Skip to content
Royal desk
Agustus 5, 2026 JurnalNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
News

Gunung Semeru Erupsi 8 Kali – Tinggi Letusan Capai 900 Meter

Mark Williams - jurnalnaya.com 2 mins read

lom Abu Mencapai 900 Meter Gunung Semeru Erupsi 8 Kali - Dalam beberapa hari terakhir, Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang

Gunung Semeru Erupsi 8 Kali – Tinggi Letusan Capai 900 Meter

Gunung Semeru Mengalami Delapan Letusan, Kolom Abu Mencapai 900 Meter

Gunung Semeru Erupsi 8 Kali – Dalam beberapa hari terakhir, Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami delapan kali letusan. Sebagai salah satu gunung berapi aktif di Indonesia, Gunung Semeru sering kali menjadi perhatian karena aktivitas vulkaniknya yang tidak menunjukkan tanda-tanda penurunan. Tinggi kolom abu yang teramati mencapai 900 meter di atas puncak gunung, yang merupakan indikasi signifikan dari kekuatan letusan terkini. Situasi ini memicu peringatan untuk warga sekitar serta pengunjung yang masih berada di daerah rawan.

Peristiwa Erupsi Pertama dan Kedua

Erupsi pertama tercatat pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul 05.50 WIB. Kolom abu pada saat itu mencapai kira-kira 600 meter ke atas puncak, dengan warna abu-abu dan intensitas sedang. Abu yang terlempar mengarah ke arah tenggara, mengakibatkan penurunan visibilitas di sejumlah desa di sekitar kawasan lereng. Erupsi kedua terjadi pada pagi hari yang sama, dengan tinggi letusan meningkat menjadi sekitar 1,3 kilometer di atas puncak. Menurut Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, erupsi ini membawa risiko tinggi terhadap penduduk yang tinggal di dekat aliran sungai dan lembah.

“Erupsi Gunung Semeru terjadi pada pukul 19.00 WIB, dengan kolom letusan mencapai 900 meter di atas puncak atau 4.576 meter di atas permukaan laut,” jelas Liswanto, mengutip laporan dari Antara, Minggu, 12 Juli 2026.

Erupsi yang berlangsung berulang kali selama beberapa hari terakhir menunjukkan bahwa Gunung Semeru masih dalam fase aktivitas intensif. Dalam pernyataannya, Liswanto menekankan bahwa warga di sekitar daerah rawan harus waspada terhadap ancaman awan panas, guguran lava, dan lahar. Lokasi yang paling rentan adalah Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, serta Besuk Sat, yang terletak di sekitar kawah aktif. Kondisi ini memicu evakuasi sebagian besar penduduk yang tinggal di wilayah tersebut.

Penyebab dan Tanda-Tanda Erupsi

Erupsi Gunung Semeru yang terjadi berulang kali dalam beberapa hari terakhir diduga dipicu oleh aktivitas magma yang naik ke permukaan. Dalam beberapa hari sebelumnya, pengamat telah mencatat peningkatan suhu kawah, gempa dangkal, dan pergerakan material vulkanik yang lebih intens. Menurut data dari Badan Geologi, Gunung Semeru memasuki fase siaga dengan level aktivitas vulkanik III, yang menunjukkan bahwa potensi erupsi besar masih ada.

Kolom abu yang mencapai 900 meter di atas puncak mencerminkan kekuatan letusan yang signifikan. Abu vulkanik ini mengandung partikel kecil yang bisa mengganggu pernapasan dan memengaruhi kondisi udara di sekitar. Selain itu, letusan juga dapat menyebabkan perubahan iklim lokal dan mengurangi kualitas air di al

Leave a reply