Skip to content
Royal desk
Agustus 28, 2026 JurnalNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
News

Hujan Deras Melanda Filipina Berhari-hari, 16 Orang Dilaporkan Tewas

Sandra Taylor - jurnalnaya.com 4 mins read

Kebakaran tanah, genangan air, dan berbagai kecelakaan yang dipicu oleh hujan lebat selama sembilan hari berturut-turut telah menewaskan minimal 16 warga di

Hujan Deras Melanda Filipina Berhari-hari, 16 Orang Dilaporkan Tewas

Hujan Deras Melanda Filipina Berhari-hari: 16 Korban Jiwa dan Dampak Luas di Luzon

Jurnalnaya.com – Kebakaran tanah, genangan air, dan berbagai kecelakaan yang dipicu oleh hujan lebat selama sembilan hari berturut-turut telah menewaskan minimal 16 warga di kawasan utara Filipina. Fenomena cuaca ekstrem ini diperburuk oleh kehadiran badai tropis yang melanda wilayah tersebut. Hujan Deras Melanda Filipina Berhari-hari menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan masyarakat setempat, terutama di pulau Luzon yang merupakan wilayah paling terdampak.

Dampaknya terasa luas, mulai dari penutupan sementara institusi pendidikan hingga kantor-kantor pemerintahan di seluruh pulau Luzon. Jalan-jalan di ibu kota Manila juga tergenang air, mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat. Kondisi ini semakin memburuk ketika hujan deras kembali mengguyur pada Senin malam, meskipun ketinggian air banjir mulai mengalami penurunan bertahap.

Korban di Baguio dan Proses Penyelamatan

Kota wisata Baguio mencatatkan tujuh korban jiwa setelah lereng gunung yang jenuh air runtuh dan menimpa tiga bangunan rumah. Upaya evakuasi masih berlangsung, meskipun terhambat oleh intensitas hujan yang masih tinggi. Tim penyelamat bekerja keras untuk menemukan korban yang masih hilang di antara reruntuhan bangunan.

“Upaya penyelamatan terus berlanjut, namun dilakukan secara manual karena hujan deras,” kata Esther Banawe, petugas penyelamat kota, sambil menjelaskan bahwa pekerjaan tersebut diawasi ketat oleh petugas keselamatan khusus. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi tanah longsor susulan.

Sampai saat ini, tiga orang lainnya masih dalam status hilang dan belum ditemukan. Proses pencarian terus dilakukan dengan bantuan alat berat dan relawan lokal yang membantu membersihkan jalan-jalan yang tertutup lumpur.

Data Curah Hujan yang Mencatatkan Rekor

Dan Villamil, prakirawan cuaca pemerintah, mengonfirmasi bahwa curah hujan di Baguio—yang berjarak empat jam perjalanan dari Manila—telah mencapai 47 persen lebih tinggi dari rata-rata normal bulanan. Kondisi ini menunjukkan bahwa Hujan Deras Melanda Filipina Berhari-hari bukan sekadar fenomena biasa, melainkan bencana yang perlu penanganan serius.

“Curah hujan yang tercatat selama periode 1-9 Agustus adalah yang tertinggi di Baguio, dengan akumulasi 1.413,2 mm,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa rata-rata curah hujan bulanan di kota itu biasanya sebesar 963,2 mm.

Beberapa wilayah di Metro Manila juga melaporkan curah hujan yang setara dengan sekitar 90 persen dari rata-rata curah hujan bulan Agustus pada umumnya. Kondisi ini memperburuk situasi banjir yang sudah terjadi sejak awal bulan.

Korban Tambahan dan Respons Pemerintah

Selain di Baguio, tanah longsor menewaskan enam orang di berbagai lokasi lain di Luzon. Satu orang lainnya tewas tenggelam, satu orang tertimpa pohon tumbang, dan satu orang tewas akibat sengatan listrik, menurut data dari kantor pertahanan sipil. Total korban jiwa mencapai 16 orang, dengan beberapa wilayah masih melaporkan korban yang belum terdata.

Meskipun hujan deras masih mengguyur pada Senin malam, Menteri Pekerjaan Umum Vince Dizon menyatakan bahwa ketinggian air banjir mulai mengalami penurunan. Ia juga menekankan pentingnya perbaikan sistem mitigasi bencana yang telah lama terabaikan.

“Upaya penanganan kami terus berlanjut, namun kami benar-benar perlu memperbaiki langkah-langkah mitigasi banjir yang keliru selama bertahun-tahun dan berpuluh-puluh tahun terakhir,” ujar Dizon kepada para wartawan. Pernyataan ini merujuk pada skandal proyek pengendalian banjir fiktif yang telah menghabiskan dana miliaran dolar dari uang pajak masyarakat.

Filipina dikenal sebagai daratan besar pertama yang berhadapan dengan jalur siklon Pasifik. Kepulauan ini secara rata-rata dilanda 20 badai serta topan setiap tahunnya, kondisi yang terus-menerus menjerumuskan jutaan penduduk di wilayah rawan bencana ke dalam kemiskinan yang berkepanjangan. Hujan Deras Melanda Filipina Berhari-hari kali ini menjadi pengingat akan pentingnya investasi dalam infrastruktur dan sistem peringatan dini bencana.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Bencana Hujan di Filipina

Berapa lama hujan deras mengguyur Filipina? Hujan lebat berlangsung selama sembilan hari berturut-turut, dengan curah hujan tertinggi tercatat pada periode 1-9 Agustus di Baguio.

Siapa saja korban yang dilaporkan? Total 16 orang tewas, termasuk tujuh korban di Baguio akibat longsor, enam korban di berbagai lokasi Luzon, satu korban tenggelam, satu korban tertimpa pohon, dan satu korban sengatan listrik.

Bagaimana kondisi di Manila saat ini? Jalan-jalan di Manila tergenang air, namun ketinggian air banjir mulai menurun. Beberapa institusi pendidikan dan kantor pemerintah masih dalam masa penutupan sementara.

Apa yang dilakukan pemerintah untuk menangani bencana? Pemerintah melakukan evakuasi manual, memperbaiki sistem mitigasi banjir, dan menginvestigasi skandal proyek pengendalian banjir fiktif yang telah menghabiskan dana miliaran dolar.

Leave a reply