Skip to content
Royal desk
Agustus 5, 2026 JurnalNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
News

AS Lepaskan Serangan Dekat Rumah Sakit Kanker Anak – Iran: Barbar!

Emily Thomas - jurnalnaya.com 3 mins read

r Anak, Iran: Barbar! AS Lepaskan Serangan Dekat Rumah Sakit - Pemerintah Iran mengkritik serangan yang dilakukan Amerika Serikat (AS) terhadap fasilitas

AS Lepaskan Serangan Dekat Rumah Sakit Kanker Anak – Iran: Barbar!

AS Lepaskan Serangan Dekat Rumah Sakit Kanker Anak, Iran: Barbar!

AS Lepaskan Serangan Dekat Rumah Sakit – Pemerintah Iran mengkritik serangan yang dilakukan Amerika Serikat (AS) terhadap fasilitas medis kanker anak di Ahvaz, Provinsi Khuzestan. Serangan ini terjadi pada hari Rabu (10/10) dan menimbulkan kecaman luas karena menargetkan tempat penanganan penyakit serius bagi anak-anak. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyebut insiden tersebut sebagai ‘serangan barbar’ dan menegaskan bahwa AS berulang kali menyerang rumah sakit, menunjukkan ketidakpedulian terhadap hak asasi manusia. Serangan ini menyebabkan evakuasi darurat yang memengaruhi sekitar 211 pasien anak yang sedang menjalani kemoterapi, dengan banyak dari mereka mengalami kecemasan dan ketidaknyamanan berlebihan.

Kebijakan Militer AS yang Diduga Memperparah Krisis

“Serangan AS terhadap rumah sakit kanker anak bukan hanya menunjukkan kebrutalan, tetapi juga melanggar prinsip pertahanan sipil yang seharusnya dilindungi dalam konflik,” ujar Baghaei.

Kementerian Luar Negeri Iran menyoroti bahwa AS telah beberapa kali menyerang fasilitas kesehatan sebelumnya, termasuk di daerah-daerah yang memiliki populasi rentan seperti anak-anak. Menurut laporan, serangan ini terjadi dengan menggunakan drone atau senjata ringan, yang menyebabkan kerusakan pada bagian luar bangunan. Meski tidak ada korban jiwa yang langsung tercatat, dampak psikologis terhadap pasien dan keluarga mereka sangat signifikan. Pihak Iran menuding bahwa AS sengaja memilih lokasi strategis untuk menunjukkan kekuasaan militer mereka dan mengalihkan perhatian dari tindakan-tindakan yang dianggap lebih kontroversial.

Menurut data dari lembaga kesehatan lokal, fasilitas kanker anak di Ahvaz merupakan salah satu dari beberapa rumah sakit khusus yang melayani pasien dari daerah terpencil. Dengan adanya serangan tersebut, proses pengobatan untuk anak-anak yang membutuhkan perawatan intensif terganggu. Pemerintah Iran juga meminta penjelasan resmi dari AS mengenai tujuan serangan tersebut, apakah hanya untuk menghancurkan infrastruktur atau sebagai bagian dari strategi lebih besar untuk memperkuat tekanan militer terhadap wilayah tersebut.

Konteks Ketegangan di Selat Hormuz

Peristiwa ini terjadi di tengah intensifikasi konflik antara AS dan Iran di Selat Hormuz. Pada bulan Mei lalu, kedua pihak telah memperketat tindakan militer, termasuk penyergapan kapal-kapal tanker dan pesawat penjelajah. Meski ada upaya mediasi dari Pakistan untuk mencapai perdamaian, Iran terus mengkritik kebijakan AS yang dianggap agresif. Serangan terhadap rumah sakit kanker anak ini menjadi simbol kekecewaan Iran terhadap AS, yang sebelumnya sering membanggakan komitmen mereka terhadap keadilan internasional.

Menurut analis kawasan, kebrutalan AS terhadap fasilitas kesehatan menunjukkan perubahan pola perang mereka. Dalam beberapa tahun terakhir, AS lebih memilih menargetkan infrastruktur penting seperti klinik, sekolah, dan rumah sakit untuk mengurangi dukungan politik dan moral Iran. Dengan memperluas dampak serangan tersebut, AS dianggap berusaha merusak kredibilitas pihak Iran di mata dunia internasional. Perwakilan dari OPEC juga menyatakan kekecewaan mereka atas tindakan AS, mengingat Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi pasokan minyak global.

Pengaruh Serangan terhadap Masyarakat Iran

Serangan AS di dekat rumah sakit kanker anak tidak hanya menyebabkan ketergangguan pengobatan, tetapi juga meningkatkan kekhawatiran masyarakat Iran terhadap keamanan nasional. Banyak warga Ahvaz mengungkapkan kecemasan mereka terhadap kemungkinan serangan-serangan berikutnya, terutama jika AS terus menargetkan fasilitas yang terkait dengan kesehatan anak. Seorang warga, Siti Amini, menyatakan, “Anak-anak tidak layak menjadi korban pertempuran. Serangan ini memperparah penderitaan mereka di tengah kesulitan ekonomi yang sudah terjadi selama beberapa bulan.”

Kementerian Kesehatan Iran mengungkapkan bahwa serangan tersebut mengganggu layanan kesehatan sekitar satu minggu, hingga tenaga medis bisa menormalisasi situasi. Meski begitu, banyak pasien masih harus memindahkan diri ke rumah sakit lain untuk meneruskan pengobatan. Pemerintah juga menegaskan bahwa mereka akan memberikan sanksi internasional terhadap AS jika tidak ada penjelasan yang memadai mengenai alasan serangan tersebut. Insiden ini menjadi momentum penting bagi Iran untuk menegaskan keberpihakan mereka terhadap kebutuhan medis anak-anak, yang dianggap sebagai korban yang paling rentan dari konflik.

Di sisi lain, pihak AS berpendapat bahwa serangan tersebut adalah bagian dari operasi intelijen untuk menghentikan aktivitas militer Iran di daerah tersebut. Mereka menegaskan bahwa mereka tidak menargetkan pasien atau fasilitas kesehatan secara sengaja, tetapi memilih lokasi yang mudah diakses untuk mengejutkan pasukan Iran. Namun, argumen ini tidak cukup meyakinkan bagi Iran, yang menilai bahwa AS memanfaatkan penargetan rumah sakit sebagai alat politik untuk menekan

Leave a reply