Skip to content
Royal desk
Agustus 28, 2026 JurnalNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
News

Pentagon Beri Kontrak F-15 Eagle Crest ke Boeing, Indonesia Masuk Konsumen Potensial

Mark Williams - jurnalnaya.com 2 mins read

Washington — Boeing Co. resmi memperoleh kontrak jet tempur F-15 Eagle Crest melalui mekanisme Foreign Military Sales (FMS), sebagaimana diumumkan Departemen

Pentagon Beri Kontrak F-15 Eagle Crest ke Boeing, Indonesia Masuk Konsumen Potensial

Boeing Raih Kontrak F-15 Eagle Crest; Indonesia Terdaftar dalam Skema FMS

Jurnalnaya.com – Washington — Boeing Co. resmi memperoleh kontrak jet tempur F-15 Eagle Crest melalui mekanisme Foreign Military Sales (FMS), sebagaimana diumumkan Departemen Perang Amerika Serikat pada Selasa, 25 Agustus 2026. Dalam daftar negara penerima skema penjualan militer asing tersebut, Indonesia tercatat berdampingan dengan Jepang, Israel, Arab Saudi, Korea Selatan, Singapura, dan Polandia.

Nilai dan Cakupan Kontrak Utama

Pengumuman resmi Departemen Perang AS menyatakan bahwa kontrak ini memiliki plafon nilai sebesar USD131,2 miliar dan ditujukan untuk mendukung Kantor Program F-15. Pengadaan dilakukan secara penunjukan langsung (sole-source).

“Kontrak ini mencakup produksi pesawat, integrasi sistem, modernisasi, peningkatan kemampuan (upgrade), retrofit, pemeliharaan berkelanjutan, serta pembentukan kemampuan pemeliharaan tingkat depot organik guna menghadirkan dan memelihara kemampuan vital Sistem Senjata F-15 Eagle bagi Angkatan Udara, Air National Guard, dan pelanggan lain di lingkungan Departemen Pertahanan.”

Dana penelitian, pengembangan, pengujian, dan evaluasi (RDT&E) untuk Tahun Anggaran 2026 sebesar USD343.740 telah dialokasikan pada saat penandatanganan. Pengelolaan kontrak berkode FA8634-26-D-B001 berada di bawah tanggung jawab Air Force Life Cycle Management Center, yang berkedudukan di Pangkalan Angkatan Udara Wright-Patterson, Ohio.

Kontrak Sekunder: Pengembangan Sistem Nuklir oleh University of New Mexico

Di luar kontrak utama Boeing, pengumuman yang sama juga mencatat bahwa University of New Mexico di Albuquerque, New Mexico, memperoleh kontrak bernilai USD27.408.016. Skema pembiayaan yang diterapkan adalah biaya tanpa imbalan jasa (cost-plus-fixed-fee), dengan ruang lingkup meliputi pengembangan sistem nuklir, integrasi sistem nuklir, pengujian terbang dan evaluasi sistem nuklir, serta komando, kendali, dan komunikasi nuklir.

Pekerjaan dijadwalkan dilaksanakan di Albuquerque, New Mexico, dengan estimasi penyelesaian pada 24 November 2031. Berbeda dengan kontrak Boeing, pengadaan ini merupakan hasil proses kompetitif di mana hanya satu penawaran yang diterima. Dana RDT&E Tahun Anggaran 2026 sebesar USD344.167 dialokasikan pada penandatanganan. Air Force Research Laboratory di Pangkalan Angkatan Udara Kirtland, New Mexico, bertindak sebagai pengelola kontrak berkode FA9453-26-C-X021.

Frequently Asked Questions

What is Pentagon Beri Kontrak F 15 Eagle?

Pentagon Beri Kontrak F 15 Eagle is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Pentagon Beri Kontrak F 15 Eagle matter?

Pentagon Beri Kontrak F 15 Eagle matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a reply