Skip to content
Royal desk
Agustus 28, 2026 JurnalNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
News

Rupiah Sore Ini Menguat ke Rp17.748 per USD, Ini Pendorongnya

Mark Williams - jurnalnaya.com 3 mins read

Rupiah Sore Ini Menguat ke Rp17.748 per dolar AS pada penutupan perdagangan Kamis, 20 Agustus 2026, setelah mencatat kenaikan 92 poin atau setara 0,52 persen

Rupiah Sore Ini Menguat ke Rp17.748 per USD, Ini Pendorongnya

Rupiah Sore Ini Menguat ke Rp17.748 per USD, Sentimen Global dan Kebijakan Domestik Jadi Pendorong Utama

Jurnalnaya.com – Rupiah Sore Ini Menguat ke Rp17.748 per dolar AS pada penutupan perdagangan Kamis, 20 Agustus 2026, setelah mencatat kenaikan 92 poin atau setara 0,52 persen. Penguatan ini menjadi angin segar bagi pelaku pasar yang sebelumnya waspada terhadap tekanan eksternal dan domestik. Pergerakan tersebut mencerminkan kombinasi faktor global dan kebijakan fiskal dalam negeri yang secara bersamaan mengurangi tekanan jual terhadap mata uang rupiah.

Langkah Departemen Keuangan AS Tekan Imbal Hasil Treasury

Dari panggung internasional, Departemen Keuangan Amerika Serikat mengumumkan peningkatan volume pembelian kembali (buyback) sekuritas jangka panjang. Kebijakan ini dirancang untuk mengendalikan biaya pinjaman jangka panjang yang sebelumnya berada di titik tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Dengan menyerap lebih banyak obligasi berjangka panjang, pemerintah AS berupaya menstabilkan kurva imbal hasil dan menurunkan beban bunga fiskal.

“Imbal hasil acuan Treasury AS tenor 10 tahun turun lebih dari 5 basis poin (bps) dan imbal hasil tenor 30 tahun turun hampir sembilan basis poin setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan akan meningkatkan volume pembelian kembali untuk mendukung likuiditas pada surat berharga pemerintah berjangka waktu lebih panjang,” ujar Ibrahim Assuaibi.

Sinyal kebijakan tersebut memberi ruang bagi mata uang emerging market, termasuk rupiah, untuk menguat di pasar spot. Penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS secara historis mengurangi daya tarik aset berdenar dan mendorong sebagian aliran dana kembali ke pasar berkembang yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi.

Pergerakan Rupiah di Pasar Domestik dan Implikasinya

Rupiah sore ini menguat ke Rp17.748 per dolar AS, turun dari level Rp17.840 per dolar AS pada sesi sebelumnya. Indikator resmi Bank Indonesia, yakni Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), turut menguat ke Rp17.779 per dolar AS dari Rp17.844 per dolar AS. Selisih antara kurs spot dan JISDOR menunjukkan bahwa tekanan jual di pasar antarbank lebih moderat dibandingkan di pasar spot ritel.

Penguatan ini, meskipun moderat, memberikan ruang bernapas bagi importir dan pelaku usaha yang terpapar risiko kurs. Namun, analis mengingatkan bahwa pergerakan satu hari belum cukup untuk mengubah tren pelemahan struktural yang telah berlangsung sejak awal tahun. Keberlanjutan penguatan tetap bergantung pada faktor fundamental, termasuk neraca perdagangan dan arus modal asing.

Respons Pasar terhadap Pemangkasan Kuota BBM Bersubsidi

Ibrahim Assuaibi, Direktur Laba Forexindo Berjangka sekaligus analis mata uang, menilai penguatan rupiah kali ini turut dipicu oleh respons positif pelaku pasar terhadap rencana pemerintah memangkas kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi secara signifikan pada tahun 2027. Pengurangan subsidi dinilai akan memperbaiki defisit fiskal dan menurunkan tekanan inflasi di tahun mendatang.

“Kebijakan tersebut berpotensi berdampak terhadap masyarakat pengguna BBM bersubsidi, terutama untuk jenis BBM pertalite,” ucapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, dilansir Antara, Kamis, 20 Agustus 2026.

Ibrahim menjelaskan bahwa pemangkasan kuota hingga 58,5 persen merupakan bagian dari upaya pemerintah mengendalikan belanja subsidi. Konsekuensinya, kelompok masyarakat yang selama ini bergantung pada BBM bersubsidi berisiko mengalami pengetatan akses terhadap bahan bakar tersebut. Ia menekankan bahwa transisi kebijakan perlu disertai mekanisme perlindungan sosial agar tidak memperlebar kes

Frequently Asked Questions

What is Rupiah Sore Ini Menguat ke Rp17 748?

Rupiah Sore Ini Menguat ke Rp17 748 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Rupiah Sore Ini Menguat ke Rp17 748 matter?

Rupiah Sore Ini Menguat ke Rp17 748 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a reply