Skip to content
Royal desk
Agustus 5, 2026 JurnalNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
News

Neraca Perdagangan Masih Surplus USD3,58 Miliar pada Januari-Juni 2026

Barbara Williams - jurnalnaya.com 2 mins read

Jakarta kembali menunjukkan ketahanan ekonomi yang kuat dengan mencatatkan surplus perdagangan yang signifikan. Neraca Perdagangan Masih Surplus USD3 58

Neraca Perdagangan Masih Surplus USD3,58 Miliar pada Januari-Juni 2026

Indonesia Catat Kinerja Positif: Neraca Perdagangan Masih Surplus USD3 58 Miliar di Semester Pertama 2026

Jurnalnaya.com – Jakarta kembali menunjukkan ketahanan ekonomi yang kuat dengan mencatatkan surplus perdagangan yang signifikan. Neraca Perdagangan Masih Surplus USD3 58 Miliar menjadi indikator positif bagi stabilitas ekonomi nasional selama enam bulan pertama tahun 2026. Data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) mengonfirmasi bahwa Indonesia berhasil mempertahankan posisi surplus dalam perdagangan barang, meskipun menghadapi tantangan global yang beragam.

Pernyataan resmi mengenai capaian ini disampaikan oleh Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, di Jakarta. Informasi tersebut diresmikan melalui media Antara pada Senin, 3 Agustus 2026, memberikan gambaran komprehensif tentang dinamika perdagangan Indonesia sepanjang semester pertama tahun ini.

“Sepanjang Januari-Juni 2026, neraca perdagangan barang Indonesia mengalami surplus sebesar USD3,58 miliar,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono di Jakarta, dikutip dari Antara, Senin, 3 Agustus 2026.

Distribusi Surplus Berdasarkan Sektor Komoditas

Ateng Hartono menjelaskan bahwa fondasi utama surplus semester pertama berasal dari sektor nonmigas yang menunjukkan pertumbuhan konsisten. Nilai surplus komoditas nonmigas mencapai USD19,35 miliar, mencerminkan daya saing produk Indonesia di pasar internasional. Di sisi lain, sektor migas masih mencatatkan angka defisit sebesar USD15,77 miliar, yang menjadi tantangan yang perlu diatasi melalui diversifikasi energi nasional.

Dari perspektif impor, total nilai impor selama periode Januari-Juni 2026 tercatat sebesar USD37,24 miliar. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 18,69 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, mengindikasikan meningkatnya kebutuhan domestik akan barang impor untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

Performa Perdagangan Bulan Juni

Secara terpisah, neraca perdagangan Indonesia pada bulan Juni mengalami defisit sebesar USD450 juta. Rincian angka menunjukkan nilai ekspor mencapai USD25,46 miliar, sementara impor tercatat senilai USD25,91 miliar. Fluktuasi ini mencerminkan dinamika musiman yang biasa terjadi dalam perdagangan internasional.

Untuk informasi lebih lengkap mengenai perkembangan ekonomi Indonesia, pembaca dapat mengakses artikel lengkap di MetroTV News.

Frequently Asked Questions (FAQ)

Berapa total surplus perdagangan Indonesia pada Januari-Juni 2026?

Indonesia mencatatkan surplus sebesar USD3,58 miliar pada periode Januari hingga Juni 2026, berdasarkan data resmi dari BPS.

Apa yang menjadi penyumbang utama surplus perdagangan?

Sektor nonmigas menjadi penyumbang utama dengan surplus mencapai USD19,35 miliar, sementara sektor migas masih mengalami defisit USD15,77 miliar.

Bagaimana tren impor selama semester pertama 2026?

Total impor mencapai USD37,24 miliar, menunjukkan kenaikan 18,69 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Apakah bulan Juni mengalami surplus atau defisit?

Bulan Juni mencatatkan defisit sebesar USD450 juta, dengan ekspor USD25,46 miliar dan impor USD25,91 miliar.

Leave a reply