Kebakaran Bromo: 80 Hektare Sabana hingga Cemara Gunung Hangus
Kebakaran Bromo kembali menjadi perhatian publik setelah melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dengan intensitas yang semakin tinggi
Kebakaran Bromo Meluas: 80 Hektare Sabana hingga Cemara Gunung Hangus
Jurnalnaya.com – Kebakaran Bromo kembali menjadi perhatian publik setelah melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dengan intensitas yang semakin tinggi. Berdasarkan data terbaru, sekitar 80 hektare lahan di Kabupaten Malang, Jawa Timur, telah hangus terbakar oleh kobaran api. Luas area yang terdampak terus bertambah seiring pergerakan api dari Bukit Jantur atau Bantengan menuju wilayah administrasi Kabupaten Malang. Fenomena ini menjadi salah satu kebakaran terbesar yang pernah terjadi di kawasan wisata ikonik tersebut.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mencatat bahwa titik api pertama kali terdeteksi di kaldera Bromo, tepatnya di Bukit Jantur atau Bantengan, Kabupaten Probolinggo, pada tanggal 3 Agustus 2026. Angin yang bertiup ke arah Kabupaten Malang menyebabkan api mulai merembet memasuki wilayah tersebut sejak 5 Agustus 2026. Kondisi cuaca kering dan angin kencang menjadi faktor utama yang mempercepat penyebaran api ke berbagai titik.
“Perkiraan luas lahan yang terbakar saat ini sekitar 80 hektare di wilayah Kabupaten Malang dengan vegetasi berupa cemara gunung, mentigen, akasia, dan semak belukar,” ujar Sadono Irawan pada Jumat, 7 Agustus 2026.
Upaya Pemadaman dan Teknologi Modern
Operasi pemadaman diperkuat oleh tim gabungan melalui jalur darat. Mereka membangun sekat bakar serta melakukan penyemprotan air di berbagai titik strategis. Dukungan armada meliputi truk pemadam milik TNBTS, mobil tangki portabel, truk tangki BPBD Provinsi Jawa Timur, dan truk tangki milik BPBD Kabupaten Malang. Setiap unit beroperasi secara bergantian untuk memastikan efektivitas pemadaman.
Selain pendekatan konvensional dari darat, BPBD Provinsi Jawa Timur mulai memanfaatkan teknologi drone water spray. Teknik ini memungkinkan penyemprotan air menjangkau titik api di lereng kaldera Bromo yang sulit diakses personel. Penyemprotan dilakukan dari kawasan Savana Bromo dengan sasaran bara api di lokasi terpencil. Teknologi ini terbukti sangat membantu dalam mengatasi medan yang curam dan sulit dijangkau.
Sadono menambahkan bahwa sebanyak 20 personel gabungan dikerahkan menggunakan jet shooter untuk mempercepat proses pemadaman. Penyemprotan air dilakukan secara bergantian dari jalur poros Malang-Lumajang guna menahan laju penyebaran api. Setiap personel bekerja dengan koordinasi ketat untuk memastikan tidak ada titik api yang terlewatkan.
Medan yang curam menjadi tantangan utama dalam operasi pemadaman. Keterbatasan sumber air juga memaksa petugas menempuh jarak lebih jauh untuk memenuhi kebutuhan distribusi air ke lokasi kebakaran. BPBD mengusulkan penambahan truk tangki air untuk mendukung distribusi air, termasuk untuk penggunaan drone water spray. Sementara itu, Balai Besar TNBTS masih menutup sementara akses wisata Gunung Bromo melalui Pos Jemplang, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, hingga kondisi dinyatakan aman.
Dampak dan Rekomendasi untuk Masyarakat
Kebakaran Bromo ini tidak hanya berdampak pada kerusakan lingkungan, tetapi juga mengganggu aktivitas wisata di kawasan tersebut. Para pengunjung disarankan untuk memantau informasi terbaru melalui kanal resmi TNBTS sebelum melakukan kunjungan. Selain itu, masyarakat sekitar diminta untuk tetap waspada terhadap potensi penyebaran api ke wilayah permukiman.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai status kebakaran dan rekomendasi perjalanan, masyarakat dapat mengunjungi situs resmi TNBTS atau menghubungi BPBD Kabupaten Malang melalui nomor telepon darurat yang telah disediakan. Upaya pemadaman masih terus dilakukan hingga api benar-benar terkendali dan tidak ada risiko penyebaran kembali.
FAQ: Kebakaran Bromo
1. Berapa luas area yang terbakar dalam Kebakaran Bromo? Sekitar 80 hektare lahan di Kabupaten Malang telah hangus terbakar, termasuk sabana, cemara gunung, mentigen, akasia, dan semak belukar.
2. Kapan titik api pertama kali terdeteksi? Titik api pertama kali terdeteksi di Bukit Jantur atau Bantengan, Kabupaten Probolinggo, pada tanggal 3 Agustus 2026.
3. Apakah akses wisata Gunung Bromo masih dibuka? Balai Besar TNBTS masih menutup sementara akses wisata Gunung Bromo melalui Pos Jemplang, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, hingga kondisi dinyatakan aman.
4. Teknologi apa yang digunakan dalam pemadaman? Selain metode konvensional, BPBD Provinsi Jawa Timur memanfaatkan teknologi drone water spray untuk menjangkau titik api di lereng kaldera Bromo yang sulit diakses.
5. Berapa banyak personel yang dikerahkan? Sebanyak 20 personel gabungan dikerahkan menggunakan jet shooter untuk mempercepat proses pemadaman.
