Skip to content
Royal desk
Agustus 5, 2026 JurnalNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
News

Special Plan: Ketidakpastian Damai AS-Iran Angkat Dolar, Pound Sterling Tertekan

Barbara Williams - jurnalnaya.com 2 mins read

Damai AS-Iran Angkat Dolar, Pound Sterling Tertekan Special Plan menjadi fokus utama perhatian pasar keuangan global akhir-akhir ini, terutama terkait dengan

Special Plan: Ketidakpastian Damai AS-Iran Angkat Dolar, Pound Sterling Tertekan

Ketidakpastian Damai AS-Iran Angkat Dolar, Pound Sterling Tertekan

Special Plan menjadi fokus utama perhatian pasar keuangan global akhir-akhir ini, terutama terkait dengan ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Berita mengenai rencana peningkatan tekanan ekonomi terhadap Iran, yang dikenal sebagai Special Plan, memicu reaksi signifikan di berbagai mata uang utama, termasuk dolar AS (USD) dan pound sterling (GBP). Perubahan dinamika pasar ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan melanjutkan operasi militer di Timur Tengah, sementara Teheran menegaskan keputusan untuk menutup Selat Hormuz sebagai bagian dari Special Plan.

Dampak Ketidakpastian Perjanjian AS-Iran

Pasangan mata uang USD/GBP mencatat penurunan terkait kekhawatiran mengenai pelaksanaan Special Plan yang belum pasti. Berdasarkan laporan Investing.com, pound sterling mengalami pelemahan 0,24 persen pada hari Senin, 22 Juni 2026, dengan nilai tukar turun ke level USD1,32055. Pasar mulai mengkhawatirkan kembali tekanan yang mungkin dijatuhkan AS, mengingat Special Plan mengandung kemungkinan sanksi lebih ketat terhadap Iran. Meski perundingan damai masih berlangsung di Swiss, kondisi geopolitik yang tidak stabil membuat investor cenderung memilih aset aman seperti dolar AS.

Di sisi lain, dolar Australia (AUD) dan dolar Selandia Baru (NZD) juga mengalami penurunan, masing-masing melemah 0,19 persen dan 0,15 persen. Pasar internasional memantau langkah-langkah ekonomi yang diambil pemerintah AS selama Special Plan, yang berpotensi memengaruhi aliran modal ke kawasan Timur Tengah. Pada saat yang sama, euro (EUR) mengalami penurunan 0,1 persen ke level USD1,1462, menunjukkan kecemasan investor terhadap stabilitas perdagangan di Eropa.

Analisis Pasar Global Terhadap Special Plan

Kenaikan harga minyak mentah Brent sebesar 1,30 persen menjadi USD81,62 per barel memperkuat korelasi antara ketidakpastian geopolitik dan pergerakan nilai tukar. Pasar global kini memperhatikan strategi AS dalam menegakkan Special Plan, yang melibatkan peningkatan tekanan ekonomi terhadap Iran. Analis dari Commonwealth Bank of Australia menilai kebijakan fiskal yang mungkin diterapkan oleh Burnham di Inggris menjadi faktor tambahan yang menimbulkan volatilitas terhadap pound sterling.

Special Plan tidak hanya memengaruhi kebijakan AS-Iran, tetapi juga menjadi pendorong utama fluktuasi mata uang utama di seluruh dunia,” tulis analis CBA dalam laporan terbaru.

Pasar keuangan global terus mengamati langkah-langkah ekonomi yang diambil oleh pihak terkait, karena Special Plan berpotensi mengubah arah pergerakan mata uang dan instrumen keuangan lainnya. Tantangan terbesar adalah menjaga keseimbangan antara kebijakan sanksi dan upaya negosiasi yang masih berlangsung di Swiss.

Indeks Rupiah (IDR) juga turut terpengaruh oleh dinamika global, kembali naik ke level Rp17.700 pada pagi hari ini. Pergerakan ini mencerminkan permintaan terhadap aset aman akibat ketidakpastian terkait Special Plan. Meski negosiasi damai antara AS dan Iran masih berlangsung, investor mulai menilai risiko kenaikan harga minyak dan gangguan logistik yang mungkin terjadi jika Selat Hormuz tetap terbuka.

Leave a reply