JurnalNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Menkeu Suahasil Ungkap Peran Danantara dalam Visi Besar Indonesia

Published Oktober 8, 2026 · Updated Oktober 8, 2026 · By Barbara Williams - jurnalnaya.com

Foto : Barbara Williams - jurnalnaya.com

Danantara Diposisikan sebagai Penguat Investasi dan Pengelolaan Kekayaan Negara

Jurnalnaya.com – Pembentukan Danantara pada 2025 menjadi salah satu langkah penting dalam perjalanan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menilai lembaga tersebut dirancang untuk memperbesar kemampuan investasi Indonesia sekaligus menyatukan pengelolaan kekayaan negara yang dipisahkan agar lebih terarah dan efisien.

Pandangan itu disampaikan Suahasil dalam forum bertajuk 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kerja Nyata Melanjutkan Asta Cita di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2026. Dalam refleksi dua tahun pemerintahan, ia menempatkan Danantara sebagai bagian dari gambaran besar strategi pembangunan nasional.

"Milestone yang luar biasa, 2025 dibentuklah Danantara. Ini milestone yang luar biasa," kata Suahasil.

Penguatan kapasitas investasi

Danantara diharapkan menjadi wadah yang membuat aset negara yang dipisahkan dapat dikelola dengan kekuatan yang lebih terintegrasi. Penggabungan dan penyelarasan berbagai kekuatan aset dinilai penting untuk membuka ruang efisiensi, memperkuat kapasitas investasi, serta mendukung kerja pemerintah dalam jangka panjang.

Dalam konteks ini, efisiensi tidak semata-mata dimaknai sebagai penghematan biaya. Efisiensi juga berkaitan dengan kemampuan mengarahkan sumber daya secara lebih terkoordinasi, mengurangi tumpang tindih, dan memastikan aset negara dapat memberi kontribusi yang lebih kuat bagi agenda pembangunan.

"Membentuk Danantara, tingkatkan kapasitas investasi, gabungkan seluruh kekuatan kekayaan negara yang dipisahkan, gabungkan, sinergikan, buat supaya lebih efisien, sehingga ruang-ruang efisiensi yang membuat Danantara bisa bekerja lebih keras, kuat, bersama APBN," jelasnya.

Penekanan pada kerja bersama dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara menunjukkan bahwa Danantara tidak ditempatkan sebagai instrumen yang berjalan sendiri. APBN tetap memegang fungsi sentral dalam pembiayaan program pemerintah dan arah kebijakan fiskal, sementara Danantara diproyeksikan memperkuat kemampuan negara dalam mengelola aset serta mendukung investasi strategis.

APBN dan kebijakan fiskal berjalan searah

Suahasil menggambarkan hubungan antara APBN, kebijakan fiskal, dan Danantara sebagai hubungan yang saling mendukung. Ketiganya diarahkan untuk membantu pencapaian visi besar pemerintah dan kepentingan Republik Indonesia, bukan berdiri sebagai kebijakan yang terpisah-pisah.

"Jadi APBN sama fiskal itu mau dibilang anak kembar boleh, saudara dekat boleh, teman bekerja sejalan boleh. Untuk apa? Untuk mewujudkan visi-visi besar Presiden, untuk mewujudkan visi-visi besar Republik Indonesia," tegas Suahasil.

Bagi masyarakat, keterkaitan ini penting karena kebijakan fiskal menyentuh banyak aspek kehidupan publik, mulai dari pembiayaan layanan negara hingga dukungan terhadap program pembangunan. Ketika instrumen anggaran dan pengelolaan aset dapat bergerak searah, pemerintah memiliki ruang yang lebih besar untuk menjalankan prioritas pembangunan secara konsisten.

Peran Danantara juga dikaitkan dengan upaya memperkuat kredibilitas Indonesia dalam menjalankan agenda pembangunan. Kapasitas investasi yang lebih besar dan tata kelola aset yang semakin terintegrasi dapat menjadi bagian dari fondasi untuk menopang target pembangunan, selama pelaksanaannya tetap berorientasi pada kepentingan nasional.

Refleksi dua tahun pemerintahan

Suahasil mengingatkan bahwa penilaian terhadap dua tahun pemerintahan perlu ditempatkan dalam konteks yang lebih luas. Perkembangan yang berlangsung dalam periode tersebut perlu dipahami sebagai bagian dari upaya Indonesia membangun kemampuan untuk bekerja keras dan menjaga kepercayaan dalam menjalankan agenda nasional.

"Tapi pada kesempatan refleksi dua tahun ini, kita melihat gambar besar Republik kita. Saya berharap dengan pemahaman apa yang terjadi selama dua tahun ini, itu menjadi basis dari perspektif bahwa Indonesia bekerja keras dan kredibel," jelas dia.

Gagasan tentang “gambar besar Republik” menekankan bahwa kebijakan ekonomi dan pembangunan tidak hanya dinilai dari satu program atau satu institusi. Pembentukan Danantara, arah APBN, dan kebijakan fiskal dipandang sebagai unsur yang saling berkaitan dalam upaya memperkuat kemampuan negara menghadapi kebutuhan pembangunan.

Dengan terbentuknya Danantara pada 2025, pemerintah menempatkan pengelolaan kekayaan negara yang dipisahkan sebagai bagian penting dari strategi penguatan ekonomi nasional. Tantangan berikutnya adalah memastikan sinergi antara Danantara, APBN, dan kebijakan fiskal benar-benar menghasilkan pengelolaan yang lebih efisien serta mendukung visi pembangunan Indonesia dalam jangka panjang.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Menkeu Suahasil Ungkap Peran Danantara?

Menkeu Suahasil Ungkap Peran Danantara is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Menkeu Suahasil Ungkap Peran Danantara matter?

Menkeu Suahasil Ungkap Peran Danantara matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.