Skip to content
Royal desk
Agustus 5, 2026 JurnalNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
News

Historic Moment: Prabowo: Keluarga Besar NU Stabilisator Bangsa

Charles Davis - jurnalnaya.com 3 mins read

Besar NU Sebagai Penopang Kestabilan Bangsa Historic Moment – Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) memiliki peran

Historic Moment: Prabowo: Keluarga Besar NU Stabilisator Bangsa

Prabowo: Keluarga Besar NU Sebagai Penopang Kestabilan Bangsa

Historic Moment – Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) memiliki peran penting sebagai stabilisator kestabilan bangsa. Pernyataannya tersebut disampaikan saat menghadiri penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2026 di Bangkalan, Jawa Timur, pada Selasa, 23 Juni 2026. Dalam pidatonya, Prabowo menekankan bahwa organisasi Islam terbesar di Indonesia ini menjadi kekuatan yang membangun persatuan dan mengurangi risiko konflik di tengah dinamika politik yang kompleks. “Keluarga besar NU selalu hadir ketika bangsa Indonesia menghadapi masa sulit, menjadi faktor yang memastikan keamanan dan konsistensi negara,” kata Prabowo, dikutip dari Media Indonesia.

Peran NU dalam Sejarah Kestabilan Nasional

Nahdlatul Ulama, yang didirikan pada 1926, dikenal sebagai salah satu organisasi keagamaan yang berkontribusi besar dalam membentuk identitas nasional Indonesia. Sejak era reformasi, NU sering kali menjadi penyeimbang antara kelompok-kelompok politik yang bersaing, termasuk dalam menghadapi isu-isu separatisme dan radikalisme. Prabowo menyoroti bahwa selama ini, NU mampu memperkuat koordinasi antara pemerintah dengan masyarakat, serta menjadi mediator dalam berbagai pertikaian. “Keluarga besar NU bukan hanya pengusaha atau ulama, tapi juga warga negara yang sadar akan tanggung jawab untuk menjaga keutuhan bangsa,” tambahnya.

Historic Moment ini juga menyoroti peran organisasi Islam dalam menjaga keseimbangan antara modernisasi dan tradisi. Prabowo menegaskan bahwa NU selama ini berhasil menjadi contoh bagus dalam menggabungkan ideologi keagamaan dengan kepentingan nasional. “Mereka memahami langsung kondisi rakyat karena terlibat langsung dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Hal ini membuat NU mampu menggali masalah yang dirasakan oleh masyarakat dan menjadi penghubung antara warga dengan pemerintah,” ujar Prabowo, dalam wawancara eksklusif dengan MetroTVNews.

Kedekatan Prabowo dengan NU: Sejarah dan Keterlibatan Keluarga

Historic Moment ini juga menegaskan hubungan personal yang telah terjalin antara Prabowo dengan NU sejak lama. Ia mengungkapkan bahwa ikatan emosional ini dimulai sejak masa kecil, ketika tinggal di lingkungan yang dipengaruhi nilai-nilai Islam. “Saya merasa selalu nyaman di tengah-tengah Nahdlatul Ulama. Merasa aman dan tentram,” ujar Prabowo, menyoroti keakraban yang terjalin sejak generasi pertama.

Keluarga Prabowo juga memiliki keterlibatan historis dengan NU. Menurut informasi yang dihimpun, nenek Prabowo berasal dari lingkungan NU yang kental dengan kehidupan keagamaan. Selain itu, ia pernah tinggal di dekat keluarga mantan Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di Jakarta, yang merupakan tokoh NU yang sangat berpengaruh. “Dari keluarga, saya memperoleh pemahaman tentang pentingnya peran ulama dalam membangun masyarakat yang harmonis,” katanya.

Historic Moment ini menjadi momentum untuk mengapresiasi kontribusi NU dalam memperkuat kesatuan bangsa. Prabowo menambahkan bahwa organisasi ini memiliki kemampuan untuk menghadirkan perspektif lokal ke dalam kebijakan nasional, sehingga mencegah polarisasi yang bisa memicu konflik. “Kita perlu mengakui bahwa NU bukan hanya simbol keagamaan, tapi juga institusi yang mampu menjadi pengatur kebijakan dalam skala besar,” pungkasnya, menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan lembaga keagamaan.

Konteks Politik dan Masa Depan Kestabilan Nasional

Dalam situasi politik yang dinamis, Prabowo menekankan bahwa keluarga besar NU menjadi mitra strategis dalam menjaga stabilitas. Ia menjelaskan bahwa kehadiran ulama dan kiai di berbagai forum kebijakan bisa membantu membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. “Ketika bangsa sedang menghadapi tantangan, mereka adalah suara yang konsisten untuk mengingatkan kita pada nilai-nilai kebersamaan dan persatuan,” kata Prabowo, mengingatkan pentingnya persatuan dalam menghadapi perubahan global.

Historic Moment ini juga menunjukkan bahwa NU memiliki kemampuan untuk beradaptasi dan berperan dalam berbagai fase sejarah. Dari era kemerdekaan hingga reformasi, organisasi ini selalu menjadi pelaku utama dalam menjaga persatuan. Prabowo menambahkan bahwa dalam era kini, NU tetap relevan karena mampu membentuk kesadaran masyarakat akan pentingnya keberagaman sebagai kekuatan bersama. “Keluarga besar NU adalah cerminan dari Indonesia yang lengkap, dari segala lapisan masyarakat hingga pemimpin negara,” tutur mantan komandan pasukan elite TNI itu.

Historic Moment yang diungkapkan Prabowo bukan hanya tentang prestasi masa lalu, tapi juga tentang peluang baru yang bisa dimanfaatkan untuk membangun masa depan yang lebih baik. Ia berharap kolaborasi dengan NU bisa terus ditingkatkan, terutama dalam merespons isu-isu yang muncul di tengah persaingan politik. “Kita harus bersyukur memiliki keluarga besar NU yang siap memberikan masukan dan dukungan kepada pemerintah dalam menjaga kestabilan bangsa,” pungkas Prabowo, menegaskan komitmen terhadap persatuan nasional.

Leave a reply