JurnalNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Penyintas Gempa NTT di Pulau Palue Dievakuasi ke Maumere

Published Agustus 24, 2026 · Updated Agustus 24, 2026 · By Karen Johnson - jurnalnaya.com

Foto : Karen Johnson - jurnalnaya.com

Penyintas Gempa NTT di Pulau Palue Dievakuasi ke Maumere untuk Perawatan Medis Lanjutan

Jurnalnaya.com – Penyintas gempa NTT di Pulau Palue, seorang pria berusia 75 tahun bernama Yohanis Riba, telah dipindahkan ke Maumere guna memperoleh penanganan medis yang lebih memadai. Kedua kakinya tertimpa material bangunan runtuh ketika gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Kondisi tersebut menuntut rujukan ke fasilitas kesehatan dengan kapasitas penanganan yang lebih lengkap dibandingkan yang tersedia di wilayah kepulauan.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menegaskan bahwa seluruh tahapan pemindahan mengutamakan kecepatan sekaligus keselamatan pasien.

"Proses evakuasi dilakukan dengan mengedepankan kecepatan dan keselamatan pasien," ujar Berton dalam keterangan tertulis pada Senin, 24 Agustus 2026.

Mekanisme Evakuasi dan Kolaborasi Lintas Sektor

Pemindahan Yohanis dari Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, dilaksanakan pada Minggu, 23 Agustus 2026. Helikopter milik Polri yang disiagakan di Pos Pendamping Nasional (Pospenas) BNPB, Bandara Frans Seda, Maumere, menjadi moda transportasi utama dalam operasi tersebut. Setibanya di daratan, Yohanis langsung dibawa ke RSUD TC Hillers, Maumere, untuk pemeriksaan lanjutan.

Operasi ini melibatkan koordinasi antara BNPB, TNI, Polri, tenaga medis, relawan, serta otoritas bandara. Sinergi lintas instansi tersebut dirancang agar pemindahan penyintas gempa NTT di Pulau Palue berlangsung tanpa hambatan berarti dan dalam waktu sesingkat mungkin. Keterbatasan infrastruktur kesehatan di kawasan kepulauan menjadi alasan utama mengapa perawatan lanjutan tidak dapat diberikan di lokasi kejadian.

Berton menjelaskan bahwa keputusan rujukan didasarkan pada hasil pemantauan medis selama beberapa hari. Luka dan memar pada kedua kaki Yohanis dinilai memerlukan intervensi yang lebih intensif, sesuatu yang tidak mampu dipenuhi oleh fasilitas kesehatan setempat.

"Mempertimbangkan luka dan memar yang dialaminya serta keterbatasan fasilitas kesehatan di wilayah kepulauan, Yohanis dirujuk untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif di fasilitas kesehatan yang memiliki dukungan medis lebih memadai," kata Berton.

Di RSUD TC Hillers, Yohanis menjalani pemeriksaan dan perawatan lanjutan yang bertujuan memperbesar peluang pemulihan kedua kakinya. Proses ini menjadi bagian dari upaya penanganan darurat pasca-gempa yang menekankan bahwa setiap penyintas memiliki kebutuhan medis berbeda dan harus ditangani sesuai kondisi masing-masing.

FAQ: Informasi Praktis Terkait Evakuasi Penyintas Gempa NTT di Pulau Palue

Apakah evakuasi medis dari wilayah kepulauan NTT dapat dilakukan secara cepat? Ya. Dalam kasus ini, helikopter Polri yang telah disiagakan di Pospenas BNPB memungkinkan pemindahan dalam satu hari kerja. Keberadaan pos pendamping di bandara utama menjadi faktor penentu kecepatan respons.

Siapa saja pihak yang terlibat dalam operasi evakuasi? Operasi melibatkan BNPB, TNI, Polri, tenaga medis, relawan, dan otoritas bandara. Koordinasi lintas sektor memastikan setiap tahapan—dari penjemputan di pulau hingga penerimaan di rumah sakit—berjalan terstruktur.

Kenapa penyintas harus dirujuk ke rumah sakit di daratan? Fasilitas kesehatan di wilayah kepulauan umumnya memiliki keterbatasan peralatan dan spesialisasi. Untuk luka yang memerlukan penanganan intensif, rujukan ke rumah sakit dengan dukungan medis lebih lengkap menjadi langkah yang tepat dan aman.

Kolaborasi lintas sektor yang telah terjalin akan terus diperkuat guna memastikan kebutuhan masyarakat terdampak ditangani secara cepat, tepat, dan manusiawi. Semangat gotong royong tetap menjadi fondasi bersama agar setiap penyintas gempa NTT di Pulau Palue maupun wilayah terdampak lainnya dapat melewati masa pemulihan dengan dukungan yang memadai.

Related Reading