Gempa Dangkal M 2,5 Guncang Mamasa Sulbar, Berpusat di Darat
Gempa Dangkal M 2 5 Guncang Mamasa, Pusat Getaran di Darat
Jurnalnaya.com – Gempa Dangkal M 2 5 Guncang Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, pada Minggu, 27 September 2026. Gempa bumi tersebut berkekuatan magnitudo 2,5 dengan kedalaman 5 kilometer. Berdasarkan informasi awal Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di darat.
Dengan kekuatan yang relatif kecil, gempa ini dirasakan warga Mamasa pada intensitas II MMI. Getaran pada tingkat tersebut umumnya tidak menimbulkan kerusakan, tetapi tetap dapat terasa oleh sebagian orang, khususnya saat berada di dalam rumah atau dalam keadaan tenang.
“Pusat gempa berada di darat,” demikian informasi BMKG.
“Kedalaman gempa bumi 5 kilometer,” lanjut BMKG.
Getaran II MMI Terasa oleh Sebagian Warga
Skala MMI atau Modified Mercalli Intensity digunakan untuk menunjukkan seberapa kuat getaran dirasakan masyarakat di suatu wilayah. Berbeda dari magnitudo yang mengukur energi gempa di sumbernya, MMI menggambarkan dampak guncangan di lokasi tertentu.
Pada intensitas II MMI, getaran biasanya hanya dirasakan oleh beberapa orang. Benda-benda ringan yang digantung, seperti lampu atau hiasan, mungkin tampak bergoyang perlahan. Dalam kondisi seperti ini, warga tidak perlu panik, tetapi tetap perlu memperhatikan situasi di sekitar mereka.
Faktor kedalaman turut memengaruhi apakah gempa dapat dirasakan. Karena pusat gempa ini berada pada kedalaman 5 kilometer, getaran dapat terasa lebih dekat dengan wilayah sumber meskipun kekuatannya hanya magnitudo 2,5. Peristiwa Gempa Dangkal M 2 5 Guncang Mamasa menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan dasar bagi warga.
Belum Ada Keterangan Korban dan Kerusakan
Hingga informasi awal disampaikan, belum terdapat keterangan mengenai korban jiwa maupun kerusakan akibat gempa di Mamasa. Warga tetap dianjurkan memeriksa kondisi rumah, keluarga, dan lingkungan setelah getaran berhenti.
Periksa bagian bangunan yang berpotensi terdampak, termasuk dinding yang retak, plafon yang longgar, kaca pecah, atau perabot besar yang bergeser. Jika sebuah bangunan terlihat tidak aman, sebaiknya jangan langsung masuk kembali sebelum kondisinya dipastikan.
Masyarakat juga perlu menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi. Pesan berantai mengenai prediksi gempa susulan, lokasi tertentu, atau angka kekuatan gempa yang tidak berasal dari lembaga berwenang sebaiknya tidak dibagikan kembali. Informasi resmi penting agar warga dapat mengambil keputusan secara tenang dan tepat.
Langkah Aman Saat Gempa Terjadi
Saat guncangan berlangsung, lindungi kepala dan tubuh dari risiko benda jatuh. Jika berada di dalam ruangan, berlindunglah di bawah meja yang kokoh atau cari posisi aman yang jauh dari kaca, lemari, rak, dan benda gantung. Jangan terburu-buru berlari keluar ketika getaran masih berlangsung apabila jalur keluar belum aman.
Setelah guncangan berhenti, keluar secara tertib ke area terbuka bila memungkinkan. Hindari berdiri dekat bangunan, tiang listrik, pohon besar, papan reklame, maupun struktur lain yang berisiko roboh. Warga yang sedang berada di luar rumah sebaiknya tetap waspada terhadap benda-benda di sekitar.
Bagi pengendara, kurangi kecepatan kendaraan dan berhenti di lokasi yang aman. Hindari berhenti di bawah jembatan, dekat kabel listrik, atau di sekitar tebing yang berpotensi longsor. Pastikan kondisi jalan aman sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
Persiapan sederhana dapat membantu keluarga menghadapi keadaan darurat. Senter, air minum, obat-obatan pribadi, dokumen penting, serta nomor kontak darurat sebaiknya disimpan di tempat yang mudah dijangkau. Keluarga juga dapat menyepakati jalur evakuasi dan titik berkumpul di area terbuka.
FAQ Gempa Mamasa
Apa arti gempa dengan intensitas II MMI?
Intensitas II MMI berarti getaran umumnya dirasakan oleh sebagian orang dan dapat membuat benda ringan yang digantung bergerak pelan. Pada tingkat ini, guncangan biasanya tidak menimbulkan kerusakan bangunan.
Apakah warga Mamasa perlu mengungsi?
Warga perlu menyesuaikan tindakan dengan kondisi di lokasi masing-masing. Bila rumah atau bangunan tampak rusak, terdapat retakan serius, atau ada risiko bahaya lain, segera menuju tempat terbuka yang aman dan ikuti arahan pihak berwenang.
Apa yang harus dilakukan setelah Gempa Dangkal M 2 5 Guncang Mamasa?
Pastikan seluruh anggota keluarga dalam keadaan aman, periksa kondisi bangunan, dan pantau informasi resmi. Tetap tenang serta jangan mempercayai atau menyebarkan kabar yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Apakah gempa kecil bisa tetap terasa kuat?
Ya. Gempa bermagnitudo kecil tetap dapat terasa, terutama apabila pusatnya dangkal dan dekat dengan permukiman. Karena itu, kesiapsiagaan tetap penting meski gempa yang terjadi tidak besar.
Gempa Dangkal M 2 5 Guncang Mamasa menunjukkan bahwa kewaspadaan perlu menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Dengan memahami langkah keselamatan, memeriksa lingkungan setelah gempa, dan mengandalkan informasi resmi, warga dapat merespons situasi secara lebih aman dan terukur.