Skip to content
Royal desk
Agustus 28, 2026 JurnalNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
News

Arisan Online Bodong Rp71 Miliar Dibongkar, Warga Bali Jadi Tersangka

Mark Williams - jurnalnaya.com 3 mins read

Surabaya – Polda Jawa Timur berhasil membongkar jaringan Arisan Online Bodong Rp71 Miliar yang merugikan ribuan masyarakat di seluruh Indonesia. Dalam operasi

Arisan Online Bodong Rp71 Miliar Dibongkar, Warga Bali Jadi Tersangka

Tersangka Bali Ditangkap Terkait Arisan Online Bodong Rp71 Miliar

Jurnalnaya.com – Surabaya – Polda Jawa Timur berhasil membongkar jaringan Arisan Online Bodong Rp71 Miliar yang merugikan ribuan masyarakat di seluruh Indonesia. Dalam operasi besar-besaran ini, petugas menetapkan warga Bali berinisial JNK sebagai tersangka utama. Selain itu, pihak kepolisian juga menyita tiga unit kendaraan bermotor serta melakukan penelusuran terhadap aset-aset lain yang berkaitan dengan tindak pidana tersebut. Kasus ini menjadi salah satu penipuan terbesar yang melibatkan platform digital di Indonesia.

Kasus ini terungkap setelah adanya laporan dari para korban yang mengikuti program arisan melalui platform media sosial. Kombes Pol Bimo Ariyanto, Direktur Reserse Siber Polda Jatim, menyampaikan bahwa pengungkapan dilakukan di Surabaya pada Rabu, 12 Agustus 2026, sebagaimana dilaporkan oleh Antara. Operasi ini menunjukkan komitmen kepolisian dalam menangani kejahatan siber yang semakin marak di era digital.

Perputaran Dana dan Metode Promosi

Tim penyidik melakukan pemantauan terhadap transaksi keuangan tersangka mulai Juni 2025 hingga Juli 2026. Hasilnya, ditemukan perputaran dana yang mencapai Rp71 miliar. Tersangka aktif mempromosikan program arisan melalui akun Instagram dengan menjanjikan keuntungan besar serta mengklaim bahwa arisan tersebut aman dan legal. Metode promosi yang digunakan sangat menarik perhatian masyarakat dari berbagai daerah.

Dalam promosi tersebut, tersangka mencantumkan berbagai keterangan mengenai keamanan, kepercayaan, dan legalitas arisan, seperti 100 persen bersertifikasi, arisan paling aman terpercaya, konsisten, owner amanah, serta testimoni riil.

Bimo Ariyanto menambahkan bahwa tersangka menawarkan dua jenis program, yaitu arisan menurun dan BLW atau Beli Lelang Wisuda. Dalam pelaksanaannya, tersangka dibantu oleh tiga orang admin yang bertanggung jawab atas verifikasi data, promosi program, pengelolaan grup WhatsApp, serta pengingat pembayaran bagi para anggota. Sistem kerja yang terorganisir membuat program ini terlihat profesional dan meyakinkan.

Modus Fiktif dan Jumlah Korban

Untuk menciptakan kesan bahwa slot arisan terisi oleh anggota sungguhan, tersangka menggunakan nama-nama UO sebagai anggota fiktif. Nama-nama ini sengaja dimasukkan agar arisan terlihat aktif dan berjalan lancar, sehingga menarik minat calon anggota baru. Pada fase awal, sebagian anggota memang sempat menerima pencairan dana. Namun, ketika jumlah anggota meningkat dan dana terkumpul semakin besar, tersangka mulai sulit dihubungi hingga akhirnya menghilang.

Menurut keterangan resmi, terdapat 140 korban dengan modus yang sama berasal dari berbagai wilayah di Indonesia. Dari jumlah tersebut, lima orang merupakan korban yang berasal dari Jawa Timur. Salah satu korban dilaporkan mengalami kerugian lebih dari Rp800 juta. Polisi juga masih melakukan penelusuran terhadap kemungkinan adanya aset lain serta pihak-pihak yang terlibat dalam jaringan penipuan tersebut.

Pendalaman sementara, terdapat 140 korban dengan modus sama berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Untuk yang dari Jatim sementara lima orang.

Kepolisian juga berencana memanggil sejumlah figur publik yang menjadi endorser dalam promosi arisan tersebut. Langkah ini bertujuan untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam proses hukum yang sedang berlangsung. Barang bukti pengungkapan kasus ini juga telah ditampilkan di Mapolda Jatim, Surabaya, pada Rabu (12/8/2026) oleh ANTARA/Willi Irawan.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kasus Arisan Online Bodong Rp71 Miliar

Berapa total kerugian yang dialami para korban? Total kerugian mencapai Rp71 miliar berdasarkan perputaran dana yang berhasil dilacak oleh tim penyidik selama periode Juni 2025 hingga Juli 2026.

Siapa saja yang menjadi tersangka dalam kasus ini? Tersangka utama adalah warga Bali berinisial JNK. Selain itu, tiga orang admin juga terlibat dalam operasional program arisan tersebut.

Bagaimana cara korban melaporkan kerugian? Korban dapat menghubungi langsung Polda Jawa Timur atau mengunjungi kantor polisi terdekat di wilayah masing-masing untuk membuat laporan resmi.

Apakah ada figur publik yang terlibat? Ya, kepolisian berencana memanggil sejumlah figur publik yang menjadi endorser dalam promosi arisan tersebut untuk memberikan keterangan lengkap.

Kapan operasi pengungkapan dilakukan? Operasi pengungkapan dilakukan pada Rabu, 12 Agustus 2026, di Surabaya dengan melibatkan tim Reserse Siber Polda Jatim.

Leave a reply