Skip to content
Royal desk
Agustus 5, 2026 JurnalNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
News

Gugur saat Bertugas, Petugas Damkar Jaktim punya Riwayat Sakit Jantung

Michael Rodriguez - jurnalnaya.com 3 mins read

Gugur saat Bertugas Petugas Damkar Jaktim - Tragis sekali, Andriyono, seorang Kepala Regu Kelompok Cepu Sektor Cipayung dari Suku Dinas Penanggulangan

Gugur saat Bertugas, Petugas Damkar Jaktim punya Riwayat Sakit Jantung

Petugas Damkar Jaktim Gugur saat Bertugas, Punya Riwayat Sakit Jantung

Jurnalnaya.com – Gugur saat Bertugas Petugas Damkar Jaktim – Tragis sekali, Andriyono, seorang Kepala Regu Kelompok Cepu Sektor Cipayung dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur, menghembuskan napas terakhirnya saat menangani kebakaran di wilayah Kramat Jati, Jakarta Timur. Peristiwa memilukan ini terjadi pada hari Sabtu, 1 Agustus 2026, ketika petugas tersebut sedang dalam tugas pemadaman api. Kehilangan seorang pahlawan yang mengabdikan hidupnya untuk keselamatan masyarakat tentu menjadi duka yang mendalam bagi seluruh keluarga besar Gulkarmat Jakarta Timur.

Kronologi Kejadian di Lokasi Kebakaran

Kronologi insiden tragis ini bermula ketika petugas mulai melakukan pemadaman api di lahan tumpukan sampah yang berlokasi di Jalan Penggilingan Baru 1, RT 13/RW 03, Kelurahan Dukuh, Kramat Jati. Proses pemadaman berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 11.35 WIB dengan intensitas yang cukup tinggi. Setelah api berhasil dipadamkan, tim melanjutkan pekerjaan dengan proses pendinginan yang dimulai dari pukul 12.00 WIB dan berlanjut hingga pagi hari Minggu. Proses pendinginan ini sangat penting untuk memastikan bahwa api tidak akan kembali menyala.

Saat proses pendinginan tengah berlangsung, Andriyono mengalami gangguan kesehatan secara mendadak. Menurut keterangan Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, Bayu Megantara, petugas tersebut tiba-tiba mengeluhkan rasa nyeri di bagian dadanya saat sedang menyambungkan selang. Kondisi ini terjadi di tengah tugas yang seharusnya sudah hampir selesai. Rekan-rekan sesama petugas segera bertindak cepat untuk memberikan pertolongan pertama.

“Saat melakukan penyambungan selang, almarhum tiba-tiba mengeluhkan nyeri pada bagian dada,” ujar Bayu Megantara dalam keterangannya kepada media.

Rekan-rekan sesama petugas segera bertindak cepat. Mereka meminta bantuan tim medis yang sedang bersiaga di lokasi untuk memberikan pertolongan pertama. Karena tidak ingin mengambil risiko, Andriyono kemudian segera dibawa ke Rumah Sakit Harapan Bunda. Proses transportasi ke rumah sakit dilakukan dengan cepat untuk memastikan almarhum mendapatkan penanganan medis yang optimal. Tim medis di rumah sakit kemudian melakukan berbagai upaya untuk menyelamatkan nyawa Andriyono.

Almarhum Meninggal Dunia dan Riwayat Penyakit Jantung

Tim medis telah melakukan upaya resusitasi jantung paru (RJP) untuk menyelamatkan nyawa Andriyono. Sayangnya, upaya tersebut tidak berhasil. Almarhum dinyatakan wafat pada pukul 13.30 WIB. Kondisi ini semakin memilukan mengingat almarhum masih dalam usia produktif dan memiliki banyak tanggung jawab sebagai kepala regu. Gugur saat Bertugas Petugas Damkar ini menjadi pengingat bagi seluruh petugas bahwa tugas mereka penuh dengan risiko.

“Tim medis telah melakukan upaya resusitasi jantung paru (RJP). Namun, almarhum dinyatakan wafat pada pukul 13.30 WIB. Almarhum diketahui memiliki riwayat penyakit jantung,” tutur Bayu Megantara.

Dalam keterangannya yang dilansir Antara pada Minggu, 2 Agustus 2026, Bayu Megantara mengonfirmasi bahwa almarhum memang memiliki riwayat penyakit jantung. Hal ini menjadi faktor penting dalam kondisi kesehatan Andriyono saat bertugas. Meskipun memiliki riwayat penyakit, almarhum tetap semangat dalam menjalankan tugasnya sebagai petugas pemadam kebakaran. Dedikasi dan pengabdian almarhum kepada masyarakat Jakarta Timur patut menjadi teladan bagi seluruh petugas.

Atas musibah yang menimpa Andriyono, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum. Bayu juga memastikan bahwa pihaknya akan memenuhi seluruh hak keluarga sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hak-hak tersebut meliputi berbagai bentuk bantuan dan dukungan yang diberikan kepada keluarga yang ditinggalkan. Kehilangan seorang Gugur saat Bertugas Petugas Damkar adalah kehilangan yang tak ternilai bagi seluruh keluarga besar Gulkarmat Jakarta Timur.

Keluarga almarhum kini harus melewati masa-masa sulit setelah kehilangan sosok yang begitu berarti dalam hidup mereka. Namun, mereka dapat merasa bangga karena almarhum telah mengabdikan hidupnya untuk keselamatan masyarakat. Jasa-jasa almarhum sebagai petugas pemadam kebakaran yang gugur saat bertugas akan selalu dikenang dan dihargai oleh seluruh masyarakat Jakarta Timur. Semoga almarhum mendapat tempat yang terbaik di sisi-Nya.

Leave a reply