Skip to content
Royal desk
Agustus 5, 2026 JurnalNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
News

Historic Moment: Terbesar di Dunia, Proyek Waste to Energy Indonesia Jadi Rebutan Investor

Lisa Thomas - jurnalnaya.com 2 mins read

Historic Moment: Proyek Waste to Energy Indonesia Menjadi Rebutan Investor Historic Moment - Proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (waste to energy)

Historic Moment: Terbesar di Dunia, Proyek Waste to Energy Indonesia Jadi Rebutan Investor

Historic Moment: Proyek Waste to Energy Indonesia Menjadi Rebutan Investor

Historic Moment – Proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (waste to energy) di Indonesia memasuki tahap baru yang menandai Historic Moment dalam pengembangan infrastruktur hijau nasional. Berdasarkan pernyataan Danantara Indonesia, melalui Pandu Sjahrir, proyek ini kini menjadi yang terbesar di dunia, dengan banyak investor memperebutkan kesempatan untuk berpartisipasi. Proyek ini menunjukkan potensi Indonesia dalam mengubah limbah menjadi sumber daya ekonomi sekaligus lingkungan.

“Dengan kapasitas produksi energi yang besar, proyek ini menjadi Historic Moment bagi sektor energi terbarukan di Indonesia. Investor dari berbagai negara, termasuk Prancis dan Tiongkok, telah menunjukkan minat tinggi untuk berkolaborasi,” kata Pandu Sjahrir dalam acara Waste to Energy Talks 2026 Metro TV di Jakarta, Kamis, 16 Juli 2026.

Proses Seleksi dan Kompetisi Global

Perebutan investor tidak hanya menjadi isu lokal, tetapi juga menarik perhatian dunia. Dalam tahap awal, terdapat 24 peserta yang memenuhi syarat untuk bergabung dalam konsorsium. Seleksi lanjutan mengurangi jumlah tersebut menjadi 85 konsorsium dan perusahaan mandiri yang diterima sebagai kandidat utama. Proses ini menunjukkan keunggulan proyek Indonesia dalam skala, kapasitas, dan visi jangka panjang.

“Kami memastikan setiap peserta memiliki kesempatan yang adil, karena proyek ini tidak hanya berfokus pada keuntungan ekonomi, tetapi juga pada kontribusi lingkungan yang berkelanjutan. Historic Moment ini membuka peluang untuk mengembangkan solusi inovatif di bidang energi hijau,” terang Pandu Sjahrir.

Komposisi Mitra dan Peran Negara Asing

Tahap kedua proyek ini menunjukkan keterlibatan mitra yang beragam. Empat dari delapan mitra yang terpilih diwakili oleh konsorsium perusahaan lokal Indonesia, sementara dua konsorsium lainnya berasal dari Prancis dan dua konsorsium dipimpin perusahaan Tiongkok. Kombinasi ini memperlihatkan kepercayaan global terhadap kemampuan Indonesia dalam mengelola proyek besar.

“Mitra lokal memiliki keunggulan dalam pemahaman lingkungan dan pasar Indonesia, sementara mitra internasional membawa teknologi serta pengalaman global. Historic Moment ini memperkuat kerja sama antarnegara, yang sangat penting untuk proyek skala besar,” jelas Pandu Sjahrir.

Proyek ini juga menyoroti peran perusahaan asing dalam mendukung inisiatif hijau Indonesia. Sementara itu, perusahaan dalam negeri tetap menjadi pilar utama, karena keberlanjutan proyek tergantung pada keterlibatan lokal yang kuat. Kehadiran mitra internasional diperkirakan akan meningkatkan efisiensi dan keandalan proyek dalam jangka panjang.

Historic Moment ini adalah bukti bahwa Indonesia mampu menjadi pusat inovasi bagi proyek waste to energy. Dengan penambahan mitra global, kami yakin proyek ini akan memberikan dampak signifikan bagi lingkungan dan ekonomi nasional,” tambahnya.

Kontribusi proyek ini sangat besar, karena setiap ton sampah yang diolah akan menghasilkan energi listrik sebesar 500 kWh. Hal ini diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan energi sekitar 100.000 rumah tangga per tahun. Selain itu, proyek ini juga akan mengurangi emisi karbon hingga 30.000 ton per tahun, berkontribusi pada target Indonesia untuk mengurangi polusi lingkungan.

Leave a reply