Skip to content
Royal desk
Agustus 5, 2026 JurnalNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
News

Ketum GP NasDem Tegaskan Pemuda Bukan Objek Politik, Tapi Agen Restorasi

Barbara Williams - jurnalnaya.com 2 mins read

Ketum GP NasDem Tegaskan Pemuda Bukan sekadar objek politik yang hanya dimanfaatkan pada masa pemilihan. Prananda Surya Paloh, Ketua Umum GP NasDem

Ketum GP NasDem Tegaskan Pemuda Bukan Objek Politik, Tapi Agen Restorasi

GP NasDem: Generasi Muda Sebagai Motor Restorasi, Bukan Sekadar Objek Pemilu

Jurnalnaya.com – Ketum GP NasDem Tegaskan Pemuda Bukan sekadar objek politik yang hanya dimanfaatkan pada masa pemilihan. Prananda Surya Paloh, Ketua Umum GP NasDem, menyampaikan pesan penting bahwa kaum muda tidak boleh dipandang sebagai objek politik yang hanya dimanfaatkan pada masa pemilihan. Sebaliknya, mereka harus berperan aktif sebagai agen perubahan dan pendorong restorasi nasional. Pernyataan ini menjadi sangat relevan mengingat dinamika politik Indonesia yang semakin kompleks dan menuntut keterlibatan generasi muda secara substantif.

Menurutnya, Indonesia saat ini tengah menghadapi periode bonus demografi yang perlu dikelola dengan cermat. Jika tidak ditangani dengan baik, potensi ini bisa berubah menjadi bencana demografi. Oleh karena itu, generasi muda dituntut menjadi penggerak utama yang memberikan kontribusi tanpa mengharapkan imbalan. Bonus demografi ini merupakan kesempatan emas bagi bangsa Indonesia untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing di kancah internasional.

Kita perlu belajar dari pengalaman bangsa-bangsa lain yang saat ini sudah pada tahapan matang dan maju. Mereka berhasil mengkonversi potensi bonus demografi menjadi kemajuan ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakatnya.

Ungkapan tersebut disampaikan Prananda dalam sambutannya pada pembukaan Kongres II sekaligus peringatan HUT Ke-15 GP NasDem di Jakarta. Informasi ini diwartakan oleh Antara pada hari Selasa, 21 Juli 2026. Acara tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh dan anggota GP NasDem dari seluruh Indonesia yang antusias mengikuti jalannya kongres.

Menghadapi Tantangan Bersama

Dalam kurun waktu dua tahun mendatang, Indonesia akan memperingati seratus tahun Sumpah Pemuda. Namun, Prananda menyoroti adanya persaingan internal di kalangan pemuda yang seharusnya tidak terjadi. Menurutnya, musuh utama yang harus dihadapi bersama adalah kemiskinan dan kebodohan. Persaingan antar pemuda harus dialihkan menjadi kolaborasi untuk kemajuan bangsa.

Bangsa yang berdaulat tidak akan maju tanpa pemuda yang mandiri dan kapabel. Pemuda yang menaruh ego individualismenya di belakang demi kepentingan kolektif selalu hadir dalam setiap pergolakan zaman.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kompetisi politik akan semakin sengit ke depan. Setiap partai politik memiliki agenda masing-masing untuk mempertahankan maupun menambah jumlah kursi di parlemen. Dalam konteks ini, pemanfaatan bonus demografi harus dilakukan secara optimal. Pemuda harus menjadi kekuatan yang mampu mempengaruhi arah kebijakan negara.

Terakhir, Saan menambahkan bahwa pihak yang mampu menarik simpati generasi muda akan meraih kemenangan dalam kompetisi tersebut. Ia meyakini bahwa Garda Pemuda NasDem akan berfungsi sebagai jembatan komunikasi efektif antara partai politik dengan kaum muda di seluruh Indonesia. Dengan demikian, pemuda tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku utama dalam perjalanan restorasi Indonesia.

Leave a reply