JurnalNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.755/USD, Simak Sentimennya

Published Agustus 10, 2026 · Updated Agustus 10, 2026 · By Charles Davis - jurnalnaya.com

Foto : Charles Davis - jurnalnaya.com

Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.755/USD, Sentimen Positif Mendukung

Jurnalnaya.com – Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.755 per dolar AS dalam perdagangan Senin, 10 Agustus 2026. Penguatan ini mencatatkan kenaikan sebesar 142 poin atau setara dengan 0,79 persen dari posisi sebelumnya. Sebelumnya, nilai tukar rupiah berada di level Rp17.895 per dolar AS sebelum akhirnya menyentuh titik tertinggi hari ini.

Selain pergerakan di pasar spot, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang diterbitkan Bank Indonesia juga menunjukkan tren penguatan yang positif. Pada hari yang sama, JISDOR naik ke angka Rp17.795 per USD, meningkat dari level Rp17.913 per dolar AS yang dicatat pada sesi sebelumnya.

IKK Tetap di Zona Optimistis Meski Menurun

Ibrahim Assuaibi, analis pasar uang terkemuka, menjelaskan bahwa penguatan rupiah kali ini terutama didorong oleh Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang masih berada dalam zona optimistis. Meskipun terjadi penurunan, angka tersebut tetap mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap kondisi ekonomi nasional yang sedang berlangsung.

"Konsumen secara umum masih optimistis terhadap kondisi ekonomi, meski tingkat keyakinannya terus menurun dalam tiga bulan terakhir," ujarnya dalam keterangan tertulis yang dilansir Antara pada Senin, 10 Agustus 2026.

Data resmi dari Bank Indonesia menunjukkan bahwa IKK pada Juli 2026 tercatat di level 116,8. Angka ini mengalami penurunan dari 117,8 yang dicatat pada Juni 2026. Penurunan ini menandai tren ketiga secara berturut-turut sejak awal tahun.

Kendati menurun, nilai IKK masih berada di atas ambang batas 100, yang mengindikasikan konsumen tetap memiliki pandangan positif terhadap perekonomian. Bank Indonesia menyebutkan bahwa optimisme ini ditopang oleh dua komponen utama, yaitu Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK). Keduanya masing-masing berada di level optimistis dengan nilai 107,9 dan 125,7.

Menurut Ibrahim, tren penurunan IKK mengisyaratkan bahwa konsumen mulai lebih berhati-hati dalam menilai kondisi ekonomi serta mengambil keputusan terkait belanja. Apabila pola ini berlanjut, ruang pertumbuhan konsumsi berpotensi tertekan karena rumah tangga cenderung menahan pengeluaran dan lebih selektif dalam mengalokasikan pendapatan mereka.

Sentimen Politik dan Faktor Global Mendukung

Di sisi lain, sentimen positif juga datang dari pengajuan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia. Nominasi ini diajukan oleh Presiden Prabowo Subianto kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Surat Presiden (Surpres) yang memuat pengajuan tersebut telah resmi diserahkan kepada pimpinan DPR.

Dari perspektif global, Ibrahim menyoroti potensi kesepakatan antara Iran dan Oman yang dapat membuka kembali Selat Hormuz. Meskipun Iran pada Minggu, 9 Agustus, menyatakan bahwa negosiasi dengan Oman telah mencapai tahap akhir, Teheran kembali menegaskan bahwa jalur pelayaran strategis tersebut baru akan dibuka setelah Washington memenuhi sejumlah persyaratan.

Selain itu, meredanya kekhawatiran terhadap inflasi di Amerika Serikat mendorong pelaku pasar untuk mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (Fed). Hal ini diperkuat oleh data ketenagakerjaan yang lemah dari negara adidaya tersebut.

"Apalagi, bersama dengan angka ketenagakerjaan yang lemah, hal ini semakin mengurangi ekspektasi bahwa Fed akan menaikkan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang," kata Ibrahim.

Pasar keuangan juga sedang menunggu rilis Indeks Harga Konsumen (CPI) Amerika Serikat untuk bulan Juli yang dijadwalkan pada Rabu, 12 Agustus. Data inflasi tersebut menjadi salah satu indikator krusial bagi investor dalam memperkirakan arah kebijakan suku bunga Fed ke depan.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Rupiah Hari Ini

Berapa nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini? Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.755 per dolar AS pada akhir sesi perdagangan Senin, 10 Agustus 2026.

Apa faktor utama yang mendorong penguatan rupiah? Penguatan rupiah didorong oleh IKK yang masih optimistis, sentimen politik terkait pengajuan Gubernur BI, dan meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga Fed.

Kapan data inflasi AS akan dirilis? Indeks Harga Konsumen (CPI) Amerika Serikat untuk bulan Juli dijadwalkan dirilis pada Rabu, 12 Agustus 2026.

Bagaimana tren IKK dalam tiga bulan terakhir? IKK mengalami penurunan berturut-turut selama tiga bulan, dari 117,8 pada Juni menjadi 116,8 pada Juli 2026.

Related Reading