JurnalNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Kementrans Dorong Kemandirian Ekonomi di Rempang

Published Oktober 11, 2026 · Updated Oktober 11, 2026 · By Mark Williams - jurnalnaya.com

Foto : Mark Williams - jurnalnaya.com

Kemandirian Ekonomi Tanjung Banon Jadi Fokus Pengembangan Rempang Eco City

Jurnalnaya.com – Kementerian Transmigrasi mendorong penguatan aktivitas ekonomi dan sosial di Tanjung Banon, kawasan Rempang Eco City, Batam. Arah pengembangan ini ditujukan agar warga memiliki peluang membangun kemandirian ekonomi sekaligus menjadikan kawasan tersebut semakin menarik sebagai tempat tinggal dan pusat kegiatan masyarakat.

Komitmen itu disampaikan Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman saat menghadiri Festival Transmigrasi 2026 di Tanjung Banon, Rempang, Batam, Sabtu, 10 Oktober 2026. Kehadiran kegiatan ekonomi dipandang penting karena dapat menghidupkan kawasan dan mengundang lebih banyak orang untuk berkunjung maupun menetap.

“Acara Festival Transmigrasi seperti ini, ini sebenarnya juga adalah pengejawantahan bahwa kalau ada aktivitas ekonominya, masyarakat juga akan berbondong-bondong datang kemari,” ujar Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman.

Festival tidak hanya menjadi ruang pertemuan warga, tetapi juga menggambarkan gagasan pengembangan transmigrasi yang menempatkan kehidupan sosial, pendidikan, inovasi, dan aktivitas usaha dalam satu arah pembangunan. Bagi kawasan yang sedang dikembangkan, aktivitas semacam ini dapat membuka interaksi baru antara masyarakat setempat, pemangku kepentingan, dan kalangan akademik.

Kolaborasi akademik membuka akses pendidikan global

Pengembangan Tanjung Banon turut melibatkan kerja sama akademik internasional. Salah satu bentuknya adalah program Summer School dari Technical University of Munich atau TUM, Jerman. Program tersebut memberi kesempatan bagi generasi muda di Batam untuk memperoleh informasi mengenai pendidikan di luar negeri secara langsung.

Iftitah menilai antusiasme masyarakat terhadap akses informasi pendidikan itu cukup besar. Ratusan peserta dari Batam disebut hadir di kawasan transmigrasi Eco-Rempang City, Tanjung Banon, untuk mendengarkan pengalaman serta penjelasan terkait peluang studi di Jerman.

“Kalau misalkan adik-adik kita dari Kota Batam ingin bersekolah di Jerman, itu diberikan informasi-informasi yang cukup. Kemain luar biasa ratusan orang datang hadir dari Batam ke sini, ke kawasan transmigrasi di Eco-Rempang City, Tanjung Banon, untuk mendengar langsung pengalaman kemudian juga informasi tentang kuliah tersebut,” kata Iftitah.

Akses terhadap informasi pendidikan internasional memiliki arti penting bagi pemuda di sekitar kawasan. Selain memperluas pilihan masa depan, kegiatan tersebut dapat mempertemukan aspirasi pendidikan dengan kebutuhan pembangunan daerah. Pengetahuan yang diperoleh melalui forum akademik diharapkan mampu menumbuhkan gagasan baru yang relevan bagi kehidupan masyarakat transmigrasi.

Empat arah rekomendasi untuk kawasan

Dalam kajian lapangannya di Tanjung Banon, TUM Jerman menyampaikan empat rekomendasi utama untuk pengembangan kawasan. Empat bidang yang menjadi perhatian meliputi pengelolaan lahan agroforestri, persoalan lingkungan, penguatan komunitas, dan pengembangan wisata bahari.

Agroforestri menempatkan pengelolaan lahan dalam pendekatan yang menghubungkan unsur pertanian dan pepohonan. Sementara itu, perhatian terhadap lingkungan diperlukan agar pengembangan kawasan berjalan selaras dengan kondisi alam setempat. Penguatan komunitas juga menjadi unsur penting karena keberhasilan suatu kawasan tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, melainkan oleh partisipasi dan kapasitas warga yang tinggal di dalamnya.

Adapun potensi wisata bahari menjadi salah satu bidang yang direkomendasikan untuk dikembangkan. Dalam konteks kawasan pesisir seperti Rempang, sektor ini dapat menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat apabila disiapkan bersama dengan perlindungan lingkungan dan penguatan kapasitas lokal.

Kementerian Transmigrasi menyambut rekomendasi tersebut untuk ditindaklanjuti bersama tim di lapangan. Prosesnya akan dihubungkan dengan pekerjaan yang telah dijalankan melalui Ekspedisi Patriot.

“Empat hal ini yang menurut kami sangat bagus sekali nanti akan kita kembangkan, bekerja sama dengan teman-teman juga dari tim Ekspedisi Patriot yang sudah lebih dulu hadir di sini,” ucap Iftitah.

Peran kampus dan generasi muda

Pengembangan kawasan Tanjung Banon juga melibatkan sejumlah perguruan tinggi di Indonesia melalui program Transmigrasi Patriot. Keterlibatan akademisi muda diharapkan menghasilkan inovasi yang dapat menjawab kebutuhan kawasan transmigrasi, baik dalam urusan ekonomi, sosial, lingkungan, maupun pengembangan sumber daya manusia.

Pertemuan antara mahasiswa, akademisi, masyarakat, dan pemerintah memberi ruang bagi pertukaran gagasan. Bagi warga, pendekatan ini dapat menghadirkan akses terhadap pengetahuan dan pendampingan. Bagi kalangan kampus, kawasan transmigrasi dapat menjadi ruang pembelajaran langsung untuk merumuskan solusi yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.

“Inilah pertemuan anak-anak generasi muda di kawasan transmigrasi ini memberikan lebih banyak lagi ide-ide yang sangat baik,” ujar Iftitah.

Gagasan transmigrasi yang dikembangkan Kementerian Transmigrasi saat ini dirangkum dalam lima program unggulan. Kelimanya adalah Trans Tuntas, Transmigrasi Lokal, Transmigrasi Patriot, Trans Karya Nusantara, serta Trans Gotong Royong. Program-program tersebut menjadi kerangka untuk mendorong kawasan transmigrasi agar berkembang melalui kolaborasi, kesempatan kerja, penguatan masyarakat, dan inovasi.

Di Tanjung Banon, pengembangan ekonomi diharapkan tidak berdiri sendiri. Aktivitas usaha, pendidikan, keterlibatan warga, serta perhatian terhadap lingkungan diarahkan untuk saling menguatkan. Dengan pendekatan tersebut, kawasan Rempang Eco City diharapkan dapat bertumbuh sebagai ruang kehidupan yang memiliki aktivitas sosial dan ekonomi yang semakin mandiri.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Kementrans Dorong Kemandirian Ekonomi di Rempang?

Kementrans Dorong Kemandirian Ekonomi di Rempang is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Kementrans Dorong Kemandirian Ekonomi di Rempang matter?

Kementrans Dorong Kemandirian Ekonomi di Rempang matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.