JurnalNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

BI Sebut Rupiah Menguat, Kebijakan Stabilisasi Direspons Positif

Published Agustus 19, 2026 · Updated Agustus 19, 2026 · By Christopher Williams - jurnalnaya.com

Foto : Christopher Williams - jurnalnaya.com

Rupiah Catat Penguatan 0,78 Persen, BI Akui Peran Kebijakan Stabilisasi

Jurnalnaya.com – Pergerakan nilai tukar Rupiah pada 18 Agustus 2026 menunjukkan penguatan signifikan. Mata uang domestik tercatat di level Rp17.855 per dolar AS, naik 0,78 persen (ptp) jika dibandingkan dengan penutupan akhir Juli 2026.

Strategi Moneter dan Insentif Investasi Jadi Penggerak

Pejabat Sementara Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa penguatan tersebut tidak terlepas dari langkah BI dalam mengoptimalkan seluruh instrumen moneter yang tersedia. Di samping itu, otoritas moneter memperluas skema insentif guna mendorong masuknya aliran investasi portofolio dari luar negeri.

"Ini memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah, sekaligus mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar valas (PUVA)," kata Destry dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 19 Agustus 2026.

Mekanisme Insentif LCT untuk Mitra Dagang

Dalam kerangka Local Currency Transaction (LCT) bersama negara mitra, BI memberikan dua bentuk insentif konkret. Pertama, premi Swap Beli Lindung Nilai dinaikkan sebesar 10 persen. Kedua, premi DNDF Jual Lindung Nilai dikurangi sebesar 10 persen. Kedua langkah ini ditujukan untuk memperluas transaksi mata uang lokal di pasar valas.

Outlook: Stabilitas Diprakirakan Berlanjut

"Bank Indonesia akan terus menempuh berbagai strategi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Ke depan, nilai tukar Rupiah diprakirakan tetap stabil didukung penguatan respons kebijakan stabilisasi Bank Indonesia," ujar dia.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is BI Sebut Rupiah Menguat Kebijakan Stabilisasi?

BI Sebut Rupiah Menguat Kebijakan Stabilisasi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does BI Sebut Rupiah Menguat Kebijakan Stabilisasi matter?

BI Sebut Rupiah Menguat Kebijakan Stabilisasi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.