JurnalNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Pencarian Rombongan Jurnalis Hilang di Selat Sunda Resmi Ditutup

Published September 17, 2026 · Updated September 17, 2026 · By Charles Davis - jurnalnaya.com

Foto : Charles Davis - jurnalnaya.com

Operasi SAR KM Arupadatu I di Selat Sunda Resmi Dihentikan

Jurnalnaya.com – Pencarian Rombongan Jurnalis Hilang di Selat Sunda resmi dihentikan setelah operasi SAR gabungan berlangsung selama 10 hari. Keputusan tersebut disampaikan Gubernur Banten Andra Soni pada Kamis petang, 17 September 2026, dari Posko Utama di Dermaga Marina Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Operasi dihentikan karena pencarian dinilai sudah tidak efektif, meski tim gabungan telah melakukan penyisiran di sejumlah titik. Hingga penutupan operasi, petugas belum menemukan KM Arupadatu I maupun delapan orang yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak.

“Sudah tidak efektif maka dengan berat hati pelaksanaan operasi gabungan ini dinyatakan dihentikan,” kata Andra.

523 Personel Menyisir Laut, Daratan, dan Udara

Dalam operasi tersebut, sebanyak 523 personel dari berbagai unsur dikerahkan. Mereka melakukan pencarian melalui jalur laut, pesisir, daratan, hingga pemantauan dari udara untuk memperluas kemungkinan menemukan kapal cepat dan para penumpangnya.

Luas area yang dijangkau mencapai 8.509 nautical mile persegi. Cakupan itu menunjukkan besarnya wilayah perairan Selat Sunda yang harus diperiksa selama proses pencarian berlangsung.

Selat Sunda merupakan jalur perairan yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatra. Kondisi wilayah pencarian yang luas membuat operasi membutuhkan koordinasi antarlembaga serta penyebaran personel dan sarana pencarian secara terpadu.

Selain melakukan patroli laut, tim juga memeriksa informasi dan kemungkinan petunjuk dari wilayah pesisir. Pengamatan udara dilakukan untuk membantu memperluas pandangan terhadap area yang sulit dijangkau langsung oleh kapal pencari.

13 Benda Terapung Tidak Terkait KM Arupadatu I

Selama pencarian rombongan jurnalis hilang di Selat Sunda berlangsung, petugas menemukan 13 benda material yang mengapung di laut. Seluruh benda tersebut kemudian diperiksa oleh Direktorat Polisi Air dan Udara Polda Banten.

Hasil pemeriksaan memastikan bahwa material yang ditemukan tidak berhubungan dengan badan kapal ataupun perlengkapan KM Arupadatu I. Karena itu, temuan tersebut tidak dapat dijadikan bukti mengenai lokasi kapal maupun keberadaan delapan orang yang hilang kontak.

Pemeriksaan terhadap benda terapung menjadi bagian penting dalam operasi SAR. Setiap temuan perlu diverifikasi agar petugas tidak mengarahkan pencarian berdasarkan petunjuk yang belum dapat dipastikan kaitannya dengan objek yang dicari.

Operasi Bisa Dibuka Kembali Jika Ada Petunjuk Baru

Walaupun operasi SAR gabungan telah ditutup, peluang untuk melanjutkan pencarian tetap terbuka. Pemerintah daerah bersama Basarnas menyatakan operasi dapat dibuka kembali apabila muncul informasi baru yang valid dan dapat ditindaklanjuti.

Informasi mengenai keberadaan kapal, orang, atau benda yang diduga berkaitan dengan KM Arupadatu I diharapkan disampaikan melalui jalur resmi kepada pihak berwenang. Validitas laporan akan menjadi dasar bagi petugas untuk menilai kebutuhan pencarian lanjutan.

Penutupan operasi bukan berarti seluruh perhatian terhadap peristiwa ini berakhir. Jika terdapat bukti baru yang mengarah pada lokasi tertentu, unsur terkait dapat kembali mengevaluasi area pencarian dan kebutuhan pengerahan personel.

Apresiasi bagi Tim SAR dan Insan Pers

Andra Soni menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel SAR gabungan yang telah terlibat dalam pencarian selama 10 hari. Penghargaan juga diberikan kepada insan pers yang terus membantu penyebaran informasi mengenai peristiwa tersebut.

“Semoga kita mendapatkan informasi yang bisa kita tindak lanjuti dan terimakasih kepada rekan media yang 10 hari ini terus membantu operasi ini,” ujar Andra.

Penghentian pencarian rombongan jurnalis hilang di Selat Sunda menjadi hasil evaluasi atas upaya penyisiran yang telah dilakukan secara luas. Meski belum menemukan KM Arupadatu I dan delapan orang yang hilang kontak, jalur pencarian lanjutan tetap tersedia apabila muncul informasi baru yang dapat dipertanggungjawabkan.

FAQ Pencarian Rombongan Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Mengapa operasi SAR dihentikan?

Operasi dihentikan setelah berlangsung 10 hari karena pencarian dinilai sudah tidak efektif. Keputusan itu diambil setelah penyisiran di laut, daratan, dan udara belum menghasilkan temuan utama.

Berapa orang yang hilang kontak bersama KM Arupadatu I?

Sebanyak delapan orang dilaporkan hilang kontak bersama kapal cepat KM Arupadatu I.

Apakah pencarian masih dapat dilanjutkan?

Ya. Operasi dapat dibuka kembali jika ada petunjuk atau laporan baru yang valid terkait kapal, penumpang, maupun benda yang diduga berhubungan dengan KM Arupadatu I.

Ke mana masyarakat dapat menyampaikan informasi?

Masyarakat yang memiliki informasi relevan diharapkan melaporkannya melalui jalur resmi kepada pihak berwenang agar dapat diverifikasi dan ditindaklanjuti.

Related Reading