Skip to content
Royal desk
Agustus 5, 2026 JurnalNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
News

Kerugian Akibat Kebakaran 3 Kapal di Muara Angke Mencapai Rp1,5 Miliar

Mark Williams - jurnalnaya.com 3 mins read

Kerugian Akibat Kebakaran Tiga Kapal di Muara Angke Capai Rp1,5 Miliar Kerugian Akibat Kebakaran 3 Kapal di Muara - Satu hari setelah kejadian, masyarakat

Kerugian Akibat Kebakaran 3 Kapal di Muara Angke Mencapai Rp1,5 Miliar

Kerugian Akibat Kebakaran Tiga Kapal di Muara Angke Capai Rp1,5 Miliar

Kerugian Akibat Kebakaran 3 Kapal di Muara – Satu hari setelah kejadian, masyarakat sekitar masih berbicara tentang kebakaran yang menghancurkan tiga kapal di Dermaga Muara Angke, Kecamatan Pluit, Jakarta Utara. Peristiwa ini terjadi pada Minggu, 19 Juli 2026, dan menyebabkan kerugian yang mencapai sekitar Rp1,5 miliar. Kebakaran ini menimpa kapal-kapal yang sedang bersandar, mengakibatkan kerusakan serius di beberapa area penting seperti ruang mesin dan stowage.

Detail Kerugian dan Penyebab Kebakaran

Kebakaran yang menghancurkan tiga kapal tersebut, menurut Kasiops Gulkarmat Jakut dan Kepulauan Seribu Gatot Sulaeman, mengakibatkan kerugian hingga Rp1,5 miliar. Area yang terkena api mencakup 343 meter persegi, termasuk satu kapal berukuran 114 meter persegi. Meskipun penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan, diperkirakan akibat korsleting listrik. Situasi ini memperlihatkan betapa rentan nya fasilitas pelayaran di area strategis seperti Muara Angke.

“Kerugian akibat kebakaran tiga kapal milik H. Samang diperkirakan mencapai sekitar Rp1,5 miliar,” jelas Gatot Sulaeman di Jakarta, sebagaimana dilansir Antara pada hari yang sama.

Dalam upaya memadamkan kobaran api, Gulkarmat mengerahkan 65 personel pemadam dan 12 unit mobil damkar. Operasi pemadaman dimulai sekitar pukul 08.30 WIB dan berlangsung hingga sekitar pukul 10.00 WIB. Petugas mengungkapkan bahwa api membesar dengan cepat, menyebabkan beberapa kapal mengalami kerusakan parah. Tidak hanya bagian dalam, tetapi juga struktur luar kapal terkena dampak serius karena api menyembur dari beberapa titik.

Sejumlah saksi mata menyebutkan bahwa mereka melihat kepulan asap yang mengecil dari kapal yang sedang dalam perbaikan atau docking. Meski berusaha menghubungi warga sekitar untuk memberi peringatan, api tetap berkembang hingga membutuhkan intervensi langsung dari petugas pemadam. Mereka menjelaskan bahwa api memuncak saat terjadi kekacauan di lokasi, dengan beberapa area kebakaran meledak dan menyebar ke bagian lain.

Kondisi Pasca-Kebakaran dan Langkah Pemulihan

Kebakaran yang terjadi di Muara Angke tidak hanya menghancurkan tiga kapal, tetapi juga mengganggu aktivitas pelayaran lokal. Dampak langsung terlihat dari perubahan jadwal keberangkatan kapal dan penutupan sementara dermaga untuk penyelidikan lebih lanjut. Pihak terkait sedang melakukan evaluasi untuk menentukan penyebab pasti, termasuk kemungkinan kelelahan korsleting atau kesalahan operasional.

Menurut informasi terkini, tiga kapal yang terbakar masing-masing memiliki fungsi berbeda. Dua di antaranya merupakan kapal pengangkut barang, sementara satu kapal lainnya berperan sebagai kapal penjelajah. Kerusakan pada kapal penjelajah terutama terjadi di bagian mesin, sehingga mengganggu sistem navigasi dan operasionalnya. Sementara kapal pengangkut barang mengalami kerusakan di area stowage, yang mengakibatkan kehilangan barang bawaan.

Langkah-langkah pemulihan saat ini meliputi inspeksi menyeluruh terhadap area dermaga dan kapal-kapal lainnya. Pemerintah setempat juga mengimbau para nelayan dan pengelola pelayaran untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Selain itu, pihak berwenang sedang mengevaluasi tindakan darurat yang diambil, serta berusaha mengidentifikasi titik-titik kelemahan dalam sistem keamanan di area tersebut.

“Kerugian akibat kebakaran tiga kapal ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pihak terkait,” kata Gatot Sulaeman. “Kita perlu memperkuat protokol keselamatan di dermaga untuk menghindari kejadian serupa di masa depan.”

Kebakaran di Muara Angke juga menimbulkan efek domino dalam sektor logistik dan transportasi. Dengan kerusakan yang terjadi, kapasitas angkutan laut mengalami penurunan hingga 30% selama beberapa hari. Pemerintah setempat berupaya mempercepat proses pemulihan dengan mengalokasikan dana darurat dan mendirikan posko khusus untuk koordinasi antar-instansi. Kebakaran ini menjadi bahan evaluasi bagi perusahaan pelayaran dan pemerintah daerah untuk mengurangi risiko serupa di masa mendatang.

Leave a reply