Gempa Dangkal M 4,2 Guncang Malang, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mengonfirmasi bahwa gempa tektonik berkekuatan magnitudo 4,2 yang terjadi di perairan laut tidak
Gempa Dangkal M 4 2 Guncang Malang, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
Jurnalnaya.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mengonfirmasi bahwa gempa tektonik berkekuatan magnitudo 4,2 yang terjadi di perairan laut tidak menimbulkan potensi tsunami bagi masyarakat sekitar. Episenter guncangan ini berada pada jarak 102 kilometer menuju arah Tenggara Kabupaten Malang. Dengan kedalaman hiposenter mencapai 22 kilometer, lokasi gempa tercatat pada koordinat 9,023 derajat Lintang Selatan dan 112,82167 derajat Bujur Timur. Informasi ini penting bagi masyarakat Malang dan sekitarnya yang ingin mengetahui kondisi terkini setelah terjadi guncangan.
Waktu dan Penyebab Gempa Dangkal M 4 2 Guncang
Ricko Kardoso, selaku Kepala BMKG Stasiun Geofisika Malang, menyampaikan bahwa peristiwa ini terjadi pada pukul 20.29 WIB, Selasa, 28 Juli 2026. Menurutnya, berdasarkan posisi episenter serta kedalaman hiposenter, gempa ini dikategorikan sebagai gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif di bawah permukaan laut. Kedalaman hiposenter yang relatif dangkal membuat guncangan lebih terasa oleh masyarakat di permukaan dibandingkan gempa dalam.
“(Gempa bumi) tidak berpotensi tsunami,” kata Ricko.
Getaran akibat gempa ini tidak hanya dirasakan di Malang, namun juga menjangkau wilayah Blitar, Lumajang, dan Jember. Intensitas guncangan tercatat pada level II-III menurut skala Modified Mercalli Intensity (MMI). Ricko menjelaskan bahwa pada skala Mercalli II-III, getaran dirasakan mirip dengan truk yang sedang melintas di dekat lokasi. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun guncangan terasa, dampaknya masih dalam kategori ringan dan tidak menyebabkan kerusakan signifikan.
“II-III skala Mercali (MMI), getaran dirasakan seperti truk yang melintas,” ujar dia.
Imbauan BMKG dan Respons BPBD Malang
Meskipun tidak ada ancaman tsunami, BMKG Stasiun Geofisika Malang memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tetap memeriksa kondisi bangunan tempat tinggal. Tujuannya adalah memastikan tidak ada kerusakan struktural yang dapat membahayakan penghuni. Selain itu, masyarakat diingatkan untuk selalu mengacu pada sumber informasi resmi yang dikeluarkan melalui laman dan media sosial BMKG. Imbauan ini penting untuk menghindari penyebaran informasi yang tidak akurat di masyarakat.
“Masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” ujar dia.
Sementara itu, secara terpisah Sadono Irawan, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, menyatakan bahwa petugas masih melakukan pengecekan di lapangan. Tujuannya adalah untuk mengetahui kondisi terkini dan dampak dari peristiwa tersebut. Pengecekan ini mencakup berbagai aspek mulai dari infrastruktur hingga fasilitas umum yang mungkin terdampak.
“Seharusnya dengan skala II (II-III) MMI tidak ada kerusakan, tapi ini sedang dicek,” kata Sadono.
Gempa Dangkal M 4 2 Guncang yang terjadi di Malang ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi bencana alam. Meskipun magnitudo yang tercatat relatif kecil, gempa dangkal tetap dapat dirasakan dengan jelas oleh masyarakat. BMKG dan BPBD Malang terus memantau perkembangan situasi dan akan memberikan informasi terbaru jika diperlukan. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan mengikuti arahan dari pihak berwenang terkait.
