Skip to content
Royal desk
Oktober 15, 2026 JurnalNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
News

BNPB Mulai Bangun 2.029 Huntara untuk Penyintas Gempa di Manggarai Timur

Michael Rodriguez - jurnalnaya.com 4 mins read

Upaya pemulihan pascagempa di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, mulai memasuki tahap penyediaan tempat tinggal bagi warga yang rumahnya

BNPB Mulai Bangun 2.029 Huntara untuk Penyintas Gempa di Manggarai Timur

BNPB Siapkan Ribuan Hunian Sementara bagi Warga Terdampak Gempa di Manggarai Timur

Jurnalnaya.com – Upaya pemulihan pascagempa di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, mulai memasuki tahap penyediaan tempat tinggal bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur memulai pembangunan 2.029 unit hunian sementara atau huntara.

Hunian tersebut ditujukan bagi keluarga yang tidak lagi dapat menempati rumah mereka dengan aman akibat dampak gempa. Tahap awal pembangunan dipusatkan di Kecamatan Borong, dengan penyerahan satu unit huntara kepada sebuah keluarga penyintas di Kampung Bugis, Kelurahan Kota Ndora, pada 17 September 2026.

Penyediaan huntara menjadi bagian penting dalam penanganan pascabencana. Warga yang rumahnya rusak berat membutuhkan tempat tinggal yang layak selama proses pemulihan berjalan dan sebelum pembangunan hunian tetap dapat dilaksanakan.

Prioritas bagi Rumah dengan Kerusakan Berat

Direktur Penanganan Darurat Wilayah II BNPB, dr. Riswandi, menyampaikan bahwa proyek tersebut lahir dari kerja sama BNPB dan pemerintah daerah untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat terdampak gempa.

“Hunian sementara ini dibuat agar masyarakat terhindar dari debu, panas, dan dingin, serta meringankan beban akibat gempa,” ujar Riswandi, Jumat, 18 September 2026.

Ia menegaskan, penghuni huntara akan diprioritaskan dari kelompok warga dengan rumah berkategori rusak berat. Pemerintah menyiapkan total 2.029 unit sebagai langkah untuk menyediakan ruang tinggal sementara bagi masyarakat yang paling terdampak.

“Untuk sementara, di Manggarai Timur ada 2.029 hunian yang akan dibangun,” katanya.

Setelah pelaksanaan awal di Kecamatan Borong, pembangunan akan diarahkan ke kawasan terdampak lain yang memiliki kebutuhan serupa. Penentuan lokasi lanjutan berkaitan dengan penanganan pascabencana serta kebutuhan keluarga yang kehilangan akses terhadap rumahnya sendiri.

Skema bantuan pemerintah juga membedakan penanganan berdasarkan tingkat kerusakan bangunan. Pemilik rumah dengan kerusakan ringan akan menerima bantuan Rp15 juta. Sementara keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan sedang memperoleh bantuan Rp30 juta.

Bagi warga dengan rumah rusak berat, huntara berfungsi sebagai solusi sementara. Langkah ini memberi perlindungan bagi keluarga sebelum tahap pembangunan hunian tetap dijalankan. Dengan adanya tempat tinggal sementara, warga dapat menjalani masa pemulihan tanpa harus terus berada di bangunan yang tidak aman atau kondisi tempat tinggal yang kurang memadai.

Fasilitas Dasar untuk Masa Pemulihan

Setiap huntara yang dibangun berukuran 4 x 6 meter. Bangunannya menggunakan rangka baja ringan dan dinding kalsiboard, dengan fasilitas yang memungkinkan keluarga menempati unit tersebut untuk kebutuhan sehari-hari.

Fasilitas dasar di dalam huntara mencakup kamar mandi, toilet, dan instalasi listrik. Kelengkapan ini penting karena hunian sementara tidak hanya menjadi tempat berlindung, melainkan juga ruang hidup keluarga selama masa transisi menuju pemulihan yang lebih permanen.

Selain menyerahkan unit hunian, BNPB dan Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur juga memberikan perabotan rumah tangga kepada keluarga penerima. Dukungan tersebut membantu penghuni mulai menata kembali kehidupan mereka setelah rumah terdampak gempa.

Wakil Bupati Manggarai Timur, Tarsisius Sjukur, menyebut pembangunan huntara sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat melalui BNPB kepada masyarakat yang terkena dampak bencana.

“Semoga keluarga bisa menempati rumah dengan aman dan nyaman,” ujar Tarsisius.

Menjaga Warga Tetap Memiliki Tempat Tinggal

Pembangunan hunian sementara merupakan tahapan yang menjembatani kondisi darurat dengan proses rekonstruksi jangka panjang. Bagi keluarga yang rumahnya roboh atau mengalami kerusakan berat, kehadiran huntara memberi kepastian bahwa mereka tetap memiliki tempat untuk tinggal sambil menunggu pembangunan rumah permanen.

Dalam situasi pascabencana, kebutuhan tempat tinggal berkaitan langsung dengan keamanan, kesehatan, dan keberlangsungan aktivitas keluarga. Hunian yang memiliki perlindungan dari panas, dingin, maupun debu dapat membantu warga menjalani masa pemulihan dalam kondisi yang lebih layak.

Program 2.029 huntara di Manggarai Timur menunjukkan fokus penanganan pada warga dengan tingkat kerusakan paling berat. Bersamaan dengan bantuan untuk rumah rusak ringan dan sedang, langkah ini membentuk rangkaian dukungan yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing rumah terdampak.

Ke depan, huntara akan digunakan hingga proses pembangunan hunian tetap dapat dilakukan. Selama masa tersebut, ribuan unit yang disiapkan diharapkan menjadi ruang aman bagi keluarga penyintas gempa untuk memulai kembali kehidupan sehari-hari di tengah pemulihan Manggarai Timur.

Frequently Asked Questions

What is BNPB Mulai Bangun 2 029 Huntara?

BNPB Mulai Bangun 2 029 Huntara is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does BNPB Mulai Bangun 2 029 Huntara matter?

BNPB Mulai Bangun 2 029 Huntara matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a reply