Skip to content
Royal desk
Agustus 5, 2026 JurnalNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
News

Key Strategy: Prabowo Minta Dukungan NU Mengatasi Kebocoran Kekayaan Negara

Mark Williams - jurnalnaya.com 3 mins read

Prabowo Minta Dukungan NU Mengatasi Kebocoran Kekayaan Negara Key Strategy - Dalam upaya menciptakan Key Strategy yang lebih kuat dalam mengurangi kerugian

Key Strategy: Prabowo Minta Dukungan NU Mengatasi Kebocoran Kekayaan Negara

Prabowo Minta Dukungan NU Mengatasi Kebocoran Kekayaan Negara

Key Strategy – Dalam upaya menciptakan Key Strategy yang lebih kuat dalam mengurangi kerugian kekayaan negara, Presiden Prabowo Subianto menegaskan perlunya kolaborasi dengan organisasi keagamaan besar seperti Nahdlatul Ulama (NU). Ia menyoroti bahwa kebocoran dana telah terjadi selama bertahun-tahun, merugikan perekonomian dan kesejahteraan rakyat. Key Strategy ini menjadi bagian dari rencana jangka panjang untuk memastikan hasil pembangunan benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Prabowo Sebut Kebocoran Kekayaan Negara Terus Berlangsung

“Saya merasa cukup nyaman dalam lingkungan Keluarga Besar NU, nyaman dan aman, karena NU adalah organisasi yang memiliki jiwa nasionalis, patriotik, serta cinta tanah air,” ujar Prabowo saat menutup Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama di Bangkalan, Selasa, 23 Juni 2026.

Dalam pidato tersebut, Prabowo menyebutkan bahwa Indonesia mencatatkan surplus perdagangan sebesar USD436 miliar selama 22 tahun terakhir. Namun, sekitar USD346 miliar atau Rp5.800 triliun kembali mengalir ke luar negeri, hanya dinikmati oleh sebagian kecil pihak. Key Strategy yang diajukan Prabowo bertujuan memberdayakan NU sebagai mitra strategis dalam mengawasi pengelolaan kekayaan negara.

“Data ini ingin saya sampaikan agar pemimpin NU memahami mengapa gaji guru terus stagnan dan anggaran negara terasa kurang. Tidak karena kekayaan sumber daya alam tidak ada, tetapi karena uang terus diambil dan mayoritas dibawa ke luar negeri,” tambah Prabowo.

Analisis Kebocoran Kekayaan Negara

Prabowo mengibaratkan situasi kebocoran dana ini seperti tubuh yang terus kehilangan darah, menyebabkan kelemahan. Menurutnya, bangsa membutuhkan sistem yang mampu melindungi kekayaan dalam negeri, baik melalui kebijakan ekonomi maupun pengawasan sosial. Key Strategy yang ia usulkan melibatkan peran aktif NU dalam mengidentifikasi penyebab penyimpangan dan memperkuat kebijakan transparansi.

Dalam kesempatan ini, Prabowo juga menekankan pentingnya Key Strategy yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat. Ia berharap dukungan dari tokoh-tokoh NU dapat membantu menciptakan kebijakan yang lebih inklusif, sehingga kekayaan negara tidak hanya menumpuk di segelintir pihak, tetapi juga dikelola secara adil dan bertanggung jawab.

“Saya tidak akan mengingkari sumpah saya,” tegas Prabowo.

Komitmen NU dalam Mendukung Key Strategy

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menyambut baik kehadiran Prabowo dalam acara penutupan. Ia menegaskan komitmen NU untuk terus menjaga kesejahteraan bangsa, termasuk dalam mendukung Key Strategy yang diusung pemerintah. “Presiden selalu memikirkan kepentingan rakyat, sehingga kita yakin ia akan memperbaiki kekurangan,” ujarnya.

Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar menyetujui dukungan pemerintah selama tidak mengarahkan kekufuran atau kefasikan. “Prabowo menawarkan Key Strategy yang selaras dengan prinsip-prinsip keadilan dan keterbukaan. Kita percaya bahwa kehadirannya akan memberikan dampak positif bagi pengelolaan kekayaan negara,” imbuhnya.

Dalam acara penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2026, Prabowo juga menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan tetap berjalan karena bertujuan membantu masyarakat yang kurang beruntung. Key Strategy dalam program ini mencakup kebijakan distribusi sumber daya yang lebih adil, agar semua lapisan masyarakat dapat menikmati manfaat dari kekayaan negara.

“Jika MBG dihentikan, itu terasa tidak logis, karena program ini disediakan untuk kebutuhan rakyat. Jika ada hal yang perlu disesuaikan, saya bersedia menyetujui,” lanjut presiden.

Prabowo menegaskan bahwa Key Strategy yang diajukan bukan hanya tentang pemerintahan, tetapi juga tentang peran aktif masyarakat dalam mengawasi pengelolaan keuangan negara. Ia berharap NU dapat menjadi pengawas yang kuat, karena memiliki jaringan luas dan kepercayaan publik yang tinggi. Dengan Key Strategy ini, Prabowo berharap kebocoran kekayaan negara dapat diatasi secara sistematis dan berkelanjutan.

Leave a reply