Skip to content
Royal desk
Agustus 5, 2026 JurnalNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
News

Trump Klaim Hamas Capai Kesepakatan Pelucutan Senjata Lengkap

Barbara Williams - jurnalnaya.com 3 mins read

Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi mengumumkan bahwa ia telah berhasil mencapai kesepakatan penting dengan Hamas. Melalui pernyataan yang

Trump Klaim Hamas Capai Kesepakatan Pelucutan Senjata Lengkap

Trump Klaim Hamas Capai Kesepakatan Pelucutan Senjata Lengkap di Gaza

Jurnalnaya.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi mengumumkan bahwa ia telah berhasil mencapai kesepakatan penting dengan Hamas. Melalui pernyataan yang disampaikan di platform Truth Social, Trump Klaim Hamas Capai Kesepakatan Pelucutan Senjata Lengkap yang mencakup seluruh organisasi bersenjata di wilayah Jalur Gaza. Pernyataan ini menjadi perkembangan signifikan dalam upaya perdamaian di Timur Tengah setelah berbulan-bulan negosiasi intensif berlangsung.

Kesepakatan yang diumumkan pada hari Kamis, 30 Juli 2026 tersebut, mencakup beberapa elemen krusial. Menurut Trump, proses pelucutan senjata akan dilaksanakan secara bertahap dan sistematis. Langkah ini nantinya akan diiringi dengan penarikan bertahap pasukan Israel dari kawasan Gaza. Mekanisme ini dirancang untuk memastikan stabilitas keamanan selama transisi kekuasaan berlangsung.

Hari ini, Dewan Perdamaian mencapai kesepakatan bersejarah untuk pelucutan senjata penuh Hamas dan seluruh kelompok bersenjata lainnya di Gaza. Ini merupakan langkah besar menuju perdamaian dan keamanan yang berkelanjutan.

Unggahan Trump tersebut juga mengutip pernyataan dari TRT World mengenai perkembangan terbaru ini. Dalam pernyataannya, Trump menjelaskan bahwa International Stabilisation Force (ISF) akan berkolaborasi erat dengan kepolisian Palestina yang baru dibentuk. Kolaborasi ini bertujuan untuk mengambil alih tugas-tugas keamanan di Gaza secara menyeluruh.

Kerjasama Keamanan dan Pemerintahan Baru

Trump menekankan bahwa persetujuan ini merupakan fondasi penting bagi pembentukan pemerintahan Palestina yang baru. Ia menyatakan bahwa kesepakatan ini merupakan langkah penting agar Gaza pada akhirnya diperintah oleh pemerintahan Palestina yang baru. Tegas Trump dalam pernyataannya yang dipublikasikan secara luas.

Presiden AS tersebut juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada tiga negara mediator, yaitu Mesir, Qatar, dan Turki. Ia mengakui peran vital dari para mediator serta tim kerjanya yang bekerja keras hingga tercapai terobosan ini.

Saya ingin berterima kasih kepada para mediator -Mesir, Qatar, dan Turki,- atas upaya penting mereka, terutama kepada tim saya yang bekerja tanpa lelah hingga terwujud terobosan bersejarah ini.

Lanjut Trump.

Lebih lanjut, Trump menegaskan bahwa berdasarkan isi kesepakatan, Gaza kelak akan berada di bawah kendali pemerintahan Palestina yang baru dan akan melayani kepentingan rakyatnya secara optimal. Kesepakatan ini juga mencakup mekanisme pengawasan internasional untuk memastikan implementasi yang tepat.

Respons dan Data Korban

Hingga saat berita ini diturunkan, baik Hamas maupun Israel belum memberikan tanggapan resmi atas klaim Trump tersebut. Ketidakpastian respons dari kedua belah pihak menimbulkan spekulasi di kalangan pengamat internasional mengenai implementasi kesepakatan yang sebenarnya.

Meskipun gencatan senjata telah resmi berlaku sejak 10 Oktober 2025, Kementerian Kesehatan Palestina mencatat bahwa serangan Israel di Gaza masih terus berlangsung. Berdasarkan data otoritas kesehatan Palestina, sejak pemberlakuan gencatan senjata tercatat 1.214 warga Palestina tewas dan 3.977 lainnya mengalami luka-luka. Angka ini menunjukkan bahwa konflik masih berlanjut meskipun ada kesepakatan damai.

Sementara itu, kementerian yang sama melaporkan bahwa sejak awal perang di Gaza pada Oktober 2023, lebih dari 73.000 warga Palestina telah kehilangan nyawa dan lebih dari 174.000 orang lainnya terluka. Para analis yang dikutip oleh sumber berita menyebutkan bahwa angka korban sebenarnya mungkin saja lebih tinggi, namun hal tersebut belum dapat dikonfirmasi secara independen. Data ini memberikan konteks penting mengenai skala konflik yang sedang berlangsung.

Leave a reply