Skip to content
Royal desk
Oktober 15, 2026 JurnalNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
News

Ruteng NTT Diguncang Gempa M 4,7 Minggu Sore, BMKG: Waspada Susulan

Christopher Williams - jurnalnaya.com 4 mins read

Ruteng NTT Diguncang Gempa M 4,7 pada Minggu, 4 Oktober 2026, sekitar pukul 17.13 WIB. Gempa bumi tersebut terjadi di wilayah Kabupaten Manggarai, Nusa

Ruteng NTT Diguncang Gempa M 4,7 Minggu Sore, BMKG: Waspada Susulan

Ruteng NTT Diguncang Gempa M 4,7 pada Minggu Sore

Jurnalnaya.com – Ruteng NTT Diguncang Gempa M 4,7 pada Minggu, 4 Oktober 2026, sekitar pukul 17.13 WIB. Gempa bumi tersebut terjadi di wilayah Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, dan mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang serta mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada di daratan, sekitar 40 kilometer di sebelah utara Ruteng. Hingga informasi awal disampaikan, belum ada keterangan mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat peristiwa tersebut.

“Pusat gempa berada di darat 40 kilometer utara Ruteng,” kata BMKG dalam informasi resminya.

Informasi awal gempa dapat berubah setelah proses analisis dan pemantauan lebih lanjut. Karena itu, warga di Ruteng, Manggarai, dan wilayah sekitarnya disarankan mengutamakan pembaruan dari BMKG serta instansi berwenang, bukan kabar yang belum terverifikasi di media sosial.

Getaran Ringan Dirasakan di Kabupaten Manggarai

BMKG melaporkan getaran gempa dirasakan dengan intensitas II hingga III Skala Modified Mercalli Intensity atau MMI di Kabupaten Manggarai. Intensitas ini menunjukkan tingkat getaran yang dirasakan masyarakat di suatu lokasi, sedangkan magnitudo menggambarkan kekuatan gempa dari sumbernya.

“Gempa dirasakan II-III Skala MMI di Kabupaten Manggarai,” ujar BMKG.

Pada intensitas II MMI, getaran biasanya dirasakan sebagian orang yang sedang berada di dalam rumah atau dalam keadaan tenang. Sementara itu, pada intensitas III MMI, getaran ringan dapat dirasakan lebih banyak orang. Benda ringan yang tergantung bisa bergoyang dan sensasinya kadang menyerupai kendaraan besar yang melintas.

Perbedaan getaran yang dirasakan setiap warga merupakan hal wajar. Jarak dari pusat gempa, jenis tanah, kondisi bangunan, hingga posisi seseorang ketika guncangan terjadi dapat memengaruhi tingkat getaran. Oleh sebab itu, laporan warga dari lokasi berbeda tidak selalu menunjukkan dampak yang sama.

BMKG Imbau Warga Waspada Gempa Susulan

Setelah Ruteng NTT Diguncang Gempa M 4,7, BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai kemungkinan gempa susulan. Kewaspadaan diperlukan tanpa menimbulkan kepanikan, terutama bagi warga yang berada di sekitar wilayah yang merasakan getaran.

“Hati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi,” pesan BMKG.

Gempa susulan adalah guncangan yang dapat muncul setelah gempa utama. Tidak semua gempa akan diikuti getaran lanjutan yang terasa oleh masyarakat, tetapi kesiapan tetap penting. Warga sebaiknya memeriksa lingkungan sekitar setelah guncangan berhenti dan memastikan tidak ada benda, bangunan, atau bagian rumah yang berpotensi membahayakan.

Jika gempa kembali terasa saat berada di dalam bangunan, lindungi kepala dan jauhi kaca, lemari, perabot tinggi, atau benda lain yang mungkin jatuh. Setelah getaran berhenti, keluar secara tertib menuju area terbuka apabila kondisi memungkinkan. Hindari menggunakan lift dan jangan berdesakan di jalur keluar.

Bagi warga yang sedang berada di luar ruangan, menjauhlah dari bangunan, tiang listrik, pepohonan, papan reklame, dan struktur lain yang berisiko roboh. Pengendara yang merasakan getaran di jalan dianjurkan mengurangi kecepatan, berhenti di tempat aman, dan tidak berhenti di bawah jembatan atau dekat bangunan.

Magnitudo dan Intensitas Gempa Perlu Dipahami

Magnitudo 4,7 menunjukkan ukuran energi gempa yang tercatat pada sumbernya. Namun, angka magnitudo tidak selalu menggambarkan dampak yang sama di seluruh daerah. Dampak di permukaan dapat berbeda bergantung pada kedalaman gempa, jarak lokasi, serta kondisi geologi setempat.

Sementara itu, skala MMI digunakan untuk menggambarkan efek gempa yang dirasakan manusia dan terlihat pada lingkungan. Dalam peristiwa ketika Ruteng NTT Diguncang Gempa M 4,7 ini, laporan II hingga III MMI di Kabupaten Manggarai menandakan guncangan ringan yang dirasakan warga.

Meski belum ada laporan korban atau kerusakan bangunan, masyarakat tetap dianjurkan memeriksa rumah dan lingkungan sekitar. Perhatikan apabila terdapat retakan baru, barang yang bergeser, kabel listrik yang bermasalah, atau bagian bangunan yang tampak tidak aman. Bila menemukan risiko, hindari area tersebut dan sampaikan informasi kepada pihak terkait.

FAQ Gempa Ruteng dan Manggarai

Apakah gempa di Ruteng berpotensi susulan? BMKG mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap kemungkinan gempa susulan. Warga perlu mengikuti informasi resmi dan tetap menyiapkan langkah keselamatan dasar di rumah maupun tempat kerja.

Apa yang dilakukan setelah gempa berhenti? Pastikan anggota keluarga berada dalam kondisi aman, periksa benda-benda yang berpotensi jatuh, dan jauhi bangunan yang terlihat rusak. Jangan langsung percaya pada kabar yang belum dikonfirmasi.

Di mana warga Manggarai sebaiknya mencari informasi? Gunakan pembaruan dari BMKG dan instansi pemerintah yang berwenang. Informasi resmi penting untuk mengetahui perkembangan gempa, potensi susulan, serta arahan keselamatan bagi masyarakat.

Peristiwa Ruteng NTT Diguncang Gempa M 4,7 menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan perlu dilakukan sebelum keadaan darurat terjadi. Mengetahui jalur keluar, menyimpan nomor penting, dan membiasakan keluarga merespons gempa dengan tenang dapat membantu mengurangi risiko saat guncangan terjadi.

Leave a reply