Lebih dari 5.000 Orang Ditangkap dalam Aksi Protes Pelajar di Prancis
Gelombang aksi pelajar yang berlangsung di sejumlah wilayah Prancis terus memicu gangguan terhadap kegiatan pendidikan, bentrokan di jalanan, serta
Gelombang Protes Pelajar di Prancis Diwarnai Ribuan Penangkapan
Jurnalnaya.com – Gelombang aksi pelajar yang berlangsung di sejumlah wilayah Prancis terus memicu gangguan terhadap kegiatan pendidikan, bentrokan di jalanan, serta penangkapan dalam jumlah besar. Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez menyatakan lebih dari 5.000 orang telah ditangkap sejak aksi tersebut mulai menguat pada Senin lalu.
Dalam wawancara yang ditayangkan pada Sabtu, 3 Oktober 2026, Nunez menggambarkan situasi ini sebagai mobilisasi dengan skala yang tidak diduga. Aksi protes, yang berangkat dari tuntutan perbaikan kondisi belajar, telah berlangsung selama beberapa pekan dan berdampak pada ratusan sekolah.
Nunez menyebut kekerasan perkotaan muncul di sekitar 158 sekolah atau lembaga pendidikan. Ia juga menyampaikan bahwa 735 sekolah terkena dampak aksi, sementara angka penangkapan yang ia sebut dalam pemaparan lain mencapai 1.747 orang. Perbedaan angka tersebut muncul dalam rangkaian perkembangan aksi yang terus berubah dari hari ke hari.
Sekolah Ditutup dan Aparat Mengalami Luka
Pada Jumat, ratusan sekolah masih tidak dapat beroperasi normal. Sebagian ditutup, sedangkan lainnya menghadapi gangguan akibat berkumpulnya demonstran di sekitar lingkungan pendidikan. Situasi tersebut menambah tekanan bagi siswa, keluarga, serta tenaga pengajar yang terdampak langsung oleh terganggunya proses belajar.
Pihak berwenang menyatakan sejumlah benda dilemparkan ke arah petugas di lapangan. Polisi, guru, jurnalis, dan warga yang kebetulan melintas disebut turut menjadi sasaran dalam beberapa insiden. Pemerintah memandang rangkaian kejadian itu tidak lagi semata-mata berkaitan dengan protes pendidikan, karena terdapat aksi kekerasan yang mengiringinya.
Pada Kamis, sekitar 900 aksi protes berlangsung di luar sekolah-sekolah di berbagai daerah. Hampir 2.000 orang ditangkap pada hari itu, sementara lebih dari 300 polisi dan anggota gendarmerie dilaporkan mengalami luka. Skala bentrokan tersebut memperlihatkan bahwa ketegangan antara demonstran dan aparat telah meluas ke banyak kota.
Penutupan sekolah dan gangguan terhadap kegiatan belajar menjadi salah satu konsekuensi paling nyata dari mobilisasi ini. Bagi pelajar, tuntutan atas kondisi pendidikan berjalan bersamaan dengan risiko keterlambatan pembelajaran. Bagi pemerintah, situasinya menghadirkan tantangan untuk menjaga ketertiban tanpa memperbesar ketegangan di lingkungan sekolah.
Rencana Mobilisasi Baru pada 6 Oktober
Sejumlah organisasi yang mewakili gerakan pelajar, bersama kelompok politik kiri dan kiri jauh, menyerukan aksi lanjutan pada 6 Oktober. Mereka menempatkan isu penanganan polisi sebagai salah satu pokok protes dan menyebut tindakan aparat sebagai bentuk “represi”.
“Represi” polisi.
Seruan tersebut menunjukkan bahwa protes berpotensi terus berlanjut meski penangkapan telah dilakukan secara besar-besaran. Perdebatan kini tidak hanya berkisar pada tuntutan mengenai kondisi pembelajaran, tetapi juga pada cara aparat membubarkan kerumunan, melakukan penangkapan, dan menggunakan perlengkapan pengendalian massa.
Pelajar 16 Tahun Kehilangan Fungsi Satu Mata
Salah satu kasus yang mendapat perhatian terjadi di Tours, Prancis tengah. Seorang pelajar berusia 16 tahun mengalami kehilangan fungsi pada salah satu matanya setelah terluka dalam aksi protes. Cedera itu dikaitkan dengan tembakan LBD-40, pelontar proyektil yang digunakan polisi Prancis.
LBD-40, atau Lanceur de balles de defense, sebelumnya telah menjadi sorotan karena penggunaannya dalam berbagai demonstrasi pernah mengakibatkan luka serius. Dalam kasus di Tours, remaja tersebut masih menjalani perawatan di rumah sakit dan telah dimintai keterangan oleh Inspektorat Jenderal Kepolisian Nasional pada Jumat.
Kasus ini kembali menempatkan penggunaan kekuatan dalam pengamanan demonstrasi di bawah perhatian publik. Ketika protes melibatkan banyak pelajar, terutama peserta yang masih di bawah umur, dampak cedera serius dapat memperkuat tuntutan agar setiap tindakan aparat diperiksa secara ketat.
Kontroversi Video di Belfort
Ketegangan juga meningkat setelah beredar rekaman video dari Belfort pada Jumat. Video yang dibagikan melalui platform X tampak memperlihatkan seorang polisi berada di air bersama seorang demonstran muda. Dalam unggahan yang menyertai rekaman itu, muncul tuduhan bahwa kepala pemuda tersebut ditahan di bawah permukaan air selama beberapa detik.
“Dia terlihat menahan kepala pemuda tersebut di bawah air selama beberapa detik.”
Jaksa Belfort Paul-Edouard Lallois membantah tuduhan tersebut. Ia menjelaskan bahwa petugas sedang menangkap seorang tersangka yang diduga berupaya melakukan pembakaran sebelum berpindah lokasi untuk menghindari tindakan penegakan hukum.
Dalam penjelasannya, Lallois menyatakan polisi dan pemuda itu kehilangan keseimbangan lalu jatuh ke sungai ketika petugas mencoba memborgolnya. Pemuda tersebut disebut melakukan perlawanan saat penangkapan berlangsung. Polisi kemudian menariknya keluar dari air sebelum melanjutkan proses pemborgolan.
Video tersebut tetap memicu reaksi dari kalangan politik. Antoine Leaument, anggota parlemen dari La France Insoumise, menandai akun Laurent Nunez di X dan meminta menteri tersebut menyerukan ketenangan kepada aparat yang berada dalam tanggung jawabnya.
“Intervensi ini tidak mematuhi aturan apa pun dalam menjaga ketertiban. Tidak satu pun.”
Dengan aksi lanjutan yang telah direncanakan, pemerintah Prancis menghadapi tekanan untuk mengamankan fasilitas pendidikan dan ruang publik sekaligus menjawab sorotan terhadap metode penanganan demonstrasi. Sementara itu, gerakan pelajar memasuki fase baru ketika tuntutan pendidikan, penangkapan massal, cedera peserta, dan tudingan kekerasan aparat semakin saling berkaitan.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Lebih dari 5 000 Orang Ditangkap?
Lebih dari 5 000 Orang Ditangkap is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Lebih dari 5 000 Orang Ditangkap matter?
Lebih dari 5 000 Orang Ditangkap matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
