Skip to content
Royal desk
Oktober 15, 2026 JurnalNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
News

Penggunaan Genteng Tanah Liat di Jabar Baru 87%

Sandra Jackson - jurnalnaya.com 4 mins read

Purwakarta menjadi salah satu titik pengiriman besar produk genteng tanah liat untuk kebutuhan pembangunan perumahan dan bedah rumah. Sebanyak 125 truk

Penggunaan Genteng Tanah Liat di Jabar Baru 87%

Program Gentengisasi Dorong Pesanan Jutaan Genteng dari Jawa Barat

Jurnalnaya.com – Purwakarta menjadi salah satu titik pengiriman besar produk genteng tanah liat untuk kebutuhan pembangunan perumahan dan bedah rumah. Sebanyak 125 truk dilepas untuk membawa genteng hasil UMKM lokal, seiring pelaksanaan Program Gentengisasi yang diperkenalkan Presiden Prabowo Subianto.

Program tersebut diarahkan untuk memperluas pemakaian atap genteng, terutama pada rumah yang masih menggunakan seng. Atap seng dinilai dapat membuat suhu di dalam rumah terasa lebih panas serta kurang mendukung tampilan hunian yang lebih baik.

Penggunaan genteng nasional masih 57 persen

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan bahwa penggunaan atap genteng di Indonesia belum menjadi pilihan mayoritas mutlak. Rumah yang memakai genteng tercatat mencapai 57 persen dari total rumah di Indonesia.

“Persentase rumah-rumah yang menggunakan atap genteng sebanyak 57 persen di Indonesia,” kata Tito saat pelepasan 125 truk pengangkut genteng UMKM lokal di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Jumat, 2 Oktober 2026.

Artinya, masih ada porsi besar hunian yang memakai bahan penutup atap lain. Hampir 37 persen rumah menggunakan seng. Selebihnya menggunakan asbes, material alami seperti papan dan bambu, hingga penutup berbahan dedaunan, termasuk ijuk dan jerami.

Komposisi tersebut menjadi alasan penting bagi Program Gentengisasi. Peningkatan penggunaan genteng tidak hanya berkaitan dengan pasokan material bangunan, tetapi juga membuka ruang bagi pengrajin lokal untuk ikut memasok kebutuhan proyek perumahan dan perbaikan rumah.

Jawa Barat belum mencapai pemakaian penuh

Jawa Barat dikenal sebagai salah satu kawasan produksi genteng tanah liat. Provinsi ini juga memiliki jumlah rumah pengguna genteng terbesar di Indonesia, yakni lebih dari 13 juta rumah. Namun, bila dihitung sebagai persentase, pemakaian genteng tanah liat di Jawa Barat baru sekitar 87 persen.

Angka itu menunjukkan masih terdapat rumah di Jawa Barat yang memakai jenis atap selain genteng tanah liat, meskipun daerah ini mempunyai sentra produksi yang kuat. Kondisi tersebut juga memperlihatkan bahwa besarnya jumlah pengguna secara absolut belum tentu berarti tingkat pemakaian tertinggi secara persentase.

Daerah dengan persentase pemakaian genteng tanah liat tertinggi adalah DI Yogyakarta, yang mencapai 97 persen. Jawa Timur berada di posisi berikutnya dengan angka 95 persen. Perbandingan ini menjadi gambaran bahwa pemanfaatan produk genteng di tiap wilayah memiliki pola yang berbeda.

Bagi Jawa Barat, keberadaan sentra pengrajin di sejumlah daerah menjadi modal penting untuk memenuhi permintaan dalam jumlah besar. Pengiriman melalui ratusan truk dari Purwakarta memperlihatkan bahwa produk UMKM dapat terlibat langsung dalam rantai pasok program perumahan.

Pesanan mencapai 2,5 juta genteng

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menyebut terdapat pemesanan 2,5 juta genteng tanah liat dari wilayah sentra produksi di Jawa Barat. Genteng tersebut disiapkan sebagai material bagi pembangunan rumah serta kegiatan bedah rumah.

Dari total pesanan itu, 500 ribu unit berasal dari Plered, Purwakarta. Sementara itu, Jatiwangi di Majalengka mendapat pesanan sebanyak dua juta genteng. Pembagian pesanan ini menempatkan dua daerah tersebut sebagai pemasok utama dalam kebutuhan awal program.

Pesanan dalam jumlah jutaan memberi arti penting bagi perajin genteng tanah liat. Produksi genteng bukan semata barang bangunan, melainkan juga bagian dari aktivitas ekonomi UMKM yang melibatkan keahlian, tenaga kerja, pengangkutan, dan distribusi ke lokasi pembangunan.

Dalam konteks perumahan, pemilihan material atap menentukan salah satu unsur utama sebuah bangunan. Atap melindungi bagian dalam rumah dari cuaca, sementara jenis bahan yang dipilih turut memengaruhi kenyamanan dan karakter visual hunian. Karena itu, program ini menempatkan genteng tanah liat sebagai salah satu material yang didorong penggunaannya.

Peluang bagi sentra genteng lokal

Program Gentengisasi membuka peluang agar kebutuhan pembangunan rumah dapat dipenuhi lebih luas oleh produk dalam negeri, khususnya hasil usaha kecil dan menengah di daerah penghasil genteng. Plered dan Jatiwangi memperoleh permintaan nyata melalui pesanan yang telah disiapkan untuk proyek perumahan dan perbaikan rumah.

Selain menyediakan material untuk hunian, keterlibatan sentra produksi lokal dapat memperkuat hubungan antara program pembangunan dengan kegiatan ekonomi di daerah. Pengiriman genteng dari Jawa Barat ke berbagai kebutuhan proyek memperlihatkan peran pengrajin sebagai bagian dari pelaksanaan program, bukan hanya penonton.

Data penggunaan atap juga memperlihatkan ruang pengembangan yang masih terbuka. Dengan tingkat nasional baru 57 persen dan Jawa Barat sekitar 87 persen untuk genteng tanah liat, perluasan pemakaian genteng masih memiliki potensi, terutama ketika kebutuhan rumah layak dan perbaikan hunian terus menjadi perhatian.

Ke depan, keberhasilan program akan terlihat dari kemampuan memastikan pesanan genteng benar-benar tersalurkan untuk pembangunan dan bedah rumah, sekaligus memberi manfaat yang berkelanjutan bagi pengrajin di sentra produksi. Pelepasan 125 truk di Purwakarta menjadi penanda awal bahwa kebutuhan perumahan dapat berjalan seiring dengan penguatan produk UMKM lokal.

Frequently Asked Questions

What is Penggunaan Genteng Tanah Liat di Jabar?

Penggunaan Genteng Tanah Liat di Jabar is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Penggunaan Genteng Tanah Liat di Jabar matter?

Penggunaan Genteng Tanah Liat di Jabar matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a reply