Skip to content
Royal desk
Oktober 15, 2026 JurnalNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
News

3 Pegawai Pemkab Jayawijaya Tewas Ditembak, Ini Identitasnya

Lisa Thomas - jurnalnaya.com 4 mins read

Tiga aparatur dari Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya meninggal dunia setelah menjadi korban penembakan di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Papua

3 Pegawai Pemkab Jayawijaya Tewas Ditembak, Ini Identitasnya

Tiga Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya Meninggal dalam Penembakan di Muliama

Jurnalnaya.com – Tiga aparatur dari Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya meninggal dunia setelah menjadi korban penembakan di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Papua Pegunungan, pada Rabu sore, 9 September 2026. Mereka berada dalam rombongan yang menjalankan kegiatan pemerintahan sekaligus mengantar bantuan ternak bagi warga.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 15.53 WIT. Saat itu, sebanyak 11 pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya berangkat dari Wamena menuju Distrik Muliama untuk melihat pelaksanaan kegiatan cetak sawah. Dalam perjalanan kegiatan tersebut, rombongan juga membawa bantuan berupa ternak babi yang direncanakan diserahkan kepada masyarakat.

Petugas masih menelusuri keseluruhan rangkaian kejadian, termasuk motif penembakan dan identitas pihak yang bertanggung jawab. Delapan saksi telah dimintai keterangan dalam penyelidikan awal. Aparat juga melakukan penyisiran di sekitar Puskesmas Muliama, yang berada di kawasan tempat insiden berlangsung, untuk mencari pelaku.

Korban berasal dari Dinas Pertanian Jayawijaya

Ketiga korban merupakan pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. Korban pertama adalah WB, perempuan berusia 24 tahun. Ia mengalami luka tembak di bagian pinggang kanan dan sempat memperoleh penanganan medis di RSUD Wamena. Namun, nyawanya tidak tertolong setelah menjalani perawatan.

Korban kedua, AR, adalah perempuan berusia 49 tahun yang menjabat sebagai Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. AR terkena tembakan pada bagian perut dan dinyatakan meninggal di lokasi kejadian.

Korban ketiga ialah AAM, laki-laki berusia 35 tahun, juga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. Ia mengalami luka tembak pada bagian belakang kepala serta tangan kiri. AAM dinyatakan meninggal di tempat kejadian.

Para korban kemudian dibawa ke RSUD Wamena. Penanganan terhadap korban menjadi bagian dari respons awal setelah insiden, sementara proses pengamanan dan pengumpulan informasi di lapangan terus dilakukan.

Penyelidikan diarahkan untuk mengungkap pelaku

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh. Langkah itu mencakup penelusuran kronologi, pengenalan pihak-pihak yang terlibat, hingga upaya membawa pelaku ke proses hukum.

Kami memastikan proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap kronologi, mengidentifikasi para pelaku, serta memastikan mereka mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Faizal menyatakan kekerasan yang menimpa warga sipil tidak dapat dibenarkan. Aparat keamanan, katanya, tetap melanjutkan upaya untuk mengungkap kasus ini dan menangkap pihak yang melakukan penembakan.

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 juga menyampaikan komitmen yang sama dalam penanganan perkara tersebut. Penegakan hukum menjadi fokus utama agar peristiwa kekerasan terhadap pegawai yang tengah menjalankan tugas tidak berhenti pada tahap penyelidikan awal.

Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz bersama Polres Jayawijaya akan mengusut tuntas aksi penembakan ini dan berupaya semaksimal mungkin mengungkap serta menangkap para pelaku sesuai ketentuan hukum.

Rombongan disebut sempat dipisahkan

Dalam pendalaman peristiwa, terdapat informasi bahwa sebelum penembakan berlangsung, anggota rombongan yang bukan orang asli Papua atau OAP dipisahkan dari anggota lain yang merupakan OAP. Keterangan itu masih menjadi bagian dari materi yang diperiksa petugas untuk mendapatkan gambaran kejadian secara utuh.

Pemeriksaan saksi dan penyisiran lokasi penting untuk menguji berbagai informasi yang muncul setelah insiden. Aparat perlu memastikan urutan kejadian, posisi masing-masing anggota rombongan, serta keadaan di sekitar Kampung Muliama saat penembakan terjadi.

Rombongan tersebut sebelumnya bergerak untuk meninjau program cetak sawah, sebuah kegiatan yang berkaitan dengan sektor pertanian di Kabupaten Jayawijaya. Kehadiran bantuan ternak babi dalam agenda perjalanan menunjukkan bahwa aktivitas itu juga memiliki tujuan pelayanan bagi masyarakat setempat.

Penembakan terhadap pegawai sipil dalam kegiatan pelayanan publik berdampak langsung pada keluarga korban, rekan kerja, dan warga yang menunggu pelaksanaan program. Karena itu, pengungkapan fakta secara cermat menjadi penting untuk memberikan kepastian atas perkara tersebut sekaligus memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan.

Hingga Kamis, 10 September 2026, petugas keamanan masih mendalami seluruh fakta di lapangan. Identitas para korban telah dikonfirmasi, sedangkan pencarian terhadap pelaku dan pengumpulan bukti terus dilakukan di wilayah Distrik Muliama.

Frequently Asked Questions

What is 3 Pegawai Pemkab Jayawijaya Tewas Ditembak?

3 Pegawai Pemkab Jayawijaya Tewas Ditembak is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does 3 Pegawai Pemkab Jayawijaya Tewas Ditembak matter?

3 Pegawai Pemkab Jayawijaya Tewas Ditembak matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a reply