Skip to content
Royal desk
Agustus 5, 2026 JurnalNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
News

Polda Sumbar Periksa 7 Saksi Kasus Ledakan Bom di MAN 3 Padang

Karen Johnson - jurnalnaya.com 3 mins read

Polda Sumbar Periksa 7 Saksi Kasus Ledakan Bom di MAN 3 Padang Polda Sumbar Periksa 7 Saksi Kasus - Kepolisian Daerah Sumatra Barat (Polda Sumbar) terus

Polda Sumbar Periksa 7 Saksi Kasus Ledakan Bom di MAN 3 Padang

Polda Sumbar Periksa 7 Saksi Kasus Ledakan Bom di MAN 3 Padang

Polda Sumbar Periksa 7 Saksi Kasus – Kepolisian Daerah Sumatra Barat (Polda Sumbar) terus melakukan pemeriksaan terhadap tujuh saksi dalam kasus ledakan bom rakitan yang terjadi di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang, Selasa, 14 Juli 2026. Ledakan tersebut menimbulkan kekacauan di lingkungan sekolah, namun beruntung tidak ada korban jiwa. Polda Sumbar Periksa 7 Saksi telah dilakukan secara intensif untuk mengumpulkan fakta-fakta yang relevan dan mengungkap motif serta pelaku balik dari insiden ini.

“Pemeriksaan terus berlangsung untuk mengungkap alasan tindakan yang dilakukan terlapor, penyebab tindakan tersebut, serta metode pembuatan bom rakitan,” kata Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati, Kamis, 16 Juli 2026. Menurut Susmelawati, tim penyidik sedang memeriksa berbagai saksi termasuk guru, petugas keamanan, dan warga sekitar. Saksi-saksi yang diperiksa meliputi seorang guru, petugas keamanan sekolah, serta seorang remaja dengan inisial R yang masih menjadi fokus penyelidikan.

Dalam pemeriksaan lanjutan, Polda Sumbar Periksa 7 Saksi menemukan bahwa terduga pelaku, R, diduga terlibat dalam pembuatan bom rakitan yang disebut-sebut dipicu oleh korban perundungan (bullying) dari teman-temannya di lingkungan sekolah. Susmelawati menyatakan bahwa R tidak terhubung dengan jaringan terorisme, tetapi masih diperiksa lebih lanjut untuk memastikan tidak ada keterlibatan lebih dalam. “Kita masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan untuk menentukan tindak pidana yang dilakukan pelaku,” ujarnya.

Pelaku Diduga Memanfaatkan Media Online untuk Belajar Merakit Bom

Polda Sumbar Periksa 7 Saksi juga mengungkap bahwa R mempelajari teknik merakit bom melalui media online, termasuk platform seperti Instagram dan YouTube. Dalam wawancara dengan polisi, R mengaku telah menyusun rencana aksinya setelah terpengaruh oleh video-video terorisme yang diunggah di media sosial. Polisi menilai bahwa aksi R merupakan upaya individu untuk memperoleh perhatian atau membalas rasa sakit akibat perundungan di sekolah.

Tim penyidik Polda Sumbar Periksa 7 Saksi sedang menyelidiki keberadaan bom yang belum meledak, serta mencari bukti-bukti lain yang bisa mengungkap lebih lanjut. Dari 19 item barang bukti yang telah diamankan, tiga benda diduga sebagai bom rakitan. Satu bom lainnya sudah meledak di area sekolah, namun tidak menimbulkan korban jiwa. “Kita sedang menganalisis teknik penyusunan bom dan peran masing-masing saksi dalam kejadian tersebut,” kata Susmelawati.

Upaya Polisi untuk Membongkar Penyebab Ledakan

Polda Sumbar Periksa 7 Saksi menekankan pentingnya pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang memiliki informasi kunci tentang kejadian tersebut. Selain R, saksi-saksi lain yang diperiksa termasuk rekan sejawat R, siswa yang melihat proses pembuatan bom, serta warga sekitar yang menjadi saksi mata. Susmelawati menjelaskan bahwa seluruh pemeriksaan dilakukan secara sistematis dan komprehensif untuk memastikan tidak ada detail yang terlewat.

Dalam penjelasannya, Kabid Humas Polda Sumbar juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan bekerja sama dengan pihak kepolisian. “Ledakan bom ini merupakan kejadian yang bisa dicegah jika ada informasi yang segera disampaikan,” katanya. Polda Sumbar Periksa 7 Saksi juga berharap hasil pemeriksaan dapat membantu memperjelas peran R dan mengungkap apakah ada pelaku lain yang terlibat dalam kejadian tersebut.

Kasus ledakan bom di MAN 3 Padang menjadi perhatian publik karena terjadi di lingkungan pendidikan. Polda Sumbar Periksa 7 Saksi berusaha memastikan bahwa seluruh pihak yang terlibat diperiksa secara mendalam. Selain itu, polisi juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap tanda-tanda kegiatan terorisme yang mungkin bersembunyi di lingkungan sekolah.

Barang bukti yang diamankan oleh Polda Sumbar Periksa 7 Saksi saat ini disimpan di Markas Brimob untuk dianalisis lebih lanjut. Susmelawati menyebutkan bahwa proses investigasi masih berlangsung, dan mereka akan terus menggali fakta-fakta yang relevan hingga penyebab ledakan diungkap sepenuhnya. “Polda Sumbar Periksa 7 Saksi akan memastikan bahwa semua saksi yang diperiksa memberikan informasi yang jelas dan akurat,” pungkasnya.

Leave a reply