Skip to content
Royal desk
Agustus 5, 2026 JurnalNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
News

Kebakaran Hutan di Prancis dan Spanyol Meluas, 300.000 Warga Mengungsi

Emily Thomas - jurnalnaya.com 2 mins read

Sejumlah wilayah di Eropa Selatan kini menghadapi situasi darurat akibat kebakaran hutan yang semakin meluas. Pemerintah Spanyol telah mengumumkan status

Kebakaran Hutan di Prancis dan Spanyol Meluas, 300.000 Warga Mengungsi

Kebakaran Hutan di Prancis dan Spanyol Meluas, 300.000 Warga Dipindahkan dari Zona Bahaya

Jurnalnaya.com – Sejumlah wilayah di Eropa Selatan kini menghadapi situasi darurat akibat kebakaran hutan yang semakin meluas. Pemerintah Spanyol telah mengumumkan status darurat nasional setelah kobaran api mencapai titik kritis. Sementara itu, Prancis juga terus berupaya mengendalikan situasi yang semakin memburuk di berbagai daerah terdampak. Fenomena cuaca ekstrem dan musim kemarau panjang menjadi pemicu utama penyebaran api yang cepat di kedua negara tersebut.

Evakuasi Massal di Kedua Negara

Hingga akhir pekan lalu, lebih dari 300.000 penduduk telah dipindahkan dari zona berbahaya. Di Prancis, instruksi evakuasi diperluas kembali ke wilayah Gironde yang mencakup area sekitar Bordeaux. Situasi memburuk setelah api kembali membesar dalam beberapa hari terakhir. Warga diminta untuk segera meninggalkan rumah mereka demi keselamatan.

Sementara itu, Spanyol juga melakukan evakuasi tambahan di kawasan dekat Toledo yang terletak di barat daya Madrid. Kondisi cuaca yang tidak stabil menjadi salah satu faktor utama yang mempercepat penyebaran api di kedua negara tersebut. Angin kencang dan suhu tinggi membuat api sulit dikendalikan.

Menurut laporan TRT World pada Minggu, 26 Juli 2026, angin kencang dari arah lokal memperparah situasi dan menghambat upaya pemadaman yang sedang berlangsung.

Korban dan Kerusakan

Tragedi menimpa para petugas pemadam kebakaran di Prancis. Dua orang dilaporkan tewas saat bertugas di dekat Bordeaux pada awal minggu ini. Di sisi lain, satu korban jiwa juga tercatat akibat kebakaran terpisah yang terjadi di wilayah Valencia, Spanyol. Para petugas bekerja keras untuk memadamkan api yang terus meluas.

Di Gironde, Prancis, sekitar 197.000 warga sempat kembali ke rumah mereka setelah evakuasi awal. Namun, perkembangan terbaru memaksa otoritas memerintahkan 55.000 penduduk lainnya untuk segera meninggalkan tempat tinggal. Total jumlah warga yang dievakuasi di wilayah tersebut kini melebihi 200.000 orang.

Respons dan Bantuan Internasional

Prancis mengerahkan sumber daya besar untuk mengatasi krisis ini. Sekitar 1.500 personel militer, 1.700 aparat keamanan, serta 1.400 petugas pemadam kebakaran telah dikerahkan. Armada pesawat tambahan juga digunakan untuk mendukung operasi penanggulangan. Bantuan dari negara-negara tetangga juga mulai datang.

Data resmi menunjukkan bahwa hampir 98.000 hektare lahan di seluruh Prancis telah hangus terbakar. Wilayah barat daya menjadi yang paling parah dengan lebih dari 32.000 hektare terbakar dan minimal 100 bangunan rusak. Kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta euro.

Di Spanyol, sekitar 60.000 warga dipindahkan dari desa-desa di sebelah barat Madrid pada Sabtu pagi. Perintah evakuasi kemudian diperluas ke delapan wilayah kotamadya di sekitar Toledo. Kementerian Dalam Negeri Spanyol melaporkan bahwa sekitar 25.000 hektare lahan telah terbakar, dengan dua titik api besar yang telah menyatu dan mengancam kawasan sekitar ibu kota.

Uni Eropa juga memberikan dukungan berupa pesawat pemadam kebakaran yang dipinjamkan oleh negara-negara anggotanya. Bantuan ini diharapkan dapat memperkuat operasi penanggulangan kebakaran di kedua negara yang sedang menghadapi musim kemarau ekstrem. Para ahli memprediksi situasi akan membaik dalam beberapa minggu ke depan jika cuaca berubah.

Leave a reply