Skip to content
Royal desk
Oktober 15, 2026 JurnalNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
News

Aksi Pemadaman Lampu 1 Jam di DKI Kurangi 74 Ton Emisi Karbon

Karen Johnson - jurnalnaya.com 4 mins read

Partisipasi warga, pengelola bangunan, dan pelaku usaha dalam aksi pemadaman lampu selama satu jam di DKI Jakarta menghasilkan pengurangan emisi karbon

Aksi Pemadaman Lampu 1 Jam di DKI Kurangi 74 Ton Emisi Karbon

Pemadaman Lampu Sejam di Jakarta Tekan Emisi Karbon hingga 74,23 Ton CO₂e

Jurnalnaya.com – Partisipasi warga, pengelola bangunan, dan pelaku usaha dalam aksi pemadaman lampu selama satu jam di DKI Jakarta menghasilkan pengurangan emisi karbon sebesar 74,23 ton CO₂e. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 19 September 2026, tersebut digelar untuk memperingati Hari Ozon Sedunia sekaligus mengajak masyarakat memperkuat kebiasaan menggunakan energi secara lebih bijak.

Capaian itu menunjukkan bahwa perubahan sederhana dalam penggunaan listrik dapat memberi dampak terukur ketika dilakukan secara serentak. Pemadaman lampu dalam durasi 60 menit menjadi simbol keterlibatan bersama dalam menjaga lingkungan, baik dari rumah, perkantoran, pusat kegiatan usaha, maupun berbagai fasilitas lainnya.

Penghematan Energi Meningkat

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mencatat hasil aksi kali ini lebih baik dibandingkan kegiatan sejenis pada peringatan Hari Lingkungan Hidup, 13 Juni 2026. Pada kegiatan sebelumnya, penghematan energi tercatat sebesar 75,18 MWh.

Peningkatan capaian pada aksi Hari Ozon Sedunia mencapai 23,42 persen. Angka tersebut menjadi gambaran bahwa keterlibatan publik dalam gerakan hemat energi terus memiliki ruang untuk diperluas. Dalam skala perkotaan seperti Jakarta, keputusan untuk mematikan penggunaan listrik yang tidak diperlukan dapat berkontribusi pada pengurangan jejak karbon secara kolektif.

Kepala DLH DKI Jakarta Dudi Gardesi menekankan bahwa aksi tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial. Ia mengajak masyarakat melihat kepedulian lingkungan sebagai bagian dari rutinitas yang bisa diterapkan setiap hari.

“Aksi satu jam ini mengingatkan kita bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui kebiasaan sehari-hari,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Dudi Gardesi.

Pesan itu relevan karena penghematan energi tidak selalu memerlukan perubahan besar atau peralatan baru. Banyak langkah dapat dimulai dari kebiasaan yang dekat dengan aktivitas harian, seperti memastikan lampu dimatikan saat ruangan tidak digunakan, menyesuaikan pemakaian perangkat elektronik, dan menghindari konsumsi listrik yang tidak perlu.

Langkah Kecil dari Rumah hingga Tempat Usaha

Dudi menyampaikan bahwa keberhasilan penurunan emisi tersebut semestinya memperkuat dorongan masyarakat untuk menjalankan pola hidup hemat energi secara berkelanjutan. Lingkungan rumah, tempat kerja, dan ruang usaha menjadi titik penting karena penggunaan listrik berlangsung setiap hari di lokasi-lokasi tersebut.

“Mematikan lampu yang tidak diperlukan dan menggunakan peralatan listrik sesuai kebutuhan merupakan langkah sederhana yang bisa kita lakukan bersama. Jika dijalankan secara konsisten, manfaatnya dapat terus bertambah,” kata Dudi.

Penggunaan energi secara efisien dapat dimulai dengan menyesuaikan perangkat yang menyala dengan kebutuhan nyata. Lampu di ruangan kosong, peralatan elektronik yang dibiarkan aktif tanpa digunakan, maupun pendingin ruangan yang tetap menyala saat tidak diperlukan merupakan hal-hal yang dapat diperhatikan dalam kegiatan sehari-hari.

Pada siang hari, warga juga dianjurkan memanfaatkan pencahayaan alami apabila kondisi ruang memungkinkan. Kebiasaan ini dapat membantu mengurangi kebutuhan lampu tanpa mengabaikan kenyamanan saat beraktivitas. Selain itu, perangkat elektronik dan pendingin ruangan perlu dimatikan ketika tidak digunakan agar konsumsi listrik tidak berlangsung sia-sia.

Bagi pengelola gedung dan tempat usaha, pengaturan listrik dapat disesuaikan dengan jam operasional. Pengelolaan tersebut tetap perlu mempertimbangkan kenyamanan pengguna bangunan dan keselamatan. Artinya, upaya penghematan tidak berarti mengurangi standar keamanan maupun mengabaikan kebutuhan penerangan pada area yang memang harus tetap aktif.

Partisipasi Bersama untuk Lingkungan

DLH DKI Jakarta memberikan apresiasi kepada masyarakat, pengelola gedung, serta pelaku usaha yang ikut menjalankan pemadaman lampu selama kegiatan berlangsung. Keterlibatan berbagai pihak menjadi unsur penting karena manfaat penghematan energi akan semakin besar apabila dilakukan secara luas dan konsisten.

Aksi selama satu jam juga menjadi pengingat bahwa tanggung jawab terhadap lingkungan tidak hanya berada pada satu kelompok. Warga dapat berperan melalui pilihan sehari-hari di rumah. Pengelola bangunan dapat mengambil peran lewat pengaturan operasional yang efisien. Sementara itu, pelaku usaha dapat menempatkan penghematan energi sebagai bagian dari pengelolaan aktivitas mereka.

Pengurangan 74,23 ton CO₂e yang dicapai dalam kegiatan ini memperlihatkan nilai dari tindakan kolektif. Satu kebiasaan sederhana mungkin terasa kecil apabila dilakukan sendiri, tetapi dampaknya dapat berkembang ketika menjadi gerakan bersama. Karena itu, semangat pemadaman lampu satu jam diharapkan tidak berhenti setelah peringatan Hari Ozon Sedunia.

Konsistensi menjadi kunci agar penghematan energi dapat terus memberikan manfaat. Dengan memanfaatkan cahaya alami, mematikan perangkat saat tidak dipakai, serta menggunakan listrik sesuai kebutuhan, warga Jakarta dapat menjadikan kepedulian lingkungan sebagai bagian yang wajar dari kehidupan sehari-hari.

Frequently Asked Questions

What is Aksi Pemadaman Lampu 1 Jam di DKI?

Aksi Pemadaman Lampu 1 Jam di DKI is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Aksi Pemadaman Lampu 1 Jam di DKI matter?

Aksi Pemadaman Lampu 1 Jam di DKI matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a reply