Skip to content
Royal desk
Agustus 5, 2026 JurnalNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
News

Special Plan: PSEL Bali Resmi Dibangun, Jadi Tonggak Transformasi Pengelolaan Sampah di Indonesia

Lisa Thomas - jurnalnaya.com 3 mins read

Special Plan: PSEL Bali Resmi Beroperasi, Langkah Transformasi Pengelolaan Sampah Nasional Special Plan - Kota Bali telah resmi memasuki era pengelolaan

Special Plan: PSEL Bali Resmi Dibangun, Jadi Tonggak Transformasi Pengelolaan Sampah di Indonesia

Special Plan: PSEL Bali Resmi Beroperasi, Langkah Transformasi Pengelolaan Sampah Nasional

Special Plan – Kota Bali telah resmi memasuki era pengelolaan sampah berbasis teknologi melalui Proyek Sampah ke Energi Listrik (PSEL) yang diperkenalkan oleh Danantara Indonesia melalui anak perusahaan PT Danantara Investment Management (DIM) dan PT Daya Energa Nusantara (Denera). Proyek ini menjadi bukti konkret implementasi Special Plan yang ditujukan untuk mengubah cara Indonesia menangani limbah, mengurangi polusi, serta menciptakan ekonomi berkelanjutan. Dengan dioperasikan di Desa Pedungan, Denpasar Selatan, PSEL Bali diharapkan menjadi contoh terbaik dalam inovasi nasional.

Proyek PSEL Bali sebagai Solusi Nasional

Indonesia menghasilkan sampah hingga lebih dari 140.000 ton per hari, yang berdampak signifikan pada lingkungan dan ekonomi. Special Plan untuk pengelolaan sampah dirancang agar daerah-daerah seperti Bali dapat menjadi pilot project yang berhasil. PSEL Bali bukan hanya proyek lokal, tetapi juga menjadi bagian dari strategi nasional yang menyeluruh, di mana teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik diterapkan secara massal.

Dalam pernyataan resmi, Rosan Roeslani, CEO Danantara Indonesia, mengatakan, “Special Plan ini adalah bagian dari komitmen untuk mempercepat solusi lingkungan yang berkelanjutan. Sampah tidak lagi dianggap sebagai masalah, tetapi sebagai sumber daya yang bisa dikelola secara profesional dan inovatif.” Peresmian pada 8 Juli 2026 di Desa Pedungan menandai keterlibatan aktif pemerintah daerah, perusahaan energi, dan mitra teknologi dalam mencapai tujuan ini.

“PSEL Bali adalah prinsip utama dalam Special Plan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan energi,” tambah Rosan, menjelaskan bahwa proyek ini berbasis teknologi moving grate incinerator yang telah teruji di berbagai negara. Teknologi ini memastikan proses pembakaran sampah menghasilkan listrik dengan standar lingkungan internasional, seperti European Industrial Emissions Directive (EU IED).

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan dari PSEL Bali

PSEL Bali diperkirakan mampu mengurangi emisi polutan hingga 80% per ton sampah dibandingkan metode tradisional. Selain itu, proyek ini juga menciptakan sekitar 1.200 peluang kerja hijau, termasuk di bidang teknis, operasional, dan manajemen. Dengan Special Plan yang mendukung pengembangan infrastruktur ramah lingkungan, PSEL Bali berpotensi menjadi gerbang bagi investasi berkelanjutan di sektor sampah.

Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PPA) yang ditandatangani antara pengembang dan PT PLN (Persero) menunjukkan komitmen bersama untuk memastikan energi yang dihasilkan dapat disalurkan secara efisien. Ini menjadi bukti bahwa Special Plan tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga pada sinergi antar sektor untuk mencapai hasil optimal. Kemitraan ini juga mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan Proyek Strategis Nasional (PSN) lainnya di berbagai wilayah.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyoroti peran Special Plan dalam mempercepat penyelesaian masalah sampah. “Deregulasi dan kebijakan yang lebih jelas sangat penting untuk mendorong implementasi proyek seperti ini,” kata Zulkifli, yang menekankan bahwa Special Plan memberikan ruang bagi kemitraan kreatif antara pemerintah, swasta, dan masyarakat.

Proyek PSEL Bali dirancang sebagai salah satu bagian dari Special Plan yang menargetkan pengurangan 50% sampah yang dibuang ke laut dan 70% sampah perkotaan yang diolah secara ramah lingkungan. Dengan pematangan lahan, perizinan, dan pembentukan Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP), proyek ini berjalan sesuai rencana dan menjadi batu loncatan untuk skala lebih besar.

Sebagai salah satu pilot project dalam Special Plan, PSEL Bali juga menjadi basis pengembangan teknologi serupa di Indonesia. Menteri ESDM dan Menteri Energi serta Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terus mendorong proyek ini menjadi contoh yang bisa dikopikan di kota-kota besar lainnya. Dengan penerapan Special Plan, harapan besar ditempatkan pada transformasi ekosistem pengelolaan sampah nasional.

Leave a reply