Data 100.000 Polisi Inggris Bocor ke Dark Web usai Serangan Siber
London melaporkan bahwa sekitar 100.000 anggota kepolisian Inggris telah mengalami kebocoran nama serta informasi kontak mereka ke dark web. Serangan siber
Kebocoran Besar Data 100 000 Polisi Inggris ke Dark Web
Jurnalnaya.com – London melaporkan bahwa sekitar 100.000 anggota kepolisian Inggris telah mengalami kebocoran nama serta informasi kontak mereka ke dark web. Serangan siber ini berhasil membobol sistem hukum yang menjadi tulang punggung operasional aparat penegak hukum di seluruh wilayah Inggris dan Wales. Insiden ini menjadi salah satu kasus kebocoran data terbesar dalam sejarah kepolisian Britania Raya.
Skala Serangan yang Meluas
Menurut laporan awal yang dimuat The Times pada hari Minggu, 2 Agustus 2026, insiden ini merupakan bagian dari gelombang serangan yang juga menargetkan berbagai lembaga pemerintah nasional. Di antara institusi yang diserang terdapat Kementerian Pertahanan, Home Office, National Crime Agency, serta Crown Prosecution Service.
Kebocoran terbaru ini menyusul serangan sebelumnya terhadap Department for Education yang terjadi beberapa hari sebelumnya. Serangan tersebut berhasil mengekspos lebih dari setengah juta data publik. Peretas berhasil mengakses Police National Legal Database atau PNLD, sebuah platform hukum daring yang menjadi rujukan utama seluruh kepolisian di bawah naungan Home Office untuk menjalankan tugas operasional sehari-hari.
Identitas Peretas dan Dampaknya
Akibat insiden ini, afiliasi kepolisian dari para personel turut terekspos ke publik. Otoritas keamanan menduga kelompok peretas bernama ExfilSquad bertanggung jawab atas serangan ini, yang dikategorikan sebagai bagian dari gelombang serangan siber terhadap institusi-institusi di negara-negara Barat.
Salah satu anggota kepolisian yang datanya bocor mengungkapkan kekhawatirannya terhadap keselamatan pribadi.
Saya pernah menangani kejahatan terorganisasi serius dan memenjarakan pelaku kriminal kelas kakap. Bocornya informasi pribadi seperti ini sangat mengkhawatirkan dan menempatkan petugas pada risiko yang serius.
Menurut keterangan yang dikutip dari Anadolu Agency pada Senin, 3 Agustus 2026, petugas tersebut menambahkan bahwa pekerjaannya sebelumnya bahkan memaksanya tinggal di rumah aman dan menjual kendaraan pribadi demi alasan keamanan.
Sekarang saya harus lebih waspada di dunia maya dan mengantisipasi siapa pun yang mencoba memperoleh informasi pribadi yang lebih sensitif. Ini bukan situasi yang baik.
Motif Finansial dan Ancaman Peretas
Sementara itu, serangan terhadap Department for Education menyebabkan sekitar 607.000 data dipublikasikan ke dark web. Berdasarkan penyelidikan awal, aksi tersebut diduga lebih didorong motif finansial daripada alasan ideologis. Kelompok peretas juga mengunggah pesan ancaman kepada para korban melalui platform mereka.
Begitu data perusahaan Anda dipublikasikan di sini, data itu tidak akan pernah hilang dari ruang publik dan akan terus beredar di internet selamanya. Uang yang kami minta jauh lebih kecil dibandingkan biaya gugatan hukum akibat kebocoran data. Jadilah cerdas dan bayarlah.
Sumber yang memahami sistem kepolisian mengonfirmasi bahwa sebagian besar anggota kepolisian Inggris pernah menggunakan PNLD untuk menjalankan tugas rutin mereka. Basis data tersebut digunakan oleh seluruh kepolisian di Inggris dan Wales, yang saat ini mempekerjakan sekitar 145.550 polisi penuh waktu. Kebocoran Data 100 000 Polisi Inggris ini diperkirakan akan berdampak jangka panjang terhadap kepercayaan publik.
Peringatan MI5 soal Spionase
Dalam perkembangan terkait, MI5 telah memberikan peringatan kepada Parlemen Inggris mengenai dugaan upaya spionase dari Tiongkok yang semakin meningkat. Ancaman ini semakin memperkuat pentingnya keamanan siber bagi institusi-institusi pemerintah.
FAQ: Kebocoran Data 100 000 Polisi Inggris
Apa yang menyebabkan kebocoran Data 100 000 Polisi Inggris? Kebocoran ini disebabkan oleh serangan siber yang berhasil membobol Police National Legal Database (PNLD), platform hukum daring yang digunakan oleh seluruh kepolisian di Inggris dan Wales.
Kapan insiden ini terjadi? Laporan pertama muncul pada hari Minggu, 2 Agustus 2026, dengan konfirmasi lebih lanjut pada Senin, 3 Agustus 2026.
Siapa yang bertanggung jawab atas serangan ini? Otoritas keamanan menduga kelompok peretas bernama ExfilSquad bertanggung jawab atas serangan ini.
Berapa banyak data yang bocor? Sekitar 100.000 anggota kepolisian Inggris mengalami kebocoran nama dan informasi kontak mereka ke dark web.
Apakah ada motif finansial di balik serangan ini? Ya, berdasarkan penyelidikan awal, aksi tersebut diduga lebih didorong motif finansial daripada alasan ideologis.
