Skip to content
Royal desk
Oktober 15, 2026 JurnalNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
News

PSEL Bogor Raya 1 Ditargetkan Selesai dalam 2 Tahun

Mark Williams - jurnalnaya.com 4 mins read

Pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1 di Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat

PSEL Bogor Raya 1 Ditargetkan Selesai dalam 2 Tahun

PSEL Bogor Raya 1 Diharapkan Beroperasi dalam Dua Tahun

Jurnalnaya.com – Pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1 di Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, ditargetkan rampung dalam waktu paling lama dua tahun. Kehadiran fasilitas ini diharapkan membantu mengurangi akumulasi sampah di kawasan Bogor dan wilayah sekitarnya.

Target tersebut disampaikan Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat saat peresmian pembangunan PSEL Bogor Raya 1 pada Kamis, 17 September 2026. Proyek ini diresmikan oleh Danantara Investment Management sebagai bagian dari langkah penanganan persoalan sampah di Indonesia.

“Kita berharap maksimum dua tahun ke depan ini selesai,” kata dia dalam Peresmian Pembangunan PSEL Bogor Raya 1, Kamis, 17 September 2026.

PSEL merupakan fasilitas yang dirancang untuk mengolah sampah menjadi energi listrik. Dalam konteks Bogor Raya 1, pembangunan fasilitas tersebut menjadi salah satu upaya memperkuat pengelolaan sampah melalui pengolahan yang lebih terintegrasi, sekaligus menekan penumpukan sampah yang selama ini menjadi persoalan di banyak daerah.

Penanganan Sampah Tetap Berjalan Selama Konstruksi

Meski pembangunan fasilitas baru ditargetkan selesai dalam dua tahun, persoalan sampah tidak dapat ditunda hingga PSEL mulai beroperasi. Sampah tetap dihasilkan setiap hari, termasuk jenis sampah organik yang berpotensi memunculkan bau dan gangguan lingkungan apabila tidak ditangani dengan baik.

Kementerian Lingkungan Hidup akan tetap menjalankan upaya penanganan sampah di Bogor dan daerah sekitar selama masa pembangunan. Dengan demikian, proyek PSEL tidak diposisikan sebagai satu-satunya jawaban yang baru bekerja setelah konstruksi selesai, melainkan sebagai bagian dari proses penanganan yang harus berlangsung sejak sekarang.

“Dari sekarang sampai dua tahun, sampah jalan terus dan yang khususnya organik yang menimbulkan bau dan sebagainya itu juga akan terus (masuk). Sebagian pada akhir dua tahun yang akan datang insyaallah bisa (diolah) di sini,” ujar Jumhur.

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya kesinambungan pengelolaan sampah. Selama fasilitas masih dibangun, kebutuhan untuk mengumpulkan, mengangkut, memilah, dan menangani sampah tetap menjadi perhatian. Ketika PSEL Bogor Raya 1 telah siap digunakan, sebagian aliran sampah diharapkan dapat mulai diolah melalui fasilitas tersebut.

Bagian dari Tantangan Nasional

Pembangunan PSEL Bogor Raya 1 juga memperlihatkan bahwa kebutuhan pengolahan sampah berbasis energi masih luas di Indonesia. Jumhur menyampaikan bahwa fasilitas PSEL baru mencakup sekitar 60-an kabupaten dan kota, sementara masih ada sekitar 470-an kabupaten dan kota yang perlu mendapat perhatian serupa.

“Jadi PSEL ini baru meng-cover 60-an kabupaten/kota, masih ada 470-an kabupaten/kota yang harus dikerjakan dan ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” kata dia.

Angka tersebut menggambarkan besarnya cakupan pekerjaan yang masih harus dilakukan dalam pengelolaan sampah nasional. Setiap daerah memiliki kondisi, jumlah penduduk, karakter sampah, serta kebutuhan infrastruktur yang berbeda. Karena itu, pembangunan fasilitas pengolahan sampah perlu berjalan seiring dengan penguatan penanganan sampah di tingkat lokal.

Bagi masyarakat di sekitar Bogor Raya, pembangunan PSEL ini membawa harapan akan tersedianya kapasitas pengolahan yang lebih baik pada masa mendatang. Namun, manfaat fasilitas tersebut tetap membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, pengelola sampah, pelaku usaha, dan warga yang menghasilkan sampah setiap hari.

Pengolahan Sampah dan Energi dalam Satu Fasilitas

Konsep pengolahan sampah menjadi energi listrik menempatkan sampah bukan hanya sebagai material sisa yang harus dibuang, tetapi juga sebagai bahan yang dapat diolah dalam sistem energi. Dalam praktiknya, keberadaan PSEL diarahkan untuk membantu mengurangi timbunan sampah sekaligus menghasilkan listrik dari proses pengolahan tersebut.

Namun, pembangunan fasilitas seperti PSEL tetap membutuhkan waktu, kesiapan konstruksi, serta pengelolaan operasional yang berkelanjutan. Target penyelesaian dua tahun untuk Bogor Raya 1 menjadi tahap penting sebelum fasilitas ini dapat menjalankan fungsi pengolahannya secara penuh.

Selama masa tersebut, penanganan sampah organik dan jenis sampah lain yang terus masuk perlu tetap dilakukan. Sampah organik mendapat perhatian khusus karena dapat menimbulkan bau apabila menumpuk. Pengelolaan dari sumbernya, pengangkutan yang berjalan, serta penanganan di lokasi yang tersedia tetap menjadi bagian penting dari upaya menjaga kondisi lingkungan.

Peresmian pembangunan di Galuga menandai dimulainya tahapan fisik proyek PSEL Bogor Raya 1. Jika target penyelesaian dapat tercapai, fasilitas ini diharapkan menjadi salah satu sarana untuk mengurangi beban timbunan sampah di wilayah Bogor Raya serta mendukung agenda penanganan sampah yang lebih luas di Indonesia.

Pembangunan PSEL Bogor Raya 1 pada akhirnya menunjukkan bahwa penanganan sampah membutuhkan kerja jangka pendek dan jangka panjang secara bersamaan. Penanganan harian tetap diperlukan untuk menghadapi sampah yang terus dihasilkan, sementara pembangunan infrastruktur pengolahan disiapkan agar kapasitas penanganan dapat diperkuat pada masa mendatang.

Frequently Asked Questions

What is PSEL Bogor Raya 1 Ditargetkan Selesai?

PSEL Bogor Raya 1 Ditargetkan Selesai is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does PSEL Bogor Raya 1 Ditargetkan Selesai matter?

PSEL Bogor Raya 1 Ditargetkan Selesai matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a reply