Skip to content
Royal desk
Agustus 5, 2026 JurnalNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
News

PMI Asal Aceh dan Bayinya Diduga Jadi Korban Pembunuhan di Malaysia

Emily Thomas - jurnalnaya.com 3 mins read

PMI Asal Aceh dan Bayinya Diduga Dibunuh di Malaysia PMI Asal Aceh dan Bayinya Diduga - Dalam kasus pembunuhan tragis yang terjadi di Malaysia, PMI asal Aceh

PMI Asal Aceh dan Bayinya Diduga Jadi Korban Pembunuhan di Malaysia

PMI Asal Aceh dan Bayinya Diduga Dibunuh di Malaysia

PMI Asal Aceh dan Bayinya Diduga – Dalam kasus pembunuhan tragis yang terjadi di Malaysia, PMI asal Aceh dan bayinya menjadi sorotan publik. Seorang wanita, Putri Hensy Aprilda (22), yang bekerja sebagai tenaga kependidikan di Sepang, Selangor, ditemukan tewas bersama bayinya yang baru berusia beberapa hari. Kejadian ini terjadi pada 19 Juni 2026, dan informasi terkait disampaikan oleh KBRI Kuala Lumpur. PMI asal Aceh dan bayinya menjadi korban kejahatan yang memicu kecaman dan kepedihan di kalangan masyarakat Aceh.

“Menurut data yang kami terima dari KBRI Kuala Lumpur, tersangka dugaan pembunuhan adalah seorang warga Malaysia,” ungkap Haji Uma, anggota DPD RI asal Aceh, seperti dilansir Antara, Selasa, 23 Juni 2026. Ia menambahkan bahwa korban dan keluarganya telah tinggal di Malaysia selama sekitar tiga tahun.

Penyelidikan Awal dan Fakta Terkini

Keterangan lebih lanjut diperoleh setelah Atase Kepolisian KBRI Kuala Lumpur memberikan laporan bersama Tim Gabungan Aceh Bersatu (GAB) yang sedang menelusuri keberadaan keluarga korban. Pihak gabungan juga melakukan identifikasi jenazah dengan Pusat Identifikasi Bareskrim Polri. PMI asal Aceh dan bayinya ditemukan dalam kondisi mayat yang tergeletak di ruang kamar rumah mereka, sementara jenazah bayi ditemukan di tempat terpisah.

Menurut informasi yang diterima, bayi korban ditemukan oleh warga sekitar dan dibawa ke Rumah Sakit Klang dalam kondisi tidak bernyawa. Sementara itu, ibu korban ditemukan tewas di dalam kamar yang sama. PMI asal Aceh dan bayinya menjadi korban pembunuhan yang terjadi secara mendadak, memicu kekhawatiran tentang perlindungan tenaga kerja migran di Malaysia.

Investigasi dan Bukti yang Diperoleh

Polisi Diraja Malaysia (PDRM) menyatakan bahwa mereka telah menemukan bukti cukup untuk menetapkan tersangka dalam kasus ini. Menurut laporan, motif dugaan pembunuhan terkait utang piutang yang dibayarkan oleh PMI asal Aceh. Pelaku, yang belum divonis, dikabarkan telah menyerahkan diri ke pihak berwajib.

Kasus PMI asal Aceh dan bayinya menjadi salah satu insiden terparah yang melibatkan tenaga kerja migran Aceh di luar negeri. Fakta ini mengingatkan kembali tentang pentingnya perlindungan bagi para PMI, khususnya yang bekerja di negara-negara tetangga. Investigasi terus berlangsung untuk memastikan semua fakta terungkap, termasuk keterlibatan PMI asal Aceh dan bayinya dalam lingkaran kejahatan.

Pemulangan Jenazah dan Dukungan Komunitas

Tim GAB Malaysia telah ditugaskan untuk memastikan proses pemulangan jenazah Putri Hensy dan bayinya ke Aceh. Haji Uma mengatakan bahwa tim sudah berada di Malaysia dan sedang mendampingi keluarga korban hingga proses pemulangan selesai. PMI asal Aceh dan bayinya akan dibawa ke Banda Aceh untuk dikebumikan secara layak.

Biaya pemulangan jenazah diperkirakan mencapai Rp36 juta, yang didanai oleh para donatur melalui grup Aceh Bersatu dan Aceh Meutuah di Malaysia. Kebutuhan dana ini menunjukkan tantangan finansial yang dihadapi oleh keluarga korban. Selain itu, masyarakat Aceh dan komunitas diaspora berupaya mempercepat proses pemulangan, baik melalui donasi maupun koordinasi dengan pihak berwenang.

Usai menyelesaikan pemulangan jenazah, PMI asal Aceh dan bayinya menjadi pengingat bahwa perjalanan kerja di luar negeri tidak selalu berjalan mulus. Kasus ini juga menggarisbawahi pentingnya edukasi dan perlindungan bagi para PMI, terutama yang bekerja di Malaysia. Haji Uma berharap proses pemulangan berjalan lancar dan kasus ini menjadi pelajaran untuk pihak-pihak yang terlibat.

PMI asal Aceh dan bayinya menjadi korban pembunuhan yang menimbulkan resonansi besar di kalangan masyarakat. Mereka bukan hanya mewakili keluarga, tetapi juga menjadi simbol dari risiko yang dihadapi tenaga kerja migran Aceh. Dengan berbagai upaya yang dilakukan, diharapkan PMI asal Aceh dan bayinya dapat dimakamkan dengan kehormatan di Aceh, sebagai bentuk penghormatan terhadap kehidupan mereka yang berakhir secara tragis.

Leave a reply