JurnalNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

129 Penumpang KM Virgo Masih Hilang, SAR Kerahkan Operasi Bawah Laut

Published September 15, 2026 · Updated September 15, 2026 · By Lisa Thomas - jurnalnaya.com

Foto : Lisa Thomas - jurnalnaya.com

Pencarian 129 Penumpang KM Virgo Transport 8 Diperluas hingga Dasar Laut

Jurnalnaya.com – Operasi pencarian korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa, memasuki hari ketiga pada Selasa, 15 September 2026. Tim SAR gabungan memperluas penyisiran untuk menemukan 129 penumpang yang belum diketahui keberadaannya setelah kapal tersebut mengalami kecelakaan pada Minggu, 13 September 2026.

Upaya pencarian tidak hanya dilakukan di permukaan laut. Personel gabungan juga menelusuri area bawah air dengan dukungan penyelam dan perangkat teknologi kelautan. Langkah ini ditempuh untuk memperbesar peluang menemukan para penumpang di sekitar titik kecelakaan maupun area yang masih berada dalam cakupan operasi.

114 Penumpang Telah Ditemukan

Hingga hari ketiga operasi, sebanyak 114 dari total 243 penumpang yang tercatat di KM Virgo Transport 8 telah ditemukan. Dari jumlah tersebut, 108 orang berhasil diselamatkan, sedangkan enam orang ditemukan meninggal dunia.

Dengan demikian, fokus utama tim saat ini adalah menemukan 129 penumpang lainnya. Pencarian berlangsung melalui kombinasi metode, mulai dari penyisiran laut menggunakan kapal, pemantauan dari udara, hingga pemeriksaan bawah permukaan laut.

Area perairan Masalembo menjadi pusat operasi karena merupakan lokasi kecelakaan kapal. Kondisi di laut dapat membuat pencarian menjadi kompleks, sehingga koordinasi antarunsur laut, udara, medis, dan penyelam menjadi bagian penting dari operasi yang masih berjalan.

22 Korban Selamat Tiba di Banjarmasin

Pada Selasa pagi, 22 korban selamat tiba di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, sekitar pukul 10.00 Wita. Mereka sebelumnya dievakuasi dari perairan Masalembo menggunakan KRI Nala.

Perjalanan menuju daratan sempat terkendala karena KRI Nala tidak dapat memasuki alur Sungai Barito. Air sungai yang sedang surut membuat kapal tersebut tidak memungkinkan melanjutkan pelayaran hingga ke pelabuhan.

Untuk menyelesaikan proses evakuasi, para korban dipindahkan dari KRI Nala ke KAL Kumai milik TNI Angkatan Laut. Setelah itu, mereka kembali dipindahkan menggunakan Rigid Buoyancy Boat atau RBB milik Lanal Banjarmasin sebelum akhirnya tiba di Pelabuhan Trisakti.

Setelah turun dari kapal, seluruh korban selamat langsung diarahkan ke Posko SAR untuk memperoleh pemeriksaan dan penanganan medis. Banyak dari mereka tampak kelelahan setelah melalui evakuasi dari lokasi kejadian di tengah laut.

Penyelam dan Teknologi Bawah Laut Dikerahkan

Kepala Badan SAR Nasional, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menyampaikan bahwa operasi pada hari ketiga diperluas di dua lapisan pencarian, yakni permukaan laut dan dasar perairan. Pengerahan unsur bawah laut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjangkau area yang tidak dapat diperiksa melalui penyisiran kapal atau pengamatan udara.

Tim penyelam dari Komando Pasukan Katak atau Kopaska serta Basarnas diterjunkan untuk melakukan pencarian di bawah permukaan. Kehadiran penyelam memungkinkan pemeriksaan lebih dekat terhadap area perairan di sekitar lokasi kecelakaan.

Selain tenaga penyelam, KRI Kanopus juga dilibatkan dengan sejumlah peralatan pencarian bawah air. Kapal tersebut membawa drone bawah laut, multi beam echo sounder, serta Remote Operated Vehicle atau ROV. Perangkat-perangkat ini dapat membantu pemetaan dan pemeriksaan area bawah laut yang sulit dijangkau secara langsung.

Drone bawah air dan ROV memungkinkan pengamatan dilakukan tanpa seluruh pemeriksaan bergantung pada penyelaman manusia. Sementara itu, multi beam echo sounder digunakan untuk memperoleh gambaran kontur dan objek di dasar laut. Pemanfaatan teknologi ini melengkapi kerja penyelam serta unsur pencarian lain yang bergerak di atas permukaan air.

Operasi Gabungan Masih Berlangsung

Pencarian terhadap para penumpang yang belum ditemukan terus dilakukan di sekitar perairan Masalembo. Tim SAR gabungan menjaga operasi melalui berbagai jalur agar cakupan penelusuran tidak hanya terbatas pada satu metode.

Unsur udara digunakan untuk membantu mengamati area laut dari jarak yang lebih luas. Di permukaan, kapal-kapal pencari melakukan penyisiran di wilayah operasi. Pada saat yang sama, penyelam dan peralatan bawah laut memeriksa bagian perairan yang memerlukan penanganan khusus.

Proses evakuasi 22 korban selamat ke Banjarmasin menunjukkan pentingnya dukungan kapal dan perahu dengan ukuran berbeda dalam operasi semacam ini. Ketika jalur Sungai Barito tidak dapat dilalui kapal besar akibat air surut, pemindahan bertahap dengan KAL Kumai dan RBB menjadi solusi agar para korban tetap dapat dibawa ke daratan untuk mendapatkan pertolongan.

Perhatian kini tertuju pada pencarian 129 penumpang yang masih hilang. Tim SAR gabungan melanjutkan penyisiran dengan dukungan personel, kapal, unsur udara, penyelam, serta teknologi bawah laut untuk memperluas kemungkinan ditemukannya korban di perairan Masalembo.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is 129 Penumpang KM Virgo Masih Hilang?

129 Penumpang KM Virgo Masih Hilang is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does 129 Penumpang KM Virgo Masih Hilang matter?

129 Penumpang KM Virgo Masih Hilang matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.