Skip to content
Royal desk
Agustus 5, 2026 JurnalNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
News

Topics Covered: Dukung Bali Jadi Lokasi PFII, Danantara: Contek Keberhasilan Dubai

Charles Davis - jurnalnaya.com 3 mins read

Danantara Dukung Bali Jadi Lokasi PFII, Contek Keberhasilan Dubai Topics Covered dalam upaya meningkatkan daya saing Indonesia di bidang keuangan global

Topics Covered: Dukung Bali Jadi Lokasi PFII, Danantara: Contek Keberhasilan Dubai

Danantara Dukung Bali Jadi Lokasi PFII, Contek Keberhasilan Dubai

Topics Covered dalam upaya meningkatkan daya saing Indonesia di bidang keuangan global, Danantara mengungkapkan komitmen untuk mempercepat pengembangan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) di Bali. Perusahaan yang bergerak di bidang layanan keuangan ini menilai bahwa kawasan PFII bisa menjadi penggerak utama ekonomi nasional, terutama dengan memperhatikan keberhasilan Dubai International Financial Centre (DIFC) sebagai model inspiratif. Strategi ini bertujuan untuk membangun ekosistem keuangan yang kompetitif, menarik investasi asing, dan memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat finansial internasional.

Peran Danantara dalam Mendorong PFII

Dony Oskaria, selaku COO Danantara dan Ketua BP BUMN, mengungkapkan bahwa PFII tidak hanya tentang pengembangan kawasan fisik, tetapi juga tentang peningkatan kepercayaan dunia terhadap Indonesia sebagai destinasi investasi keuangan. “PFII merupakan langkah strategis untuk menunjukkan kemampuan Indonesia dalam mewujudkan ekosistem keuangan yang berstandar internasional,” jelas Dony saat memberikan wawancara eksklusif di Jakarta, Rabu, 15 Juli 2026.

“Dengan memperhatikan pengalaman Dubai, kami ingin menciptakan lingkungan yang menarik bagi pengembangan bisnis dan investasi jangka panjang,” tegas Dony, yang menekankan pentingnya keterlibatan perusahaan keuangan lokal dalam mengakselerasi proyek ini.

Kesiapan menyongsong pembangunan PFII di Bali mencakup kerja sama antara Danantara dengan pemerintah dan stakeholder terkait. Dony menyoroti bahwa peniruan model DIFC bisa memberikan manfaat seperti pengurangan pajak hingga 40 tahun, peningkatan ketersediaan tenaga profesional, serta pengembangan infrastruktur yang mendukung pertumbuhan industri keuangan. “Kami ingin memastikan Bali tidak hanya menjadi tempat yang menarik, tetapi juga menjadi pusat kreativitas dan inovasi finansial,” imbuhnya.

Potensi Ekonomi dan Strategi PFII

Topics Covered dalam perencanaan PFII juga mencakup analisis kebutuhan pasar keuangan domestik dan ekspansi ke pasar global. Dony menjelaskan bahwa kawasan ini berpotensi menarik investor dari berbagai negara, terutama yang beroperasi di wilayah Middle East, Africa, dan South Asia (MEASA). “PFII di Bali akan menjadi jembatan bagi Indonesia untuk menjangkau pasar internasional dengan kemudahan akses dan regulasi yang mendukung pertumbuhan ekonomi,” tambah Dony.

Pengembangan PFII di Bali diharapkan bisa menjadi model baru dalam membangun ekosistem keuangan yang adaptif terhadap kebutuhan global. Dony menekankan pentingnya pembangunan kawasan ini untuk mengurangi ketergantungan pada pusat keuangan luar negeri dan menciptakan lapangan kerja serta pertumbuhan pendapatan daerah. “PFII bukan hanya tentang bisnis, tetapi juga tentang keberlanjutan perekonomian nasional,” ujarnya.

Danantara bersama tim manajemen dan anggota Board of Directors (BoD) juga sedang merancang strategi investasi yang fokus pada keberlanjutan dan inovasi. Dony mengungkapkan bahwa perusahaan ini akan menyiapkan berbagai layanan pendukung, seperti infrastruktur digital, pelatihan SDM, serta fasilitas pembiayaan yang kompetitif. “Kami ingin menjamin bahwa PFII bisa menjadi pusat yang terpadu dan berkelanjutan,” kata Dony.

Topics Covered dalam proyek ini juga mencakup kolaborasi dengan pihak internasional untuk memastikan standar kualitas yang tinggi. Menurut Dony, Dubai menjadi referensi karena mampu menarik investasi sebesar USD 10 miliar dalam 10 tahun pertama beroperasi. “Kami ingin menciptakan keuntungan serupa dengan membangun kawasan yang mampu menarik minat investor besar dan memperkuat reputasi Indonesia sebagai negara yang serius dalam mengembangkan sektor keuangan,” jelasnya.

Leave a reply