Anak Krakatau 3 Kali Erupsi Siang Ini, Warga Dilarang Dekati Radius 5 Km
Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda tercatat mengalami aktivitas vulkanik pada Senin, 19 Oktober 2026. Dalam periode pengamatan pukul 06.00 hingga
Jurnalnaya.com – Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda tercatat mengalami aktivitas vulkanik pada Senin, 19 Oktober 2026. Dalam periode pengamatan pukul 06.00 hingga 12.00 WIB, Anak Krakatau 3 Kali Erupsi. Status gunung api tersebut masih berada pada Level III atau Siaga.
Warga, nelayan, dan wisatawan diminta tidak mendekati kawasan gunung dalam radius 5 kilometer. Imbauan ini perlu diperhatikan karena erupsi dapat disertai lontaran material pijar, hujan abu, aliran lava, hingga erupsi sekunder saat material panas bertemu air laut atau hujan.
Aktivitas Anak Krakatau Terpantau Sejak Pagi
Petugas Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau, Amri Puji Hidayatul Muslikhin, melaporkan kondisi visual gunung terlihat jelas hingga tertutup kabut 0-III. Asap dari kawah teramati berwarna putih, kelabu, dan hitam dengan intensitas sedang hingga tebal.
“Untuk visual, gunung jelas hingga kabut 0-III. Asap kawah teramati berwarna putih, kelabu, dan hitam dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 50-600 meter di atas puncak kawah,” kata Amri.
Tiga erupsi yang terjadi dari pagi hingga siang tersebut tercatat berdurasi antara 51 sampai 750 detik. Amplitudo erupsi berada pada kisaran 50-55 milimeter. Data ini menunjukkan aktivitas yang tetap perlu dipantau secara ketat selama status Siaga masih berlaku.
Selain erupsi, petugas juga merekam sejumlah aktivitas kegempaan. Gempa frekuensi rendah terjadi tiga kali dengan durasi 9-13 detik. Kemudian, gempa hybrid tercatat 24 kali dengan durasi 4-18 detik.
Pos pengamatan juga mencatat tujuh kali gempa vulkanik dalam dengan durasi 11-17 detik. Satu kali gempa tektonik jauh turut terekam dengan durasi 166 detik. Aktivitas tersebut menjadi bagian dari pemantauan rutin terhadap kondisi Gunung Anak Krakatau.
“Tremor menerus atau microtremor terekam dengan amplitudo 1-14 mm, dominan 5 mm,” ungkap Amri.
Larangan Mendekat Radius 5 Kilometer
Dengan status Level III, masyarakat dilarang melakukan aktivitas di sekitar Anak Krakatau dalam radius 5 kilometer dari kawah aktif. Larangan itu berlaku bagi warga, nelayan, maupun pengunjung yang beraktivitas di perairan Selat Sunda.
Potensi bahaya yang harus diwaspadai meliputi lontaran batu pijar, hujan abu lebat, serta aliran lava. Selain itu, terdapat kemungkinan erupsi sekunder yang dapat terjadi ketika lava panas bersentuhan dengan air laut atau air hujan.
Kondisi cuaca di sekitar Gunung Anak Krakatau selama pengamatan dilaporkan berawan. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah barat laut. Suhu udara berkisar 25,7-32 derajat Celsius dengan kelembapan 69-85 persen.
Warga Pesisir Diminta Tetap Tenang
Masyarakat di wilayah pesisir Banten dan Lampung diimbau tetap tenang serta menjalankan kegiatan sehari-hari seperti biasa. Namun, warga perlu mematuhi informasi dan arahan resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD setempat.
Warga juga diminta tidak mudah percaya terhadap informasi yang tidak jelas sumbernya, khususnya isu mengenai ancaman tsunami. Informasi terkait aktivitas Anak Krakatau 3 Kali Erupsi sebaiknya diperoleh melalui lembaga resmi dan petugas berwenang.
FAQ Aktivitas Gunung Anak Krakatau
Berapa kali Anak Krakatau erupsi pada 19 Oktober 2026?
Dalam pengamatan pukul 06.00 hingga 12.00 WIB, Anak Krakatau tercatat mengalami tiga kali erupsi.
Berapa radius aman dari Anak Krakatau?
Masyarakat, nelayan, dan wisatawan diminta tidak mendekati kawah aktif Gunung Anak Krakatau dalam radius 5 kilometer.
Apa status Gunung Anak Krakatau saat ini?
Status Gunung Anak Krakatau masih Siaga atau Level III. Masyarakat perlu mengikuti rekomendasi resmi dari petugas pemantauan gunung api dan BPBD setempat.
Ke mana masyarakat dapat menghubungi pihak berwenang?
Informasi resmi lebih lanjut dapat diperoleh melalui PVMBG di Bandung pada nomor 022-7272606 atau Pos Pengamatan Gunungapi Krakatau di Pasauran, Banten, pada nomor 0254-651449 dan 085846324506.
