Skip to content
Royal desk
Juni 18, 2026 JurnalNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
News

Dasco bakal Koordinasi dengan Kemensetneg terkait Nasib Karyawan Hotel Sultan

Sandra Jackson 3 mins read

Dasco Bakal Berkoordinasi dengan Kemensetneg Soal Karyawan Hotel Sultan Dasco bakal Koordinasi dengan Kemensetneg terkait - Koordinasi antara Wakil Ketua DPR

Dasco bakal Koordinasi dengan Kemensetneg terkait Nasib Karyawan Hotel Sultan

Dasco Bakal Berkoordinasi dengan Kemensetneg Soal Karyawan Hotel Sultan

Dasco bakal Koordinasi dengan Kemensetneg terkait – Koordinasi antara Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) tengah dipersiapkan untuk meninjau nasib para karyawan Hotel Sultan yang berada di GBK Senayan, Jakarta. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap rencana pemerintah mengambil alih aset eks hotel tersebut, yang menjadi perhatian publik terkait dampak sosial terhadap pekerja. Dasco menegaskan bahwa kebijakan pengambilalihan ini perlu dipertimbangkan secara matang, termasuk kesejahteraan karyawan yang telah bekerja di sana selama bertahun-tahun.

Latar Belakang Pengambilalihan Hotel Sultan

Pengambilalihan Hotel Sultan merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengoptimalkan penggunaan aset negara. Hotel tersebut dulu dikelola oleh sejumlah perusahaan swasta dan menjadi ikon wisata di Jakarta. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah menyatakan bahwa Hotel Sultan akan dialihkan ke pihak yang lebih mampu mengelola secara efisien. Proses ini telah diumumkan sejak beberapa bulan lalu, namun masih menyisakan pertanyaan mengenai masa depan pekerja yang terdampak.

Kemensetneg, sebagai lembaga yang bertugas mengkoordinasikan urusan pemerintahan, diharapkan menjadi mitra utama dalam menyelesaikan isu ini. Dalam pertemuan terbaru, Dasco menyatakan bahwa pihaknya ingin memastikan bahwa langkah pengambilalihan tidak merugikan karyawan secara langsung. Ia menekankan perlunya komunikasi aktif antara DPR dan Kemensetneg untuk mengevaluasi pengaruh kebijakan tersebut terhadap kehidupan para pekerja.

Peran Kemensetneg dalam Pengambilalihan Aset

Kemensetneg memiliki peran penting dalam mengelola aset pemerintah, termasuk Hotel Sultan. Menteri Sekretariat Negara, Juri Ardiantoro, mengungkapkan bahwa langkah ini bertujuan untuk memastikan aset negara digunakan secara maksimal demi kesejahteraan masyarakat. Dalam pernyataannya, Juri menyebutkan bahwa pemerintah akan berupaya agar pengambilalihan tidak mengganggu stabilitas pekerjaan para karyawan.

Sebelumnya, Kemensetneg telah melakukan beberapa langkah untuk mempersiapkan proses pengambilalihan. Ini meliputi evaluasi manfaat aset, konsultasi dengan berbagai stakeholder, serta pembentukan tim khusus untuk mengawasi penerapan kebijakan. Dasco menyambut baik kerja sama ini, karena dianggap sebagai upaya yang strategis untuk mengintegrasikan kepentingan legislatif dan eksekutif dalam menghadapi perubahan struktur pengelolaan aset.

Nasib Karyawan dan Langkah Pemulihan

Isu nasib karyawan Hotel Sultan menjadi sorotan utama karena banyak dari mereka telah bekerja selama bertahun-tahun. Dasco menyatakan bahwa pihaknya akan meninjau apakah ada kebijakan yang dapat memberikan jaminan pekerjaan atau fasilitas tambahan bagi para pekerja. “Koordinasi dengan Kemensetneg adalah langkah awal untuk memastikan keadilan bagi mereka yang terkena dampak,” ujarnya.

Sementara itu, Juri Ardiantoro menegaskan bahwa pemerintah siap menawarkan solusi, termasuk program pelatihan atau pemberdayaan bagi karyawan. Ia juga menyebutkan bahwa eksekusi pengambilalihan telah mendapat dukungan dari beberapa lembaga, seperti Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya. Meski demikian, ada kebutuhan untuk tetap mengedepankan komunikasi transparan agar masyarakat tidak merasa tidak diakui.

Proses pengambilalihan Hotel Sultan diharapkan tidak hanya menguntungkan pemerintah, tetapi juga mengutamakan kesejahteraan pekerja. Dasco dan Juri menyatakan bahwa koordinasi terus berlangsung untuk menemukan kesepakatan yang seimbang antara kepentingan negara dan kebutuhan para karyawan. Dengan langkah ini, pemerintah menunjukkan komitmen untuk menjaga kesejahteraan sosial seiring transformasi pengelolaan aset. Selain itu, kebijakan ini juga dianggap sebagai contoh kebijakan inklusif dalam pengambilalihan lahan publik.

Leave a reply