Serangan Israel di Gaza Tewaskan Perempuan dan Tiga Putrinya
Serangan Israel di Gaza Tewaskan seorang perempuan Palestina beserta ketiga putrinya dalam insiden tragis yang terjadi di wilayah selatan Jalur Gaza
Serangan Israel di Gaza Tewaskan Perempuan dan Tiga Putrinya dalam Serangan Militer yang Melanda Hunian di Jalur Gaza
Jurnalnaya.com – Serangan Israel di Gaza Tewaskan seorang perempuan Palestina beserta ketiga putrinya dalam insiden tragis yang terjadi di wilayah selatan Jalur Gaza. Peristiwa ini menimpa sebuah keluarga yang sedang berada di dalam hunian mereka saat bom-bom pasukan Israel menghancurkan bangunan tempat tinggal. Korban tewas dinyatakan sebagai seorang ibu dan ketiga anak perempuannya yang semuanya berada di dalam rumah saat serangan terjadi.
Konfirmasi Korban dari Kantor Berita WAFA
Kantor berita WAFA mengonfirmasi bahwa serangan tersebut melanda sebuah hunian di Jalan Al-Thalathini, tepatnya di wilayah selatan Gaza. Peristiwa ini tercatat pada hari Selasa, tanggal 21 Juli 2026. Bom-bom yang dijatuhkan pasukan Israel menghancurkan bangunan tempat tinggal keluarga tersebut secara total.
Perlu dicatat bahwa gencatan senjata yang telah berlaku sejak 10 Oktober 2025 masih aktif saat kejadian ini terjadi. Kondisi ini menambah kompleksitas situasi di wilayah tersebut, mengingat serangan terjadi di tengah periode perdamaian yang seharusnya melindungi warga sipil.
Sebuah keluarga perempuan di Kota Gaza menjadi korban serangan militer Israel yang menimpa rumah mereka. Insiden ini terjadi meskipun saat itu masih berlangsung perjanjian gencatan senjata.
Penguasaan Wilayah dan Dampak Serangan Berkelanjutan
Selanjutnya, WAFA yang mengutip laporan dari Anadolu menyampaikan bahwa kekuatan militer Israel kini telah menguasai area seluas lebih dari 70 persen di Jalur Gaza. Penguasaan wilayah ini menunjukkan peningkatan signifikan dari angka 53 persen yang ditetapkan dalam kesepakatan gencatan senjata Oktober 2025 lalu.
Kementerian Kesehatan Gaza memberikan data terbaru mengenai dampak serangan. Sejak pemberlakuan gencatan senjata, tercatat sedikitnya 1.158 warga Palestina kehilangan nyawa dan 3.756 orang lainnya mengalami luka-luka. Serangan yang disebut berlangsung hampir setiap hari ini terus menyisakan korban di berbagai wilayah.
Dari awal konflik yang dimulai pada 8 Oktober 2023, total korban jiwa mencapai 73.250 jiwa dengan 173.751 orang terluka. Angka-angka ini mencerminkan tingginya intensitas pertempuran di wilayah tersebut dan menunjukkan bahwa meskipun ada gencatan senjata, kekerasan masih berlanjut.
Selain korban manusia, kerusakan fisik juga sangat masif. Sekitar 90 persen infrastruktur sipil di Jalur Gaza dilaporkan mengalami kerusakan berat hingga hancur total akibat konflik yang berkepanjangan. Rumah-rumah, sekolah, rumah sakit, dan fasilitas publik lainnya menjadi sasaran serangan yang berulang.
Insiden di Tepi Barat: Dua Warga Palestina Tewas
Sementara itu, di wilayah lain terjadi peristiwa serupa. Pemukim Israel menyerang sebuah desa di Tepi Barat. Serangan tersebut menewaskan dua warga Palestina. Peristiwa ini menambah daftar korban di berbagai wilayah yang menjadi sengketa antara Israel dan Palestina.
Insiden-insiden ini menunjukkan bahwa meskipun ada upaya gencatan senjata, kekerasan masih berlanjut di berbagai front. Serangan Israel di Gaza Tewaskan tidak hanya warga sipil di Jalur Gaza, tetapi juga di wilayah Tepi Barat. Keluarga-keluarga Palestina terus menjadi korban dalam konflik yang telah berlangsung selama bertahun-tahun ini.
