JurnalNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Seskab Teddy: Presiden Prabowo Instruksikan KSAL Terjunkan 11 Kapal Cari Jurnalis Hilang

Published September 10, 2026 · Updated September 10, 2026 · By Christopher Williams - jurnalnaya.com

Foto : Christopher Williams - jurnalnaya.com

Presiden Perintahkan Pencarian Intensif Delapan Orang Hilang di Selat Sunda

Jurnalnaya.com – Upaya pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga awak kapal yang kehilangan kontak di perairan Selat Sunda terus menjadi perhatian pemerintah. Presiden Prabowo Subianto telah memberikan instruksi kepada Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Laksamana TNI Muhammad Ali, untuk mengerahkan armada laut dalam operasi pencarian rombongan yang hilang saat menjalankan peliputan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Instruksi tersebut disampaikan segera setelah kabar putusnya komunikasi diterima pada Senin malam, 7 September 2026. TNI AL kemudian langsung mengirimkan kapal-kapal untuk mendukung pencarian di wilayah perairan Kabupaten Pandeglang, Banten. Sebanyak 11 kapal dikerahkan dalam operasi tersebut.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa respons pencarian dilakukan sejak hari pertama hilangnya kontak dengan rombongan tersebut. Pemerintah berharap operasi yang melibatkan unsur TNI AL itu dapat segera menemukan kedelapan orang dalam kondisi selamat.

"Sejak rombongan lima jurnalis bersama tiga kru kapal dilaporkan hilang kontak, sejak Senin malam (7 September 2026) Presiden Prabowo memang sudah langsung menginstruksikan KSAL untuk segera melakukan pencarian, di hari itu juga TNI AL langsung mengirim kapal-kapalnya," kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya di Jakarta, Kamis, 10 September 2026.

Kontak Terputus Saat Peliputan Gunung Anak Krakatau

Rombongan diketahui berangkat untuk meliput aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Mereka meninggalkan Dermaga Pagedongan di Carita, Pandeglang, sekitar pukul 14.00 WIB pada Senin, 7 September 2026. Komunikasi dengan kapal itu kemudian terputus sepenuhnya pada sekitar pukul 15.04 WIB.

Selat Sunda merupakan jalur perairan yang memisahkan Pulau Jawa dan Sumatra, sekaligus kawasan yang berada dekat dengan Gunung Anak Krakatau. Dalam kondisi seperti ini, pencarian di laut memerlukan pemantauan menyeluruh terhadap area operasi, koordinasi antartim, serta perhatian terhadap keselamatan para personel yang terlibat.

Pengerahan kapal-kapal TNI AL menjadi bagian penting untuk memperluas jangkauan pencarian di perairan. Armada laut dapat digunakan untuk menyisir area, melakukan pengamatan dari kapal, serta mendukung koordinasi pencarian di lapangan. Operasi tersebut difokuskan pada upaya menemukan posisi rombongan setelah komunikasi mereka terhenti.

Lima Jurnalis dan Tiga Kru Kapal

Lima jurnalis yang berada dalam rombongan itu ialah M Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudhistiro dari iNews, Firdaus dari Anadolu, serta Donal yang bekerja sebagai jurnalis lepas. Mereka melakukan perjalanan bersama tiga kru kapal.

Tiga anggota kru tersebut adalah Warta selaku kapten kapal, Surakman sebagai anak buah kapal, dan Heriyanto yang bertugas sebagai pemandu. Total terdapat delapan orang yang dicari setelah hilang kontak di kawasan Selat Sunda.

Peristiwa ini menyoroti risiko yang dapat muncul dalam kegiatan peliputan di wilayah perairan dan area sekitar gunung api aktif. Tugas jurnalistik di lokasi seperti itu kerap membutuhkan perjalanan menuju area yang jauh dari daratan, sehingga komunikasi dan kesiapan pencarian menjadi unsur penting ketika terjadi keadaan darurat.

Namun, fokus utama saat ini tetap pada keselamatan seluruh anggota rombongan. Pemerintah meminta doa masyarakat agar pencarian membuahkan hasil dalam waktu dekat dan semua orang yang berada di kapal dapat ditemukan dengan selamat.

"Doa kita untuk keselamatan seluruh rombongan. Semoga segera ditemukan dalam keadaan selamat," ujar Teddy.

Harapan Agar Operasi Segera Memberikan Hasil

Pencarian terhadap rombongan tersebut menjadi pekerjaan yang mendesak karena waktu sejak komunikasi terakhir terus berjalan. Pengiriman 11 kapal menunjukkan skala perhatian terhadap operasi di Selat Sunda. Setiap perkembangan pencarian akan penting bagi keluarga, rekan kerja, dan pihak-pihak yang menunggu kabar mengenai keselamatan delapan orang tersebut.

Keterlibatan unsur laut dalam operasi ini juga mencerminkan perlunya penanganan cepat ketika sebuah kapal kehilangan kontak di perairan. Dengan area pencarian yang melibatkan laut terbuka dan kondisi lapangan yang dapat berubah, koordinasi menjadi faktor penting agar penyisiran dapat dilakukan secara efektif.

Sampai pencarian menghasilkan temuan, perhatian publik tertuju pada keselamatan lima jurnalis dan tiga kru kapal yang berangkat dari Carita untuk menjalankan tugas peliputan. Harapan bersama adalah agar operasi yang telah digelar segera membawa kabar baik bagi seluruh rombongan.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Seskab Teddy?

Seskab Teddy is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Seskab Teddy matter?

Seskab Teddy matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.