Skip to content
Royal desk
Agustus 5, 2026 JurnalNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
News

Important News: Meta Tutup 185 Ribu Akun Anak untuk Patuhi PP Tunas

Sandra Taylor - jurnalnaya.com 3 mins read

han PP Tunas Important News - Dalam upaya meningkatkan perlindungan anak di dunia maya, Perusahaan teknologi Meta mengambil langkah signifikan dengan menutup

Important News: Meta Tutup 185 Ribu Akun Anak untuk Patuhi PP Tunas

Meta Tutup 185 Ribu Akun Anak untuk Kepatuhan PP Tunas

Important News – Dalam upaya meningkatkan perlindungan anak di dunia maya, Perusahaan teknologi Meta mengambil langkah signifikan dengan menutup 185.000 akun anak dalam dua bulan terakhir. Tindakan ini dilakukan sebagai bentuk kepatuhan terhadap Peraturan Pemerintah (PP) Tunas, yang ditujukan untuk mengatur tata kelola sistem elektronik dalam menjaga kesejahteraan anak. Laporan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mengungkapkan bahwa angka ini menjadi bagian dari rencana nasional yang lebih luas dalam meminimalkan risiko paparan konten negatif kepada anak-anak.

Apa Itu PP Tunas dan Tujuannya?

PP Tunas, atau Peraturan Pemerintah tentang Pengaturan Ruang Digital, merupakan kebijakan pemerintah yang diterbitkan untuk menjamin lingkungan digital yang aman bagi anak. Dokumen ini menetapkan standar yang harus dipenuhi oleh platform digital dalam mengelola akun pengguna, terutama yang terkait dengan usia anak. Tujuan utamanya adalah mengurangi dampak negatif dari media sosial dan layanan online lainnya, seperti akses ke konten yang tidak sesuai, penipuan, serta kejahatan siber.

“PP Tunas memberikan kerangka kerja yang jelas bagi platform digital untuk menjamin kualitas konten yang disajikan kepada anak-anak,” terang Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemkominfo, Alexander Sabar, saat memberikan penjelasan di Jakarta Pusat pada Selasa (30 Juni 2026).

Meta dan Perusahaan Digital Lainnya Ikut Kepatuhan

Meta bukan satu-satunya platform yang aktif mematuhi PP Tunas. Sejumlah platform besar seperti TikTok dan YouTube juga melaporkan kebijakan serupa untuk menutup akun anak yang dinilai tidak memenuhi standar perlindungan. Menurut Alexander, kebijakan ini dilakukan untuk memastikan penggunaan layanan digital oleh anak-anak lebih terarah dan terkontrol.

“Meta menjadi salah satu dari platform besar yang proaktif melaporkan kepatuhan terhadap PP Tunas dengan menutup 185.000 akun anak,” ujar Alexander.

Total Akun Anak Ditutup Melebihi 4,8 Juta

Menurut data yang dihimpun, total akun anak yang ditutup oleh berbagai platform digital hingga saat ini mencapai lebih dari 4,8 juta. Rinciannya, TikTok menjadi platform yang paling aktif dengan 4,1 juta akun yang ditutup, disusul YouTube dengan 600 ribu, dan Meta menyumbang 185 ribu akun. Angka ini mencerminkan komitmen sektor teknologi untuk melaksanakan aturan perlindungan anak secara serius.

“Dari data yang kami kumpulkan, total akun anak yang ditutup mencapai sekitar 4,8 juta. Ini menunjukkan bahwa seluruh platform digital sedang bergerak untuk mematuhi PP Tunas,” tambah Alexander.

Implementasi PP Tunas Masih Berlangsung

Kementerian Komunikasi dan Informatika masih terus mendorong pelaksanaan PP Tunas secara menyeluruh. Meski Meta dan TikTok telah melaporkan penutupan akun anak, ada sejumlah platform yang belum menyampaikan laporan rutin. Alexander menekankan bahwa proses evaluasi terus berjalan, termasuk memantau efektivitas tindakan penutupan akun dan mengidentifikasi platform yang perlu diberi sanksi jika tidak mematuhi aturan.

“Kita sedang mengevaluasi laporan-laporan dari platform digital yang belum masuk. Mereka harus segera memberikan data lengkap untuk ditinjau,” jelas Alexander.

Meutya Hafid Umumkan 200 Platform Lapor Profil Risiko

Menteri Komunikasi dan Informatika, Meutya Hafid, mengungkapkan bahwa hingga kini, 200 platform digital telah melaporkan hasil evaluasi mandiri risiko profil mereka kepada Kemkominfo. Langkah ini menjadi bagian dari implementasi PP Tunas, yang menuntut platform untuk mengidentifikasi dan mengelola risiko yang mungkin memengaruhi kesejahteraan anak. Proses ini membantu pemerintah dalam memahami tingkat kesiapan setiap platform dalam menerapkan standar perlindungan digital.

“Kami telah menerima laporan dari sekitar 200 platform, termasuk e-commerce, game online, dan layanan hiburan. Laporan ini akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan langkah lebih lanjut,” kata Meutya.

Dengan tindakan penutupan akun anak dan laporan profil risiko dari berbagai platform, PP Tunas terus berjalan sebagai acuan utama dalam mengatur ruang digital. Meski masih ada tantangan, langkah-langkah ini diyakini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga keamanan anak di lingkungan online. Important News ini menunjukkan bahwa pemerintah dan sektor teknologi sedang bekerja sama untuk menciptakan ekosistem digital yang lebih bijak dan berkelanjutan.

Leave a reply