun. Batas waktu tersebut menjadi acuan masa pembiayaan sesuai dengan jenjang pendidikan yang ditempuh oleh penerima program.

Program beasiswa ini juga memuat komitmen setelah pendidikan selesai. Alumni penerima diwajibkan memberikan kontribusi bagi pembangunan Jakarta dengan durasi paling singkat dua kali dari masa studi. Ketentuan itu menempatkan beasiswa sebagai investasi pendidikan yang diharapkan memiliki manfaat kembali bagi kota dan warganya.

Bagi calon peserta, ketentuan kontribusi tersebut penting dipahami sejak awal. Studi di luar negeri melalui pembiayaan daerah bukan hanya peluang untuk memperluas pengalaman akademik, tetapi juga membawa tanggung jawab untuk menggunakan pengetahuan dan kompetensi yang diperoleh bagi kepentingan Jakarta.

KJP Plus dan KJMU Diperketat

Selain memperkenalkan jalur pendidikan lanjutan, Pergub Nomor 20 Tahun 2026 mempertegas kriteria penerima KJP Plus dan KJMU. Bantuan pendidikan diprioritaskan bagi keluarga yang masuk Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional atau DTSEN pada Desil 1 sampai Desil 5.

Penerima juga harus memenuhi ketentuan domisili, yakni tinggal di wilayah DKI Jakarta setidaknya lima tahun secara berturut-turut. Syarat ini ditujukan untuk memastikan bantuan pendidikan daerah benar-benar menjangkau warga yang memenuhi kriteria dan memiliki keterikatan domisili dengan Jakarta.

Verifikasi calon penerima KJP Plus dan KJMU masih berjalan. Orang tua atau wali perlu memastikan data yang tercatat telah sesuai dengan kondisi terkini. Jika terdapat perubahan atau ketidaksesuaian, pemutakhiran data dapat dilakukan melalui layanan Dinas Pendidikan.

“Verifikasi calon penerima KJP dan KJMU masih berlangsung. Orang tua diminta memastikan data sesuai dan melakukanpemutakhiran bila diperlukan melalui layanan Dinas Pendidikan,” kata Chico.

Pembukaan Beasiswa Jakarta Unggul menambah jalur dukungan pendidikan yang tersedia bagi warga Jakarta, khususnya untuk jenjang pascasarjana. Di saat yang sama, pengetatan administrasi KJP Plus dan KJMU menegaskan bahwa validitas data, kondisi sosial ekonomi, serta domisili menjadi unsur penting dalam penyaluran bantuan pendidikan.

Warga yang berminat mengikuti program maupun yang sedang menunggu hasil verifikasi bantuan pendidikan perlu mencermati ketentuan yang berlaku dan menjaga data mereka tetap mutakhir. Langkah tersebut diperlukan agar proses seleksi dan penyaluran manfaat dapat berjalan sesuai sasaran program.

Frequently Asked Questions

What is DKI Buka Beasiswa S 2 dan S?

DKI Buka Beasiswa S 2 dan S is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does DKI Buka Beasiswa S 2 dan S matter?

DKI Buka Beasiswa S 2 dan S matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a reply