Skip to content
Royal desk
Agustus 28, 2026 JurnalNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
News

Korban Tewas Akibat Banjir Bandang di Nepal Capai 157 Orang, Ratusan Hilang

Emily Thomas - jurnalnaya.com 3 mins read

Peristiwa bencana yang mengguncang kawasan perbatasan Nepal dan Tibet pada Rabu, 26 Agustus 2026, telah menelan korban jiwa sebanyak 157 orang. Selain itu

Korban Tewas Akibat Banjir Bandang di Nepal Capai 157 Orang, Ratusan Hilang

Banjir Bandang dan Longsor di Perbatasan Nepal–Tibet: 157 Jiwa Hilang, Ratusan Belum Ditemukan

Jurnalnaya.com – Peristiwa bencana yang mengguncang kawasan perbatasan Nepal dan Tibet pada Rabu, 26 Agustus 2026, telah menelan korban jiwa sebanyak 157 orang. Selain itu, ratusan orang dilaporkan hilang, dan sebagian besar dari mereka adalah wisatawan mancanegara. Wilayah Nuwakot menjadi titik pusat dari tragedi ini.

Destruksi Total dan Respons Penyelamatan

Para petugas tanggap darurat menggambarkan bahwa seluruh permukiman di zona terdampak telah “rata dengan tanah”. Rekaman dari drone yang telah diverifikasi oleh AFP menunjukkan puluhan warga berlari menyelamatkan diri ketika gelombang puing setinggi bangunan bertingkat menghantam sisi wilayah perbatasan Tiongkok, sekaligus menghempaskan truk dan bus ke arah hilir.

Tim penyelamat harus menerjang lumpur tebal dan endapan tanah untuk menemukan korban yang masih hidup, setelah air bah menenggelamkan lantai dasar berbagai bangunan bertingkat. Angkatan Darat Nepal telah mengerahkan operasi udara dan berhasil mengevakuasi puluhan orang. Warga yang bermukim di dekat sungai pada zona bahaya diminta segera mengungsi.

Daftar Wisatawan yang Belum Diketahui Keberadaannya

Kementerian Pariwisata Nepal mengungkapkan bahwa sekitar 403 wisatawan—341 di antaranya warga negara asing—belum diketahui keberadaannya selama beberapa jam setelah bencana melanda. Dewan pariwisata merinci bahwa di antara yang hilang terdapat 142 warga India, serta turis dari Australia, Inggris, Malaysia, Belanda, Portugal, Afrika Selatan, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.

Sementara itu, media pemerintah Tiongkok melaporkan adanya “korban jiwa dalam jumlah besar” akibat longsor lumpur di sebuah pusat aktivitas perbatasan Tibet, dengan rincian tiga orang tewas dan 265 lainnya hilang di sisi Tiongkok.

Pernyataan Resmi dan Bantuan Darurat

David Fisher, kepala perwakilan Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) di Nepal, menyatakan bahwa seluruh desa dan kawasan pasar telah hancur total. Pihaknya sedang mengirimkan bantuan darurat berupa selimut, perlengkapan pertolongan pertama, tandu, dan kantong jenazah.

Perdana Menteri Nepal, Balendra Shah, berjanji akan mengerahkan upaya penanganan secara maksimal. Dalam pernyataan di media sosial, ia menyampaikan:

“Rasa sakit dan kehilangan yang Anda alami sungguh besar. Namun, saya ingin meyakinkan Anda bahwa Anda tidak sendirian dalam masa sulit ini—negara hadir bersama Anda dengan segala sarana dan sumber dayanya.”

Akar Penyebab dan Risiko Banjir Susulan

Penyebab pasti banjir belum dapat dipastikan secara segera. Menteri Luar Negeri Nepal, Shishir Khanal, menjelaskan bahwa gempa bumi kemungkinan memicu tanah longsor yang kemudian membendung aliran sungai, sehingga air meluap deras ke arah hilir. Otoritas penanggulangan bencana Nepal menambahkan bahwa data satelit mengindikasikan adanya “longsoran salju dan batuan” di perbatasan Nepal–Tiongkok yang mungkin menjadi pemicu utama.

Para ahli memperingatkan bahwa sumbatan yang masih tersisa di sungai berpotensi memicu banjir susulan. Warga setempat yang telah mengalami trauma kini menghadapi ancaman lanjutan tersebut.

Dampak pada Infrastruktur dan Kesaksian Warga

Otoritas Kelistrikan Nepal melaporkan bahwa kapasitas pembangkit listrik sekitar 430 megawatt—termasuk dari fasilitas tenaga air dan tenaga surya—mengalami kerusakan yang “mengakibatkan gangguan” pada pasokan listrik.

Gambar-gambar yang dibagikan kepolisian Nepal memperlihatkan air bah mengalir deras di sungai dan menghanyutkan rumah-rumah yang dilaluinya. Foto-foto AFP menampilkan bagian lantai atas sebuah rumah yang menyembul dari timbunan tanah berlumpur.

Raju Bhadel, warga setempat berusia 56 tahun, menceritakan pengalamannya:

“Saya menerima telepon dari (ipar saya) pagi ini. Mereka menangis dan mengatakan seluruh rumah mereka telah hanyut terbawa arus. Tiga anggota keluarga berhasil diselamatkan, namun saudaranya masih dinyatakan hilang.”

Frequently Asked Questions

What is Korban Tewas Akibat Banjir Bandang di Nepal?

Korban Tewas Akibat Banjir Bandang di Nepal is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Korban Tewas Akibat Banjir Bandang di Nepal matter?

Korban Tewas Akibat Banjir Bandang di Nepal matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a reply