719 Kebakaran Melanda NTB hingga Agustus 2026, Kerugian Capai Rp70,9 Miliar
Mataram menghadapi catatan kedaruratan yang cukup tinggi sepanjang delapan bulan pertama 2026. Dari 1 Januari sampai 31 Agustus, Nusa Tenggara Barat mencatat
719 Kebakaran Terjadi di NTB hingga Akhir Agustus 2026
Jurnalnaya.com – Mataram menghadapi catatan kedaruratan yang cukup tinggi sepanjang delapan bulan pertama 2026. Dari 1 Januari sampai 31 Agustus, Nusa Tenggara Barat mencatat 719 peristiwa kebakaran dengan nilai kerugian yang diperkirakan melampaui Rp70,97 miliar.
Data tersebut memperlihatkan bahwa ancaman api masih banyak muncul di kawasan yang dekat dengan aktivitas sehari-hari warga. Kebakaran permukiman menjadi jenis kejadian terbanyak, sementara kebakaran lahan juga menempati posisi tinggi. Kondisi ini menjadi perhatian penting, terutama ketika musim kemarau meningkatkan risiko api cepat meluas.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah NTB, Sadimin, menyebut kejadian kebakaran selama periode itu paling banyak berkaitan dengan rumah warga dan area lahan.
“Kebakaran permukiman menjadi yang tertinggi dengan 212 kejadian, disusul kebakaran lahan sebanyak 188 kejadian dan kategori lainnya sebanyak 99 kejadian. Sementara itu, kebakaran di Tempat Pembuangan Sampah (TPA) tercatat 85 kejadian,” ujar Sadimin.
Permukiman dan Lahan Jadi Titik Risiko Terbesar
Dari seluruh kejadian yang tercatat, api melanda kawasan permukiman sebanyak 212 kali. Kebakaran lahan menyusul dengan 188 kejadian. Selain itu, terdapat 99 kejadian yang masuk kelompok kategori lain serta 85 kebakaran di tempat pembuangan sampah.
Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, NTB tidak mencatat kebakaran hutan. Meski demikian, sejumlah lokasi dan fasilitas tetap terdampak kebakaran. Pusat ekonomi mengalami 55 kejadian, sektor transportasi 30 kejadian, dan objek vital sebanyak 22 kejadian.
Kebakaran juga terjadi pada 11 kantor, delapan fasilitas pendidikan, lima hotel atau penginapan, serta masing-masing dua fasilitas kesehatan dan tempat ibadah. Ragam lokasi tersebut menunjukkan bahwa pencegahan kebakaran tidak hanya perlu diterapkan di rumah, tetapi juga di ruang publik, tempat usaha, dan fasilitas pelayanan masyarakat.
Lombok Timur Catat Kejadian Kebakaran Tertinggi
Jika dilihat per wilayah, Kabupaten Lombok Timur mencatat jumlah kebakaran terbanyak dengan 131 kejadian. Lombok Tengah berada di urutan berikutnya dengan 103 kejadian, disusul Lombok Barat sebanyak 98 kasus.
Kabupaten Bima mencatat 81 kejadian. Lombok Utara dan Sumbawa masing-masing mengalami 79 kebakaran. Di Kota Mataram terdapat 63 kejadian, sedangkan Sumbawa Barat mencatat 37 kasus dan Kota Bima 33 kasus. Dompu menjadi daerah dengan jumlah paling rendah, yakni 15 kejadian.
Kecepatan penanganan menjadi salah satu faktor penting untuk membatasi dampak api. Dari total 719 peristiwa, sebanyak 527 kejadian dapat ditangani dalam waktu kurang dari 15 menit. Namun, terdapat 65 kejadian yang mendapat respons lebih dari 15 menit, sementara 52 kejadian belum memiliki catatan waktu respons.
Angka tersebut menegaskan pentingnya pelaporan cepat dari warga ketika melihat api, asap, atau potensi bahaya kebakaran. Informasi lokasi yang jelas dapat membantu petugas menentukan rute dan mempercepat tindakan di lapangan.
Layanan Damkar Menangani Ribuan Kejadian Non-Kebakaran
Selain menghadapi kebakaran, petugas pemadam kebakaran di NTB juga menjalankan berbagai layanan penyelamatan. Dalam periode yang sama, tercatat 2.082 kejadian non-kebakaran yang membutuhkan penanganan.
Penanganan hewan berbahaya dan penyelamatan hewan menjadi layanan yang paling sering dilakukan. Jumlahnya mencapai 1.036 kejadian, atau hampir separuh dari keseluruhan laporan non-kebakaran. Kondisi tersebut mencerminkan perubahan kebutuhan masyarakat terhadap layanan damkar, yang kini tidak terbatas pada pemadaman api.
Jenis layanan lain meliputi evakuasi sarang tawon atau lebah sebanyak 253 kejadian, pelepasan cincin 209 kejadian, serta penanganan pohon tumbang sebanyak 205 kejadian. Petugas juga melakukan 129 operasi penyelamatan, 99 distribusi air bersih, 26 pertolongan pertama pada kecelakaan, dan 23 penanganan bencana alam. Sebanyak 102 kejadian masuk dalam kategori lainnya.
“Dari data tersebut, tercatat 12 orang mengalami luka-luka dan empat orang meninggal dunia dalam berbagai kejadian non-kebakaran tersebut. Kejadian itu juga memberikan manfaat layanan kepada 1.819 Kepala Keluarga atau 5.375 jiwa,” ungkap Sadimin.
Hewan Berbahaya Banyak Ditangani di Lombok Utara dan Lombok Barat
Kabupaten Lombok Timur menjadi wilayah dengan jumlah kejadian non-kebakaran tertinggi, yakni 361 peristiwa. Lombok Tengah mencatat 352 kejadian, Lombok Utara 318 kejadian, dan Lombok Barat 273 kejadian.
Di wilayah lain, Kota Mataram mengalami 226 kejadian non-kebakaran, Kota Bima 215 kejadian, Sumbawa Barat 144 kejadian, Kabupaten Sumbawa 134 kejadian, Kabupaten Bima 82 kejadian, serta Dompu 69 kejadian.
Lombok Utara mencatat 154 penanganan hewan berbahaya dari total 318 kejadian non-kebakaran. Di Lombok Barat, layanan serupa mencapai 120 kasus dari 273 kejadian. Tingginya angka ini memperlihatkan besarnya kebutuhan warga akan bantuan petugas untuk menghadapi hewan yang masuk ke rumah atau lingkungan permukiman.
“Ini menunjukkan bahwa peran Damkar saat ini sudah jauh bergeser. Masyarakat tidak hanya memanggil Damkar saat kebakaran, tetapi untuk hampir semua kondisi darurat mulai dari hewan liar masuk rumah, cincin tidak bisa dilepas, hingga pohon tumbang menutup jalan,” terangnya.
Catatan kedaruratan tersebut juga muncul di tengah sejumlah peristiwa kebakaran yang mendapat perhatian warga, termasuk kobaran api di rumah adat Sade, Lombok Tengah, pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026.
Warga Diminta Lebih Waspada Saat Kemarau
Sadimin mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kehati-hatian pada musim kemarau. Sebagian besar kebakaran terjadi di area hunian dan lahan, dengan kelalaian manusia menjadi salah satu pemicunya.
Langkah sederhana seperti memastikan sumber api telah padam, memperhatikan penggunaan listrik, dan tidak membakar material di area yang mudah terbakar dapat membantu mengurangi risiko. Warga juga diminta segera menghubungi hotline yang tersedia apabila menemukan keadaan darurat non-kebakaran agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is 719 Kebakaran Melanda NTB hingga Agustus 2026?
719 Kebakaran Melanda NTB hingga Agustus 2026 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does 719 Kebakaran Melanda NTB hingga Agustus 2026 matter?
719 Kebakaran Melanda NTB hingga Agustus 2026 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
