JurnalNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara Bahas Kemungkinan Berpisah dari Inggris

Published September 13, 2026 · Updated September 13, 2026 · By Emily Thomas - jurnalnaya.com

Foto : Emily Thomas - jurnalnaya.com

Pemimpin Tiga Wilayah UK Bertemu Bahas Masa Depan Konstitusional

Jurnalnaya.com – Skotlandia Wales dan Irlandia Utara menjadi pusat perhatian menjelang pertemuan di Cardiff, Wales, pada Senin. Para pemimpin ketiga wilayah dijadwalkan membahas masa depan hubungan dengan Inggris dan Britania Raya (UK), di tengah kembali menguatnya wacana kemerdekaan Skotlandia serta reunifikasi Pulau Irlandia.

Menteri Utama Skotlandia John Swinney, Menteri Utama Wales Rhun ap Iorwerth, dan Menteri Utama Irlandia Utara Michelle O'Neill akan hadir dalam forum tersebut. Presiden Sinn Fein Mary Lou McDonald juga dijadwalkan mengikuti pertemuan di ibu kota Wales itu.

Pembicaraan diperkirakan menghasilkan nota kesepahaman untuk mempererat kerja sama antardaerah. Sejumlah isu yang akan dibahas meliputi ekonomi, energi, hubungan dengan Eropa, dan persoalan konstitusional, termasuk hak setiap wilayah menentukan masa depannya melalui proses demokratis.

Kerja Sama di Tengah Perdebatan Konstitusi

Pertemuan itu tidak serta-merta berarti ketiga wilayah telah sepakat meninggalkan UK. Namun, dialog Skotlandia Wales dan Irlandia Utara di Cardiff dapat memperkuat koordinasi politik para pemimpin yang mendukung perubahan dalam hubungan wilayah dengan pemerintah pusat di London.

Bagi masing-masing wilayah, isu konstitusional bukan hanya soal identitas politik. Perdebatan tersebut berkaitan dengan pembagian kewenangan pemerintahan, kebijakan ekonomi dan energi, kedekatan dengan Eropa, serta kemampuan daerah menetapkan prioritas publiknya sendiri.

Swinney menyebut hadirnya pemimpin pro-kemerdekaan di tiga wilayah sebagai perkembangan penting dalam pembicaraan mengenai masa depan UK. Menurutnya, perubahan peta politik memperlihatkan perhatian yang semakin besar terhadap pilihan konstitusional.

“Untuk pertama kalinya, Skotlandia, Wales dan Irlandia Utara dipimpin oleh menteri utama yang pro-kemerdekaan,” kata Swinney.

Ia mengatakan pertemuan di Cardiff akan berfokus pada perluasan kerja sama lintaswilayah dan cara masing-masing pihak menanggapi aspirasi kemerdekaan. Walaupun kepentingan politik mereka tidak sepenuhnya sama, ketiganya menghadapi pertanyaan serupa mengenai batas kewenangan pemerintah daerah dan pemerintah UK.

Reunifikasi Irlandia Kembali Menjadi Sorotan

Agenda pertemuan berlangsung setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menyatakan dukungan terhadap kemungkinan Irlandia bersatu. Dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Irlandia Micheál Martin di Dublin pada Sabtu, Trump mengatakan ia akan menyambut penyatuan tersebut.

“Saya akan senang melihatnya bersatu,” kata Trump.

Trump juga berpendapat reunifikasi pada akhirnya akan terjadi dan tidak perlu terus ditunda. Pernyataan itu kembali menarik perhatian internasional pada status Irlandia Utara, yang masih menjadi bagian dari UK, sementara Republik Irlandia merupakan negara berdaulat terpisah.

Gagasan penyatuan Pulau Irlandia tetap menjadi isu yang sensitif karena berdampak luas bagi masyarakat di kedua sisi perbatasan. Good Friday Agreement 1998 menyediakan kerangka untuk referendum mengenai status konstitusional Irlandia Utara apabila terdapat tanda bahwa mayoritas warga kemungkinan memilih meninggalkan UK dan bergabung dengan Republik Irlandia.

London Belum Mendukung Referendum Baru

Di Skotlandia, tuntutan referendum kemerdekaan masih menjadi salah satu sumber perbedaan antara Edinburgh dan London. Perdana Menteri UK Andy Burnham sebelumnya mengatakan referendum dapat dilaksanakan apabila terdapat “konsensus yang jelas” bahwa pemungutan suara baru diperlukan.

Namun, Burnham kemudian mengirim surat kepada Swinney untuk menegaskan pemerintah UK tidak akan mendukung referendum kemerdekaan Skotlandia sebelum pemilihan umum berikutnya. Pemerintah pusat menilai belum ada kesepakatan publik yang cukup kuat untuk memulai kembali proses referendum.

Sikap London juga mencakup status Irlandia Utara. Burnham menyatakan belum ada bukti jelas bahwa mayoritas penduduk di wilayah tersebut ingin keluar dari UK. Posisi ini menunjukkan pemerintah pusat tetap mempertahankan mekanisme yang berlaku sambil menolak dorongan referendum baru dalam waktu dekat.

FAQ

Apa tujuan pertemuan para pemimpin di Cardiff?

Pertemuan tersebut bertujuan memperkuat kerja sama Skotlandia Wales dan Irlandia Utara dalam bidang ekonomi, energi, hubungan dengan Eropa, serta pembahasan mengenai masa depan konstitusional masing-masing wilayah.

Apakah pertemuan ini berarti ketiga wilayah akan langsung keluar dari UK?

Tidak. Forum di Cardiff merupakan ruang koordinasi politik dan pembahasan aspirasi konstitusional. Tidak ada keputusan otomatis untuk memisahkan diri dari UK.

Bagaimana referendum status Irlandia Utara dapat dilakukan?

Good Friday Agreement 1998 membuka kemungkinan referendum jika terdapat tanda bahwa mayoritas warga Irlandia Utara kemungkinan memilih meninggalkan UK dan bergabung dengan Republik Irlandia.

Related Reading